Polri Telusuri Kabar Tewasnya Bahrun Naim
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-17.99)   |   COMPOSITE 5783.33 (-162.95)   |   DBX 1064.04 (-3.52)   |   I-GRADE 168.858 (-6.35)   |   IDX30 499.932 (-20.46)   |   IDX80 131.904 (-5.05)   |   IDXBUMN20 373.781 (-16.94)   |   IDXG30 136.463 (-5.07)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-17.47)   |   IDXQ30 146.101 (-5.82)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.69)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.52)   |   IDXV30 127.988 (-5.61)   |   INFOBANK15 983.467 (-30.4)   |   Investor33 429.105 (-15.66)   |   ISSI 169.797 (-5.07)   |   JII 620.069 (-24.81)   |   JII70 213.196 (-7.42)   |   KOMPAS100 1177.3 (-40.52)   |   LQ45 920.112 (-35.48)   |   MBX 1606.46 (-51.44)   |   MNC36 321.125 (-12.05)   |   PEFINDO25 316.867 (-8.18)   |   SMInfra18 295.49 (-12.78)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-13.14)   |  

Polri Telusuri Kabar Tewasnya Bahrun Naim

Senin, 4 Desember 2017 | 10:12 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / YUD

Jakarta - Polri menelusuri informasi tewasnya tokoh utama kasus teror Bahrun Naim di Suriah. Informasi itu awalnya beredar dalam percakapan grup-grup jihad di dalam negeri.

"Sedang dicek oleh Densus (kebenarannya)," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Senin (4/12).

Kondisi Suriah yang dilanda konflik dengan ISIS membuat pengecekan tentu tak bisa cepat dan bahkan kadang buntu.

Namun, selama ini, polisi mengandalkan kroscek informasi itu dari menyadap informasi dari pembicaraan diantara jaringan teror seperti halnya dalam kematian Abu Jandal beberapa saat lalu.

Jika benar Naim tewas maka itu adalah pukulan besar bagi kelompok pro ISIS Indonesia di Suriah dan di dalam negeri. Sebab nama Naim selalu muncul dalam tiap peristiwa teror di tanah air belakangan ini.

Sebut saja aksi teror di Jl MH Thamrin, Jakarta, Januari 2015 lalu. Naim berobsesi mendirikan Khatibah Nusantara. Dia juga ingin menjadi leader untuk kelompok ISIS di Asia Tengah.

Naim yang bernama lengkap Muhammad Bachrunna’im Anggih Tamtomo itu muncul di radar Densus 88, ketika dia diketahui menyimpan ratusan amunisi di rumah kontrakannya di Jalan Kali Sampang RT 002 RW 003, Kampung Metrodranan, Kelurahan Pasar Kliwon, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta pada 2010 silam.

Saat dicokok detasemen berlambang Burung Hantu itu dia kedapatan menyimpan ratusan amunisi yang diantaranya adalah amunisi senapan serbu AK-47 yang merupakan titipan seseorang yang bernama Purnama Putra alias Ipung alias Uus.

Ipung merupakan terpidana penyembunyi Noordin M Top dan pengeboman Kedutaan Australia. Meski saat itu ditangkap Densus 88 karena menyembunyikan amunisi milik kelompok Noordin M Top, Naim yang pada masa kecilnya dipanggil Anggih ini, tak dijerat dengan UU Anti Terorisme.

Naim yang juga memiliki nama lain Abu Rayyan dan Abu Aisyah ini hanya dijerat dengan UU Darurat No 12/1951 tentang kepemilikan amunisi, senjata api, dan bahan peledak tanpa hak. Naim saat itu diganjar hukuman 2,5 tahun penjara.

Paska bebas, lelaki kelahiran Pekalongan 1983 tersebut menghabiskan waktunya di tempat usahanya yakni warnet (warung internet) yang berjarak sekitar dua kilometer dari kontakannya.

Usaha warnet itu dirintis Naim selepas dia menyelesaikan program D3 Ilmu Komputer (sekarang D3 Teknik Informatika) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret (FMIPA UNS).

Nama Naim kembali mencuat pertengahan Maret 2015 saat sepasang suami istri asal Demak mendatangi Polres Sukoharjo untuk melaporkan hilangnya seorang mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bernama Sri Lestari.

Mahasiswi Fakultas Farmasi itu belakangan diketahui diajak pergi Naim ke Suriah. Naim

pergi dengan paspor dari Kantor Imigrasi Surakarta di bulan Desember 2014.

Sejak di Suriah itulah Naim menjelma menjadi tokoh sentral yang mengendalikan dan memerintahkan sejumlah aksi teror di dalam negeri.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jambi Diselimuti Asap, Penerbangan Terganggu

Asap yang menyelimuti Kota Jambi dan sekitarnya diduga berasal dari pembakaran lahan dan pekarangan

NASIONAL | 4 Desember 2017

Buwas Tak Berencana Maju di Pilgub Jateng

Budi Waseso menegaskan bahwa dirinya masih mengabdi di BNN dan akan menuntaskan tugasnya hingga selesai.

NASIONAL | 4 Desember 2017

13 Juta Butir Pil PCC Berhasil Diamankan di Semarang

13 juta butir pil PCC siap edar berhasil diamankan dari pabrik yang berlokasi di Jalan Halmahera Raya, Kota Semarang, Jawa Tengah.

NASIONAL | 4 Desember 2017

Membaurkan Pemuda Lewat Membaca Kitab Suci Bersama

Secara bergantian perwakilan pemuda dari lintas agama membaca kitab masing-masing.

NASIONAL | 4 Desember 2017

Cuaca Ekstrem, Warga Bengkulu Diminta Waspadai Banjir dan Longsor

Cuaca ekstrem diperkirakan masih terus melanda wilayah Provinsi Bengkulu dan menimbulkan ancaman banjir dan tanah longsor.

NASIONAL | 4 Desember 2017

Empat Kecamatan di Pamekasan Terancam Banjir Rob

BPBD Pemkab Pamekasan, Jawa Timur telah menyampaikan peringatanan dini mengenai potensi adanya banjir rob di wilayah itu.

NASIONAL | 4 Desember 2017

Beberapa Maskapai Masih Batalkan Penerbangan ke Ngurah Rai

Dari data yang dirilis Humas Angkasa Pura I (AP I) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Minggu (3/12), ada sejumlah penerbangan yang dibatalkan.

NASIONAL | 4 Desember 2017

Gempa 3 SR Guncang Padang Sidempuan-Tapanuli Selatan

Gempa bumi berkekuatan 3 Skala Richter melanda wilayah Padang Sidempuan dan Tapanuli Selatan, Senin (4/12) dini hari.

NASIONAL | 4 Desember 2017

Wacana AHY Cawapres Jokowi, Demokrat: Komunikasi Mereka Bagus

"AHY pilihan anak muda ke depan menjadi regenerasi kepemimpinan nasional, AHY menjadi faktor penting siapa pun presidennya, termasuk Pak Jokowi," kata Hinca.

NASIONAL | 4 Desember 2017

Elektabilitas Prabowo di Bawah Jokowi, Fadli Zon Tetap Yakin Bosnya Menang

"Kalau Pak Prabowo tidak diharapkan oleh masyarakat, pasti surveinya tidak di nomor dua," kata Fadli Zon.

NASIONAL | 4 Desember 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS