Djan Faridz Kecam Intoleransi di Tolikara
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Djan Faridz Kecam Intoleransi di Tolikara

Selasa, 21 Juli 2015 | 17:44 WIB
Oleh : Yustinus Paat / YUD

Jakarta – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz mengecam tindakan intoleransi yang terjadi di Tolikara. Tindakan tersebut, katanya dapat mengganggu toleransi yang telah dibangun para pendiri Negara ini.

“Kami mengecam tindakan intoleransi yang terjadi di Tolikara, Papua. Tindakan ini telah mencederai rasa toleransi, persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Djan Faridz di konferensi pers di kantor PPP, Menteng, Jakarta, Selasa (21/7).

Dia mengharapkan pemerintah segera mencari tahu siapa pelaku tindakan tersebut. Menurutnya, pelakunya harus ditindak tegas sesuai dengna peraturan yang berlaku.

Djan Faridz juga menilai ada oknum pemerintah yang selalu mengatakan bahwa Islam itu harus mengalah. Pernyataan oknum pemerintah ini, katanya dimanfaatkan oleh kelompok tertentu seperti di Tolikara, Papua untuk mengganggu Salat Idul Fitri.

“Ada oknum pemerintah sekarang yang selalu mengatakan Islam harus mengalah. Ini justru dimanfaatkan kelompok minoritas seperti di Tolikara, Papua untuk mengganggu kebebasan beribadat umat Islam di sana,” ujar Djan Faridz.

Sekretaris Jenderal PPP hasil Muktamar Jakarta Dimyati Natakusumah mengaku prihatin dengan pemerintah sekarang yang tidak mendeteksi sejak dini kejadian di Tolikara. Menurutnya, kejadian ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah khususnya Panglima TNI, Kapolri dan Menter Agama.

“Kami mengingatkan semua pihak khususnya pemerintah agar menjaga persatuan, kesatuan dan toleransi,” tagas Dimyati.

Penyerangan di sebuah kawasan di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, terjadi bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri, Jumat (17/7). Buntut penyerangan terhadap jemaah salat Id, puluhan kios, rumah, dan sebuah musala hangus terbakar.

Saat berupaya mengamankan situasi, polisi langsung menembak tiga dari 11 orang yang diduga pelaku penyerangan. Endi Wanimbo (15) yang turut dalam penyerangan, meninggal dunia karena luka tembak. Polisi kini tengah mengusut pelaku penembakan dan pembakaran.

Sementara itu kesepakatan damai telah diinisiasi oleh tokoh agama dan pejabat setempat. Suasana di Tolikara juga dilaporkan telah kondusif.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang mengunjungi Tolikara pada Minggu (19/7) mengatakan akar masalah insiden Tolikara salah satunya berada pada miskomunikasi antara polisi, Gereja Injil di Indonesia (GIDI), dan Bupati Tolikara.


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Arus Balik di Tol Cikampek Padat Merayap

Kepadatan arus lalu lintas terjadi mulai dari Tol Cikarang Utama Km 73 hingga tempat istirahat di Km 62.

NASIONAL | 21 Juli 2015

Mobil PMK Mogok di "Runway", Garuda Terlambat Terbang

Mobil PMK yang membersihkan landasan pacu dari abu vulkanik Gunung Raung tiba-tiba mogok di runway yang diduga karena saluran bahan bakarnya tersumbat.

NASIONAL | 21 Juli 2015

Kemhub: Puncak Arus Balik Hari Ini dan Sabtu

Hal tersebut akibat dari usainya masa cuti bersama bagi para pekerja formal.

NASIONAL | 21 Juli 2015

H+4 Lebaran, Masuk Kota Tegal Macet

Kendaraan yang hendak masuk Tegal menggunakan tiga jalur ditambah satu jalur dari arah berlawanan.

NASIONAL | 21 Juli 2015

Ini Penjelasan Megawati Soal "Petugas Partai"

"Mereka yang masuk PDI-P, mereka adalah Petugas Partai, yang ditugasi oleh partai untuk menjalankan ideologi."

NASIONAL | 21 Juli 2015

Baru 34 Capim KPK Bersedia Ditelusuri Rekam Jejaknya

"Hingga saat ini dari 48 capim KPK, 34 diantaranya sudah menandatangani surat pernyataan."

NASIONAL | 21 Juli 2015

Pangdam Jaya: Konflik Tolikara Ibarat Sumbu Petasan

Semua pihak harus mengutamakan kepentingan nasional, jangan mudah terpancing.

NASIONAL | 21 Juli 2015

Jalan Diperbaiki, Omzet Nasi Padang Anjlok 60 Persen

Mahalnya harga kebutuhan pokok di pasaran disebabkan karena musim Lebaran dan hari raya Galungan.

NASIONAL | 21 Juli 2015

Pemudik di Bakauheni Terus Berdatangan

Kendaraan roda empat maupun roda dua terus berdatangan di Pelabuhan Bakauheni.

NASIONAL | 21 Juli 2015

Antispasi Arus Balik, SPBU di RiauTambah Pasokan BBM

Pasokan BBM bersubsidi jenis premium akan ditambah sekitar tujuh persen per hari kebutuhan normal pada 143 unit SPBU di Riau

NASIONAL | 21 Juli 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS