Perbedaan Hasil "Quick Count" Perlu Diselidiki
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Perbedaan Hasil "Quick Count" Perlu Diselidiki

Rabu, 9 Juli 2014 | 17:46 WIB
Oleh : YUD

Jakarta - Wakil Ketua Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) Muhammad Qodari menilai perbedaan hasil hitung cepat (quick count) jumlah suara dalam Pemilihan Umum Presiden 2014 antara sejumlah lembaga survei perlu diinvestigasi secara metodologis.

"Perlu ada investigasi pada momen ini untuk dilihat secara metodologis dan secara data di setiap lembaga yang menyelenggarakan quick count kenapa datanya bisa muncul seperti itu (berbeda)," kata Qodari dalam diskusi di sebuah stasiun televisi di Jakarta, Rabu (9/7).

Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei seperti SMRC, LSI, Indikator, CSIS-Cyrrus, Kompas dan RRI menempatkan pasangan Jokowi-JK unggul dengan rata-rata suara 52 persen dari Prabowo-Hatta dengan rata-rata 47 persen.

Namun, tiga lembaga survei lain yakni Puskaptis, JSI, dan LSN, justru menyatakan kemenangan berada di kubu Prabowo-Hatta.

"Ketika terjadi perbedaan seperti hari ini mau tidak mau harus dilakukan investigasi, harus dilihat metodologi, sampling, data populasinya, skemanya seperti apa. Karena bisa saja dia melakukan sampling yang benar tetapi data populasinya yang dia dapatkan salah ya 'get out'," ujar Qodari.

Qodari melanjutkan, perlu juga dilihat siapa relawan dari lembaga survei itu dan dari sisi pengumpulan datanya perlu diamati apakah terjadi penyimpangan atau misinterpretasi di lapangan, atau mengalami perubahan dari lapangan hingga ke pusat nantinya.

"Karena untuk melakukan quick count itu ada dua aspek yang penting, pertama adalah pewawancara atau volunteer yang ke lapangan. Yang kedua dari mereka dikirim lewat IT (teknologi). Kalau IT nya trouble itu kan bisa berubah juga angkanya. Terakhir dari pusat sendiri bagaimana, apakah data dari bawah itu memang disampaikan apa adanya atau ada yang diubah atau diganti misalnya. Jadi panjang sekali ya dari hulu ke hilir," kata Qodari.

Menurut Qodari, banyak pihak mungkin mengatakan survei adalah sesuatu yang bersifat opini sehingga bisa berbeda-beda hasilnya. Namun untuk hitung cepat, hal tersebut tidak berlaku. Jika ada perbedaan data hasil resmi di TPS dengan data yang masuk dan dilaporkan ke publik, hal tersebut merupakan persoalan serius.

"Menurut saya ini serius, kali ini persoalannya serius. Saya kira lembaga survei yang menyelenggarakan quick count harus dievaluasi. Survei itu implikasinya tidak sebesar quick county ya, kalau quick count ini implikasinya besar karena ini ngomongin hasil riil, bukan bicara tentang kemungkinan-kemungkinan. Ini berbicara tentang fakta. Bagaimana mungkin fakta itu bisa berbeda," ujar Qodari.

Sumber:Antara


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Prabowo Menang di Lingkungan Rumah Ridwan Kamil

Prabowo-Hatta mendapatkan 638 suara, sementara pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mendapatkan 456 suara.

NASIONAL | 9 Juli 2014

SBY Imbau Prabowo dan Jokowi Tahan Pendukung

“Saya menyeru dan sungguh berharap kepada pemimpin dan elite politik tertentu untuk bisa menahan para pendukung sampai segala sesuatu menjadi terang,” kata Pres

NASIONAL | 9 Juli 2014

Jokowi-JK Unggul di Bandung

Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla mengungguli lawannya di Kota Bandung dan Cimahi.

NASIONAL | 9 Juli 2014

Menang "Quick Count", Relawan Jokowi-JK Berkumpul di Bundaran HI

"Kami berkumpul disini untuk berdoa dan bersykur atas kemenangan Jokowi menurut hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei yang kredibel," kata Fadjroel.

NASIONAL | 9 Juli 2014

Jokowi-JK Unggul di TPS Megawati

Jokowi-JK memperoleh 299 suara, unggul atas Prabowo-Hatta yang memperoleh 238 suara.

NASIONAL | 9 Juli 2014

PDIP Akan Ajukan Revisi MD3 ke Mahkamah Konstitusi

Revisi UU MD3 disahkan secara aklamasi, Selasa (8/7), lantaran PDIP, PKB dan Hanura melakukan "walkout".

NASIONAL | 9 Juli 2014

Ini Kata Puan Maharani Soal Kemenangan Jokowi-JK

Puan menyerukan seluruh relawan, struktural partai, maupun masyarakat Indonesia tetap mengawal perhitungan suara.

NASIONAL | 9 Juli 2014

LSI: Jokowi-JK Menang di Lima Provinsi Besar

Pasangan Jokowi-JK menang di provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.

NASIONAL | 9 Juli 2014

Elite Belum Dewasa, Hasil Pilpres Pasti Digugat

"Ini harga demokrasi yang harus dikeluarkan sepanjang itu ditempuh secara hukum maka sah-sah saja," kata Tjipta Lesmana.

NASIONAL | 9 Juli 2014

SBY: Tunggu Hasil KPU, Semua Pihak Harus Tahan Diri

KPU yang perlu dirujuk dan dijadikan pedoman.

NASIONAL | 9 Juli 2014


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS