Reekspor Kontainer Blackberry, Banding Jonny Abbas Ditolak Pengadilan Singapura
INDEX

BISNIS-27 491.129 (9.18)   |   COMPOSITE 5612.42 (79.91)   |   DBX 1062.36 (-1.84)   |   I-GRADE 161.886 (3.22)   |   IDX30 478.794 (9.92)   |   IDX80 126.714 (2.25)   |   IDXBUMN20 355.426 (7.51)   |   IDXG30 131.028 (1.72)   |   IDXHIDIV20 432.126 (8.5)   |   IDXQ30 139.823 (2.92)   |   IDXSMC-COM 243.691 (2.28)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (4.07)   |   IDXV30 122.487 (2.67)   |   INFOBANK15 946.8 (22.65)   |   Investor33 412.464 (8.16)   |   ISSI 165.112 (1.49)   |   JII 597.802 (5.6)   |   JII70 206.187 (2.13)   |   KOMPAS100 1134.88 (19.8)   |   LQ45 883.061 (16.84)   |   MBX 1552.46 (25.82)   |   MNC36 308.511 (5.94)   |   PEFINDO25 308.232 (2.97)   |   SMInfra18 281.756 (4.78)   |   SRI-KEHATI 352.482 (7.13)   |  

Reekspor Kontainer Blackberry, Banding Jonny Abbas Ditolak Pengadilan Singapura

Selasa, 5 Maret 2013 | 16:48 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / YUD

Jakarta - Komisi Yudisial (KY) tengah melakukan penyelidikan terhadap putusan bebas pengusaha Jonny Abbas. Pasalnya, putusan PK itu dinilai mengandung kejanggalan.

KY berjanji akan memeriksa majelis hakim PK yang terdiri dari Djoko Sarwoko, Achmad Yamanie, dan Andi Abu Ayyub Saleh.

Menurut Wakil Ketua KY, Imam Anshori Saleh, di Jakarta, Selasa (5/3), KY memanggil Djoko Sarwoko Jumat pekan lalu terkait kasus tersebut.

Namun setelah ditunggu, Djoko tidak datang. Lewat sepucuk surat yang dikirim staf Mahkamah Agung (MA), Djoko menyatakan ketidakhadirannya dan meminta dijadwal ulang karena sedang di luar kota.

Putusan ini dinilai janggal lantaran putusan bebas itu ditengarai menggunakan data palsu.

Ini terungkap dari surat firma hukum Rajah & Tann LPP yang berkantor di Singapura. Sebagai kuasa hukum 16 perusahaan asal Singapura yang menggugat Mctrans Cargo di Pengadilan Tinggi Singapura. Rajah & Tann menyebut putusan PK 66 mengandung sejumlah kejanggalan.

Beberapa hari lalu, Pengadilan Singapura menolak upaya banding Mctrans Cargo, perusahaan milik Nurdian Cuaca dan Jonny Abbas dalam kasus impor 30 kontainer Blackberry dan minuman keras yang kemudian bermasalah.

Hal itu terungkap dari surat firma hukum Rajah & Tann, kuasa hukum Antariksa Logistic yang mewakili 16 perusahaan penggugat Mctrans ke pengadilan Singapura.

Surat yang salinannya diterima kemarin itu, dikirim ke kantor firma hukum Yusril Ihza Mahendra, kuasa hukum Kim Sutandi, pelapor kasus Jonny Abbas yang merupakan kolega Nurdian Cuaca. Jonny Abbas sendiri dilaporkan Kim Sutandi melakukan penipuan dalam re-ekspor 30 kontainer Blackberry tersebut ke Singapura.

Surat dari Rajah & Tann per 6 Februari 2013 itu menyebutkan, pada 5 Februari 2013 majelis hakim pengadilan banding Singapura yang terdiri dari ketua majelis hakim Sundaresh Menon dengan anggota Andrew Phand dan Rajah VK memutuskan menolak permohonan banding Mctrans Cargo. Majelis hakim juga memerintahkan Mctrans Cargo membayar biaya persidangan.

Putusan tersebut berarti menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Singapura yang mengabulkan gugatan 16 perusahaan atas Mctrans. Dengan putusan itu juga, Mctrans tetap bertanggung jawab untuk memberikan ganti rugi kepada tiga penggugat.

Mctrans juga diwajibkan membayar kepada penggugat (pemilik kargo) ke empat, delapan, 10, 13, dan 15.

Kasus ini bermula saat kontainer tersebut diselundupkan dari Singapura ke Tanjung Priok. Kontainer itu pun ditahan Bea Cukai Tanjung Priok karena menggunakan dokumen palsu.

Akhirnya, Nurdian Cuaca, selaku eksportir menunjuk Jonny Abbas untuk mengurus pencekalan ini ke PTUN Jakarta dan hakim memerintahkan kontainer tersebut dikembalikan ke negara asal.

Kemudian, Jonny mengembalikan kontainer tersebut ke Singapura. Namun, oleh Nurdian Cuaca, Jonny justru dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penggelapan, penipuan, dan pemalsuan surat. Jonny akhirnya dihukum dengan penjara 22 bulan karena telah melakukan penipuan.

Tapi, putusan itu dianulir oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta pada 13 Juli 2011 atas permohonan banding Jonny. Tak terima dengan kebebasan Jonny, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan kasasi dan dikabulkan MA dengan menghukum terdakwa selama 1 tahun dan 10 bulan penjara. Jonny pun kemudian mengajukan Peninjaun Kembali (PK) dan dibebaskan.

Ke-30 kontainer berisi Blackberry, gadget lain dan miras yang diselundupkan dari Singapura ke Tanjung Priok pada awal 2009. Modusnya yaitu dengan membuat dokumen manifes palsu guna menghindari pajak.

Penyelundupan ini lalu berbuntut panjang dan mendudukkan Jonny Abbas sebagai terdakwa.

Pada 14 April 2011, PN Jakpus menghukum Jonny dengan penjara 22 bulan karena telah melakukan penipuan. Putusan ini lalu dianulir oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta pada 13 Juli 2011 atas permohonan banding Jonny.

Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pembersihan Kawasan Halimun dari Penghuni Liar Dilakukan Bertahap

"Ada puluhan ribu KK di situ sekitar 40 ribuan KK".

NASIONAL | 5 Maret 2013

17 Anggota DPRD Maluku Utara Bergabung ke NasDem

Seluruh anggota DPR yang bergabung memiliki tujuan yang sama, yakni menginginkan perubahan Indonesia pada 2014 mendatang.

NASIONAL | 5 Maret 2013

Untuk Rampungkan RUU Pilkada Perlu Diskusi Sekali Lagi

Hingga saat ini pemerintah dan DPR RI sudah membahas secara keseluruhan revisi rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada.

NASIONAL | 5 Maret 2013

Dua Mantan Pimpinan KPK Ikuti Pemaparan Anggaran Pendidikan 2013

"Kita enggak tahu dimana, bunganya bagaimana".

NASIONAL | 5 Maret 2013

Timwas Century Belum Akan Periksa Anas Urbaningrum

"Apakah Anas akan dipanggil dan bersaksi secara terbuka di hadapan tim, atau tidak, saya belum bisa jawab. Kalau dianggap perlu, bisa saja dipanggil."

NASIONAL | 5 Maret 2013

Anas Didesak Laporkan 5 Nama Terkait Century ke KPK

"Untuk apa digoreng-goreng di Timwas Century, silahkan saja bawa langsung ke KPK."

NASIONAL | 5 Maret 2013

Dahlan: Direktur Operasional Adhi Karya Sudah Dipecat

"Soal siapa yang menggantikannya, kami serahkan kepada Dirut Adhi Karya untuk mencarikan siapa yang akan menduduki posisi yang ditinggalkan Teuku Bagus," ujar Dahlan.

NASIONAL | 5 Maret 2013

Skandal Century Berawal Dari Pinjaman Jangka Pendek

Setidaknya ada 18 peristiwa penting terkait kasus Bank Century saat itu, sebagian penuh kejanggalan.

NASIONAL | 5 Maret 2013

Gerindra Kritik Rencana KPK ke AS

Rencana KPK akan melakukan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Washington, Amerika Serikat, mendapat penolakan dari berbagai kalangan, termasuk Partai Gerindra.

NASIONAL | 5 Maret 2013

BNPB: Curah Hujan Tidak Setinggi Januari

Menurut BNPB Hujan akan berkurang, dan Jakarta relatif aman dari ancaman banjir.

NASIONAL | 5 Maret 2013


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS