Jawab Klaim Nurmantyo, Menhan: TNI Tak Mungkin Ambil Uang Rakyat
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Jawab Klaim Nurmantyo, Menhan: TNI Tak Mungkin Ambil Uang Rakyat

Senin, 15 April 2019 | 20:07 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertahanan RI Ryamizad Ryacudu menegaskan bahwa TNI tidak mungkin mengambil uang rakyat untuk meningkatkan anggaran institusi tersebut, seperti kritik yang disampaikan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

"Sudah lah Gatot, anggaran pertahanan kita saat ini Rp 108 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya hanya Rp 50-60 triliun," kata Ryamizad di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Dia mengatakan TNI tidak mungkin mengambil uang rakyat untuk meningkatkan anggaran institusi tersebut.

Ryamizad mengatakan TNI merupakan tentara rakyat sehingga kebutuhan rakyat yang harus diutamakan.

"Kalau di India, militernya kuat namun rakyat banyak yang miskin, ketika musim panas mereka mati kepanasan, lalu saat musim dingin mereka mati kedinginan. Jangan sampai itu terjadi di Indonesia," ujarnya.

Dia menilai tidak tepat menomorduakan kepentingan rakyat karena pertahanan negara melawan ancaman nyata dan belum nyata.

Menurut dia, ancaman nyata tidak terlalu banyak seperti teroris, gempa bumi, dan narkoba dan ancaman belum nyata seperti perang besar yang kalau mau terjadi ada indikasi yang bisa diantisipasi.

"Masa TNI sebagai tentara rakyat, rakyat di nomor duakan, nomor satu adalah rakyat. India itu militernya nomor satu di Asia, tapi banyak rakyat tidak punya rumah, masa Indonesia mau seperti itu," katanya.

Sebelumnya, mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengkritisi TNI, dari sisi anggaran dan pengisian jabatan.

Gatot Nurmantyo mencontohkan pencopotan Mayjen TNI Ilyas Alamsyah Harahap dari jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI.

"Begitu saya turun, semua yang terbaik dicabut. Kepala Badan Intelijen Strategis Mayjen TNI Ilyas, dia yang menyelesaikan Poso, tapi justru dicopot sekarang tanpa jabatan," katanya.

Gatot juga menilai anggaran TNI saat ini berada dalam situasi yang tidak memadai. Menurut dia, institusi TNI yang terdiri dari tiga matra, yaitu darat, laut, dan udara, memiliki lebih dari 455 ribu personel.

TNI dengan departemen pertahanan, markas besar, ratusan pesawat terbang tempur, ratusan kapal perang, ribuan tank, dan senjata berat, hanya mendapat anggaran sebesar Rp 6 triliun.

Dia mengatakan anggaran itu dibagi-bagi dan departemen pertahanan hanya mendapatkan Rp 1 triliun, tiga matra masing-masing mendapatkan Rp1 triliun lebih, dan Markas Besar TNI Rp 900 miliar.

Gatot membandingkan dengan institusi lain yang tidak mempunyai pesawat tempur, senjatanya pendek, dan hanya memiliki sedikit senjata panjang serta jumlah personel tidak sampai 3.000 namun anggarannya mencapai Rp 4 triliun.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kapolda Sumut Pastikan Situasi Kamtibmas Kondusif

Ratusan petugas kepolisian diperbantukan melakukan pengamanan pemilu.

NASIONAL | 15 April 2019

Polda Sumut Masih Tahan 2 Tersangka Hoax Surat Suara

Penyidik masih menyiapkan berkas pemeriksaan tersangka hoax.

NASIONAL | 15 April 2019

Sengketa Hasil Pemilu 2019 Diprediksi Lebih Banyak

Gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK) diprediksi akan meningkat dibanding Pemilu 2014.

NASIONAL | 15 April 2019

Tabrakan Beruntun di Mempawah Melukai 18 Orang

Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan lintas negara Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, menyebabkan 18 orang cedera.

NASIONAL | 15 April 2019

Kementan Uji Coba Perdana Bahan Bakar Biodiesel B100

Kementerian Pertanian menggelar soft launching uji coba perdana bahan bakar Biodiesel B100.

NASIONAL | 15 April 2019

KPK Perpanjang Masa Penahanan Bowo Sidik

KPK memperpanjang masa penahanan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso.

NASIONAL | 15 April 2019

Distribusi Logistik Pemilu di Sumut Berlangsung Lancar

KPU Sumut berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan dibantu TNI.

NASIONAL | 15 April 2019

Pemerintah Akan Bentuk Super Holding, Ini Penjelasan Rini Soemarno

Super holding BUMN merupakan holding yang menaungi holding-holding BUMN yang sudah terbentuk.

NASIONAL | 15 April 2019

Penyebar Hoax Tujuh Kontainer Suara Segera Disidang

Para tersangka pelaku hoax tujuh kontainer kotak suara adalah Mujiman, Sugiyono, Titi Setiawati dan Suroso.

NASIONAL | 15 April 2019

250 Brand Beri Diskon Sampai 50% Untuk Yang Mencoblos

KlingKing Fun merupakan program pemberian diskon khusus untuk pemilih yang telah mencoblos.

NASIONAL | 15 April 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS