KPK Periksa Komisaris Humpuss Transportasi Kimia
INDEX

BISNIS-27 491.129 (11.99)   |   COMPOSITE 5612.42 (112.33)   |   DBX 1062.36 (4.11)   |   I-GRADE 161.886 (4.37)   |   IDX30 478.794 (12.21)   |   IDX80 126.714 (3.02)   |   IDXBUMN20 355.426 (9.57)   |   IDXG30 131.028 (2.32)   |   IDXHIDIV20 432.126 (9.85)   |   IDXQ30 139.823 (3.69)   |   IDXSMC-COM 243.691 (3.69)   |   IDXSMC-LIQ 294.252 (6.8)   |   IDXV30 122.487 (4.61)   |   INFOBANK15 946.8 (29.41)   |   Investor33 412.464 (10.19)   |   ISSI 165.112 (2.43)   |   JII 597.802 (9.53)   |   JII70 206.187 (3.44)   |   KOMPAS100 1134.88 (27.52)   |   LQ45 883.061 (21.77)   |   MBX 1552.46 (34.83)   |   MNC36 308.511 (7.09)   |   PEFINDO25 308.232 (9)   |   SMInfra18 281.756 (5.87)   |   SRI-KEHATI 352.482 (8.96)   |  

KPK Periksa Komisaris Humpuss Transportasi Kimia

Kamis, 16 Mei 2019 | 10:16 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Komisaris PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Theo Lykatompesy, Kamis (16/5/2019). Theo bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap kerja sama pengangkutan distribusi pupuk. Tim penyidik memeriksa Theo untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk AWI (Asty Winasti)," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Tak hanya Theo, tim juga menjadwalkan memeriksa Manager Keuangan PT HTK, Mashud‎ Masdjono. Anak buah Theo itu juga akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Asty.

Peran dan kepentingan Humpuss Transportasi Kimia dalam kasus suap ini tergambar jelas. KPK sejak awal menduga PT Humpuss Transportasi Kimia mendekati dan bahkan menyuap anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso agar kembali mendapat kontrak kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) untuk pengangkutan.

Kontrak kerja sama antara Humpuss Transportasi Kimia dengan PT Pilog menjadi salah satu hal yang didalami penyidik. PT Humpuss Transportasi Kimia merupakan anak usaha dari PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS), salah satu unit bisnis Humpuss Grup milik Tommy Soeharto Ketua Umum Partai Berkarya yang juga putra Presiden ke-2 RI Soeharto.

Diberitakan, KPK menetapkan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso dan anak buahnya, staf PT Inersia bernama Indung sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait distribusi pupuk. Selain Bowo dan Indung, KPK juga menjerat Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti sebagai tersangka. Para pihak tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa intensif usai ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (27/3/2019) hingga Kamis (28/3/2019) dinihari.

Kasus ini bermula saat PT Humpuss Transportasi Kimia berupaya kembali menjalin kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) untuk mendistribusikan pupuk PT Pupuk Indonesia menggunakan kapal-kapal PT Humpuss Transportasi Kimia. Untuk merealisasikan hal tersebut, PT Humpuss meminta bantuan Bowo Sidik Pangarso. Pada tanggal 26 Februari 2019 dilakukan MoU antara PT Pilog dengan PT Humpuss Transportasi Kimia. Salah satu materi MoU tersebut adalah pengangkutan kapal milik PT Humpuss Transportasi Kimia yang digunakan oleh PT Pupuk Indonesia.

Dengan bantuannya tersebut, Bowo meminta komitmen fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah US$ 2 per metric ton. Untuk merealisasikan komitmen fee ini, Asty memberikan uang sebesar Rp 89,4 juta kepada Bowo melalui Indung di kantor PT Humpuss Transportasi Kimia di Gedung Granadi, Jakarta, Rabu (27/3). Setelah proses transaksi, tim KPK membekuk keduanya.

Suap ini bukan yang pertama diterima Bowo dari pihak PT Humpuss Transportasi Kimia. Sebelumnya, Bowo sudah menerima sekitar Rp 221 juta dan US$ 85.130 dalam enam kali pemberian di berbagai tempat, seperti di rumah sakit, hotel dan kantor PT Humpuss Transportasi Kimia.

Selain dari Humpuss, KPK menduga Bowo juga menerima suap atau gratifikasi dari sejumlah perusahaan lain. Saat OTT, tim Satgas KPK menyita uang sekitar Rp 8 miliar. Uang dalam pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu itu dimasukkan dalam 400 ribu amplop dengan 82 kardus dan dua boks kontainer. Ratusan ribu amplop tersebut diduga disiapkan Bowo untuk serangan fajar pada hari pencoblosan Pemilu 2019.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pejabat Kempupera Didakwa Terima Gratifikasi untuk Proyek Air Minum di Istana

Anggiat menerima gratifikasi Rp 500 juta dari Olly Yusni Ariani yang menggarap proyek SPAM di Istana Merdeka.

NASIONAL | 16 Mei 2019

Kasus Eggi Sudjana, Polisi Panggil Bachtiar Nasir

Bachtiar Nasir dipanggil penyidik Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan sebagai saksi untuk kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana.

NASIONAL | 16 Mei 2019

Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Sejauh 1.200 M

Gunung Merapi meluncurkan satu kali guguran lava pijar pada Kamis dengan jarak luncur 1.200 meter, Kamis (16/5/2019).

NASIONAL | 16 Mei 2019

Di Swiss, JK Dapat Kue Ultah Spesial dari Doni Monardo

Di sela-sela kunjungan kerja ke Jenewa, Swiss, Wapres Jusuf Kalla mendapat kejutan ucapan selamat dan kue ulang tahun dari Ketua BNPB Doni Monardo

NASIONAL | 16 Mei 2019

BMKG: Cuaca Dua Hari Mendatang Masih Berpotensi Hujan Lebat

BMLG mengimbau masyarakat untuk waspada karena 15-17 Mei 2019 akan terjadi potensi hujan lebat di sebagian wilayah Indonesia.

NASIONAL | 16 Mei 2019

Kasus Bowo Sidik, KPK Bakal Periksa Nusron Wahid

Bowo mengaku diperintahkan Nusron yang merupakan koleganya di Partai Golkar menyiapkan 400 ribu amplop untuk 'serangan fajar' Pemilu 2019.

NASIONAL | 16 Mei 2019

Pejabat Kempupera Terima Suap dan Gratifikasi dalam 15 Mata Uang

Anggiat selaku Kasatker di Satker SPAM Provinsi Maluku Utara, menerima "fee" dari PT WKE sebesar Rp 1,13 miliar secara bertahap.

NASIONAL | 16 Mei 2019

Tolak Pilpres, tetapi Terima Pileg 2019, Ada Apa?

Jangan membangun opini tanpa berdasarkan data dan fakta karena menimbulkan kegaduhan.

NASIONAL | 16 Mei 2019

Bantah Bahas Proyek, Idrus Marham: Bertemu Sofyan Basir Bahas Politik

“Ketika saya bertemu dengan Pak Sofyan itu saya bicara masalah politik kehidupan kebangsaan,” jelas mantan Mensos Idrus Marham.

NASIONAL | 15 Mei 2019

KPK Tindaklanjuti Laporan Dugaan Jual-Beli Jabatan Rektor

"Jadi KPK memang perlu diklarifikasi lagi, tetapi (KPK) banyak mendapat laporan sistem pemilihan rektor itu mempunyai potensi-potensi korupsi seperti itu."

NASIONAL | 15 Mei 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS