KPK Tahan Bowo Sidik Pangarso
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

KPK Tahan Bowo Sidik Pangarso

Jumat, 29 Maret 2019 | 07:22 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan anggota Komisi VI dari Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso, Kamis (28/3) malam. Bowo yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (28/3/2019) dinihari dijebloskan ke sel tahanan setelah diperiksa intensif dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dari petinggi PT Humpuss Transportasi Kimia terkait distribusi pupuk PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG).

Bowo keluar dari ruang pemeriksaan di lantai dua Gedung KPK, Jakarta, Kamis (28/3/2019) malam sekitar pukul 22.50 WIB. Bowo terlihat telah mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dengan tangan diborgol. Dikawal sejumlah petugas KPK, Bowo berjalan menunduk menuju mobil tahanan yang telah menunggunya di pelataran Gedung KPK.

Calon legislatif (caleg) petahana Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah II itu pun tidak menggubris berbagai pertanyaan awak media. Mantan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I DPP Partai Golkar itu terus berjalan menerobos kerumunan awak media dan masuk ke mobil tahanan.

Sebelum Bowo, anak buahnya yang juga staf PT Inersia, Indung Karyawan keluar dari ruang pemeriksaan KPK. Sama seperti Bowo, Indung memilih bungkam dicecar pertanyaan oleh awak media.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Bowo dan Indung ditahan untuk 20 hari pertama di Rumah Tahanan KPK, Jakarta.

"Ditahan untuk 20 hari pertama," kata Febri saat dikonfirmasi.

Sementara Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti yang menjadi tersangka pemberi suap dijebloskan KPK ke Rutan Pondok Bambu. Seperti halnya Bowo dan Indung, Asty bakal mendekam di sel tahanan setidaknya selama 20 hari.

"AWI (Asty Winasti) ditahan selama 20 hari pertama di Rutan Pondok Bambu," kata Febri.

Diberitakan, KPK menetapkan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso dan anak buahnya, staf PT Inersia bernama Indung sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait distribusi pupuk. Selain Bowo dan Indung, KPK juga menjerat Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti sebagai tersangka. Para pihak tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa intensif usai ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (27/3) hingga Kamis (28/3) dinihari.

Kasus ini bermula saat PT Humpuss Transportasi Kimia berupaya kembali menjalin kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) untuk mendistribusikan pupuk PT Pupuk Indonesia menggunakan kapal-kapal PT Humpuss Transportasi Kimia. Untuk merealisasikan hal tersebut, PT Humpuss meminta bantuan Bowo Sidik Pangarso. Pada tanggal 26 Februari 2019 dilakukan MoU antara PT Pilog dengan PT Humpuss Transportasi Kimia. Salah satu materi MoU tersebut adalah pengangkutan kapal milik PT Humpuss Transportasi Kimia yang digunakan oleh PT Pupuk Indonesia.

Dengan bantuannya tersebut, Bowo meminta komitmen fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah US$ 2 per metric ton. Untuk merealisasikan komitmen fee ini, Asty memberikan uang sebesar Rp 89,4 juta kepada Bowo melalui Indung di kantor PT Humpuss Transportasi Kimia di Gedung Granadi, Jakarta, Rabu (27/3). Setelah proses transaksi, tim KPK membekuk keduanya.

Suap ini bukan yang pertama diterima Bowo dari pihak PT Humpuss Transportasi Kimia. Sebelumnya, Bowo sudah menerima sekitar Rp 221 juta dan US$ 85.130 dalam enam kali pemberian di berbagai tempat, seperti rumah sakit, hotel dan kantor PT Humpuss Transportasi Kimia. Uang yang diterima tersebut telah diubah menjadi pecahan Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu sebagaimana ditemukan tim KPK dalam amplop-amplop di sebuah kantor di Jakarta.

Selain dari Humpuss, KPK menduga Bowo juga menerima suap atau gratifikasi dari pihak lain. Saat OTT kemarin, tim Satgas KPK menyita uang sekitar Rp 8 miliar. Uang dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu itu dimasukkan dalam 400 ribu amplop dengan 84 kardus.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Bowo dan Indung disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan atau Pasal 12B UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 Ayat (1) ke-1 KUHP.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Siapkan Rp 8 M untuk "Serangan Fajar", Bowo Sidik Miliki Aset Rp 10,4 M

Uang Rp 8 miliar tersebut telah dimasukkan dalam 400.000 amplop untuk serangan fajar pada hari pencoblosan Pemilu 2019.

NASIONAL | 29 Maret 2019

Pertanian Harus Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

Gagasan lain yang coba diterapkan adalah menjual hasil tangkapan nelayan di koperasi.

NASIONAL | 28 Maret 2019

Bowo Sidik Kumpulkan Suap Rp 8 Miliar untuk Serangan Fajar Pemilu 2019

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk

NASIONAL | 28 Maret 2019

Legislator Golkar Tak Hanya Terima Suap dari Perusahaan Tommy Soeharto

Bowo Sidik Pangarso tak hanya menerima suap sebesar Rp 310 juta dan US$ 85.130 dari PT Humpuss Transportasi Kimia terkait distribusi pupuk PT Pupuk Indonesia.

NASIONAL | 28 Maret 2019

Sebut Jabatan Menteri untuk Sejumlah Petinggi Parpol, TKN: Prabowo Pertontonkan Politik Dagang Sapi

Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Rian Ernest menyayangkan pidato Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto soal posisi menteri kabinet

NASIONAL | 28 Maret 2019

Akui Mapping Preferensi Politik, Polri Punya Data Pemenang Pemilu?

Mabes Polri telah mengakui bila para kepala satuan wilayah (Kasatwil) melakukan pendataan preferensi politik pemilih di wilayahnya.

NASIONAL | 28 Maret 2019

Hendropriyono: Pemilu 2019, Pertarungan Ideologi Pancasila dan Khilafah

Mantan Kepala BIN Hendropriyono mengungkapkan, dalam Pemilu 2019 bakal terjadi pertarungan antara ideologi Pancasila dan ideologi khilfah

NASIONAL | 28 Maret 2019

Waskita Karya Gandeng Kodam Jaya Gelar Seminar Kebangsaan

Penyelenggaraan seminar ini diharapkan dapat membentuk karakter para siswa-siswi SMA.

NASIONAL | 28 Maret 2019

SPBE Hasilkan Efektivitas Birokrasi dan Tingkatkan Pelayanan Publik

Sepanjang 2018, Kementerian PANRB melakukan evaluasi penerapan SPBE terhadap 616 kementerian atau lembaga.

NASIONAL | 28 Maret 2019

Kuasa Hukum Bupati Terpilih Bogor Ditolak Masuk Ruang Sidang

Kuasa hukum Bupati Bogor terpilih, Ade Munawaroh Yasin dan Iwan Setiawan, tak bisa masuk dan mengintervensi sidang sengketa Pilkada d

NASIONAL | 28 Maret 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS