Ratusan Rumah di Anyer Diterjang Banjir Bandang
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Ratusan Rumah di Anyer Diterjang Banjir Bandang

Rabu, 5 April 2017 | 21:27 WIB
Oleh : Laurens Dami / YUD

Serang - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Serang menyebabkan ratusan rumah di Kecamatan Anyer diterjang banjir bandang, Rabu (5/4). Banjir dengan kedalaman mencapai satu meter ini akibat luapan Sungai Cipaseh yang berada di Gunung Pabeasan dan Sungai Cipaas yang bermuara ke laut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan, banjir bandang yang disebabkan cuaca ekstrem hujan lebat ini mulai terjadi Selasa (4/4) pukul 22.00 WIB.

“Hujan deras menyebabkan Sungai Cipaseh yang berada di wilayah Gunung Pabeasan meluap. "Kita sudah tahu banjir ini sudah menjadi rutinitas, kita juga tahu banjir itu diakibatkan karena pendangkalan," kata Nana.

Namun, ia mengaku pada banjir bandang kali ini belum bisa menyatakan‎ siaga darurat, karena masyarakat tidak ada yang jatuh korban. Banjir mengakibatkan limbah berupa kayu menggunung di pemukiman penduduk, sehingga perlu diturunkan alat berat untuk pembersihan.

"Kalau dibilang parah, ini‎ banjir lintasan, tidak seperti tahun lalu. Tapi yang pasti, kami dari BPBD sudah melakukan pembersihan limbah banjir, melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial untuk membangun dapur umum, dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mendata rumah yang rusak dan Dinas Kesehatan untuk penangan medis," tuturnya.

Saat disinggung soal kerugian akibat banjir bandang ini, ia mengaku belum bisa menghitung kerugian. Namun yang jelas ada rumah warga yang rusak berat dan rusak ringan. ‎"Kita belum bisa menghitung kerugian, tapi ini (penghitungan kerugian) sedang dilakukan, dengan hitung cepat," ujarnya.

Sekretaris Kecamatan Anyer Joni Setiabudi menambahkan, banjir bandang ini terjadi akibat luapan sungai Cipaseh dan jebolnya tembok penahan tanah (TPT) Sungai Cipaas yang bermuara ke laut. Selain rumah yang terendam, dalam kejadian ini satu unit motor rusak tertimpa TPT dan dua orang warga mesti dilarikan ke Puskesmas setempat lantaran menderita luka berat.

"‎Kalau banjir yang merendam Desa Mekar Sari itu akibat TPT Sungai Cipaas yang bermuara ke laut jebol, mungkin karena kuatnya arus. Sedangkan yang di Sindang Mandi dan Sindang Karya itu akibat luapan Sungai Cipaseh. Tapi memang yang terparah itu di Sindang Karya, kayu-kayu dari Gunung Pabeasan terbawa arus masuk ke pemukiman warga," katanya.

Saat disinggung soal adanya pembalakan kayu di wilayah tersebut, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun yang jelas gunung di wilayah langgan banjir ini sudah‎ gundul. "Saya tidak tahu ada pembalakan liar atau tidak, tapi gunung itu (Pabeasan) gundul akibat banjir tahun kemarin," tuturnya.

Menurut data yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Serang‎ dan Tagana Kabupaten Serang, rumah warga yang terendam di wilayah Kecamatan Anyer meliputi Desa Sindang Karya, Kampung Palupuy, Rt 01,02,03,04, Rw 002 sebanyak 334 KK atau 677 jiwa.

Kemudian, di Desa Sindang Mandi, Kampung Garung Sawah,‎ Rt 002/004 sebanyak 60 KK atau 150 jiwa, Kampung Garung Sigarubug, Rt 004/004 sebanyak 55 KK atau 150 jiwa‎ dan Desa Tanjung Manis, Kampung Babakan Rt 001/002 sebanyak 18 KK atau 50 jiwa, Desa Anyer satu perahu dan 107 rumah terendam, Desa Mekarsari sebanyak 80 kk atau180 jiwa. Dalam kejadian ini sedikitnya ada 128 rumah rusak ringan ‎dan tiga rumah rusak berat atas nama Suheri, Birawi dan Mariyam.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Tetapkan Miryam Jadi Tersangka

KPK menetapkan mantan anggota Komisi II DPR periode 2009-2014 dari Fraksi Hanura, Miryam S Haryani sebagai tersangka kasus dugaan korupsi EKTP.

NASIONAL | 5 April 2017

Seleksi Komisioner Penyelenggara Pemilu, DPR Terkesan Tak Komprehensif

waktu sesi kedua yang singkat menunjukkan bahwa tidak ada standar penilaian yang rata terhadap masing-masing kandidat dari tahap fit and proper test di Komisi II DPR.

NASIONAL | 5 April 2017

BMKG: Curah Hujan Meningkat di Bekasi dan Tangerang

BMKG memperkirakan hujan masih terus mengguyur wilayah Jabodetabek pada Kamis (6/4).

NASIONAL | 5 April 2017

Pengemudi Taksi Online di Surabaya Protes Pergub Jatim

Sopir taksi online di Surabaya memprotes rencana pemberlakuan Peraturan Gubernur (Pergub) Jatim yang membatasi operasional taksi berbasis aplikasi itu.

NASIONAL | 5 April 2017

Farouk Tolak Komentari Jabatan Rangkap OSO

Saya tak perlu mengomentari itu.

NASIONAL | 5 April 2017

Kisruh DPD, Farouk Muhammad Sebut Ada Invisible Hand

Ini kita harus lihat juga apakah hanya sekedar persoalan hukum atau apakah ada invinsible hand dibalik semua ini yang terjadi sehingga ada keputusan hukum.

NASIONAL | 5 April 2017

OSO Pastikan Hanura Akan Bersikap Bila Miryam Tersangka

OSO mengklaim sudah memanggil Miryam untuk berbicara.

NASIONAL | 5 April 2017

Samarinda Siaga Satu Banjir

BPBD Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menyatakan kawasan itu siaga satu banjir, menyusul debit air di Bendungan Benanga terus bertambah.

NASIONAL | 5 April 2017

Menhub: Kereta Api Trans Sumatera Terus Dibangun

Pembangunan rel layang kereta api di beberapa titik Sumatera Utara dan kereta Trans Sumatera sedang dalam tahap pelaksanaan.

NASIONAL | 5 April 2017

Penyadapan dalam RUU Terorisme Dinilai Tidak Tepat

Mekanisme penyadapan tidak lagi dilakukan dalam rangka penegakan hukum melainkan untuk kepentingan intelijen yang berpotensi melanggar hak warga negara.

NASIONAL | 5 April 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS