Ini Penjelasan Megawati Soal "Petugas Partai"
INDEX

BISNIS-27 491.129 (6.19)   |   COMPOSITE 5612.42 (49.05)   |   DBX 1062.36 (-0.64)   |   I-GRADE 161.886 (2.05)   |   IDX30 478.794 (5.98)   |   IDX80 126.714 (1.36)   |   IDXBUMN20 355.426 (3.6)   |   IDXG30 131.028 (0.91)   |   IDXHIDIV20 432.126 (4.06)   |   IDXQ30 139.823 (1.88)   |   IDXSMC-COM 243.691 (1.17)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (2.73)   |   IDXV30 122.487 (1.93)   |   INFOBANK15 946.8 (16.1)   |   Investor33 412.464 (5.31)   |   ISSI 165.112 (0.72)   |   JII 597.802 (2.79)   |   JII70 206.187 (1.22)   |   KOMPAS100 1134.88 (12.89)   |   LQ45 883.061 (10.42)   |   MBX 1552.46 (15.74)   |   MNC36 308.511 (3.58)   |   PEFINDO25 308.232 (5.44)   |   SMInfra18 281.756 (1.89)   |   SRI-KEHATI 352.482 (4.61)   |  

Ini Penjelasan Megawati Soal "Petugas Partai"

Selasa, 21 Juli 2015 | 17:13 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / YUD

Jakarta - Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat, istilah "Petugas Partai" menjadi bahan bully, baik bagi diri sang presiden, maupun terhadap Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Setelah berbulan-bulan, akhirnya Megawati angkat bicara soal terminologi "Petugas Partai". Penjelasan Megawati disampaikannya saat mengingatkan para calon kepala daerah yang maju dari partainya untuk benar-benar menjalankan ideologi partai.

Pesan itu disampaikan Megawati saat membuka Sekolah Partai PDI-P Gelombang II di Wisma Kinasih, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (21/7).

Di hadapan para calon kepala daerah itu, Megawati mengingatkan bahwa jabatan kepala daerah bukanlah jabatan kehormatan belaka yang membuat diri menjadi sombong dan lupa. Namun justru sebuah perjuangan ideologis demi menyejahterakan rakyat.

Megawati lalu menjelaskan, dirinya di-bully habis-habisan setelah menyebut Presiden Joko Widodo sebagai "Petugas Partai". Padahal, istilah tersebut adalah bukan istilah yang disematkan Megawati sebagai pribadi, namun amanat kongres PDI-P.

"Ketika saya katakan Pak Jokowi sebagai Petugas Partai, langsung saya di-bully dan dianggap tak menghormati. Saya biarkan saja," kata Megawati.

"Tetapi itu sebenarnya kata yang diputuskan kongres partai, bukan oleh saya. Sebab kongres mengatakan bagi mereka yang masuk PDI-P, mereka adalah Petugas Partai, yang ditugasi oleh partai untuk menjalankan ideologi," kata Megawati.

Megawati lalu menunjuk pada Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, yang turut di acara itu.

"Mbak Risma ini juga Petugas Partai. Siapapun yang masuk menjadi kader PDI-P, akan disebut seperti itu. Begitu jadi Petugas Partai, maka apa yang diucapkan dan dilakukan harus selalu sesuai perintah partai. Apa perintah partai? Ideologi kita, yakni Pancasila, yang dijabarkan lagi menjadi Trisakti," lanjut Megawati.

"Herannya saya, dari pada mem-bully saya, kenapa tak tanya apa itu Trisakti? Trisakti itu tiga hal. Yakni berkedaulatan secara politik, berkedaulatan ekonomi, dan berkedaulatan di bidang budaya. Visi misi harus diblending mengenai itu," tambahnya.

Kata Megawati, para calon kepala daerah PDI-P pun harus menjadi Petugas Partai dan melaksanakan hal itu.

Megawati mengatakan, dirinya tahu ada banyak orang yang ingin masuk ke PDI-P. Sebab mereka tahu kekuatan struktur partai itu terbukti bisa memenangkan pileg 2014 dan Pilpres 2014. Namun diingatkannya, sudah tak ada tempat bagi model calon kepala daerah yang hanya memanfaatkan PDI-P demi mendapat kursi.

"Saya sering kali temui, ketika seorang calon diperjuangkan dan berhasil, ketika jadi bupati, sangat mempermalukan dan tak sejalan dengan partai. Maka itu saya dorong harus ada sekolah partai. Mudah-mudahan orang seperti tadi insaf, dalam arti penugasannya benar-benar dijalankan," tegas Megawati.

"Karena kita partai ideologi dan partainya rakyat, tentu harus bertugas sesuai ideologi kita, yakni menyejahterakan masyarakat di wilayah masing-masing."


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Baru 34 Capim KPK Bersedia Ditelusuri Rekam Jejaknya

"Hingga saat ini dari 48 capim KPK, 34 diantaranya sudah menandatangani surat pernyataan."

NASIONAL | 21 Juli 2015

Pangdam Jaya: Konflik Tolikara Ibarat Sumbu Petasan

Semua pihak harus mengutamakan kepentingan nasional, jangan mudah terpancing.

NASIONAL | 21 Juli 2015

Jalan Diperbaiki, Omzet Nasi Padang Anjlok 60 Persen

Mahalnya harga kebutuhan pokok di pasaran disebabkan karena musim Lebaran dan hari raya Galungan.

NASIONAL | 21 Juli 2015

Pemudik di Bakauheni Terus Berdatangan

Kendaraan roda empat maupun roda dua terus berdatangan di Pelabuhan Bakauheni.

NASIONAL | 21 Juli 2015

Antispasi Arus Balik, SPBU di RiauTambah Pasokan BBM

Pasokan BBM bersubsidi jenis premium akan ditambah sekitar tujuh persen per hari kebutuhan normal pada 143 unit SPBU di Riau

NASIONAL | 21 Juli 2015

Usai Lebaran, Warga Jayapura Jual Emas

"Ini sudah jadi kecenderungan setiap tahun, selesai Lebaran atau Natal, pasti mayarakat banyak jual emasnya,"

NASIONAL | 21 Juli 2015

Mensos Sambut Kesepakatan Warga Tolikara

"Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama kesepakatan antarsemua kelompok komunitas di Tolikara bisa ditandatangani."

NASIONAL | 21 Juli 2015

Agung: Dukung Jokowi-JK Bukan untuk Menjilat

"Sikap Golkar itu tulus dan ikhlas, tidak ada keinginan yang terselubung,"

NASIONAL | 21 Juli 2015

Arus Balik di Terminal Pangkalpinang Masih Normal

Pemudik banyak yang menggunakan kendaraan pribadi

NASIONAL | 21 Juli 2015

Hari Ini Puncak Arus Balik di Bandara Soetta

"Data yang tercatat hingga pukul 14.00 WIB, sudah ada 68.778 penumpang yang masuk dan akan bertambah lagi."

NASIONAL | 21 Juli 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS