KPK Sita Tanah dan Bangunan Milik Rita Widyasari
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

KPK Sita Tanah dan Bangunan Milik Rita Widyasari

Rabu, 24 Juli 2019 | 19:23 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi terus melacak dan menyita sejumlah aset milik mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari yang telah menyandang status tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Pada hari ini, tim penyidik menyita sebuah tanah dan bangunan milik Rita di Samarinda, Kalimantan Timur. Aset tersebut disita tim penyidik lantaran diduga berasal dari tindak pidana korupsi yang dilakukan Rita.

"Penyidik melakukan penyitaan terhadap aset tersangka. Aset yang disita berupa tanah dan bangunan di Villa Tamara, Samarinda," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Penyitaan ini dilakukan penyidik seiring pemeriksaan terhadap enam orang saksi. Salah satunya pengusaha Mitra Kukar, Roni Fauzan. Mantan manajer klub sepakbola Mitra Kukar itu diperiksa tim penyidik di Gedung KPK, Jakarta. Sementara lima saksi lainnya diperiksa di Mapolresta Samarinda.

"Pemeriksaan terhadap lima orang saksi dilakukan di Aula Mapolresta Samarinda," kata Febri.

Sebelumnya, dalam penyidikan kasus TPPU yang menjerat Rita Widyasari dan Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin ini, KPK telah menyita sejumlah aset milik Rita yang nilainya ditaksir mencapai Rp 70 miliar. Aset itu terdiri dari rumah, tanah, apartemen, mobil dan sejumlah barang mewah lainnya.

KPK memastikan terus melacak aset-aset Rita lain yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi. Diduga masih ada hasil rasuah lain yang disamarkan politikus Golkar tersebut.

Diketahui, KPK menjerat Rita dan Khairudin atas tiga kasus korupsi, yakni suap, gratifikasi dan pencucian uang. Dalam kasus suap, Rita diduga menerima suap sebesar Rp 6 miliar dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun alias Abun untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit PT Sawit Golden Prima di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman.

Sementara, dalam kasus gratifikasi, Rita dan Khairuddin diduga menerima gratifikasi senilai Rp 436 miliar terkait dengan sejumlah proyek di Kabupaten Kukar selama menjabat sebagai Bupati Kukar periode 2010-2015 dan 2016-2021.
Rita dan Khairudin telah divonis bersalah atas kasus suap dan gratifikasi ini. Rita dihukum 10 tahun pidana penjara dan denda Rp 600 juta subsider enam bulan kurungan, sementara Khairudin dihukum delapan tahun pidana penjara dan denda Rp 300 juta subsider enam bulan kurungan.

Dalam pengembangan kasus dugaan gratifikasi dan suap ini, Rita dan Khairudin ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Keduanya diduga telah mencuci atau menyamarkan Rp 436 miliar yang diterima mereka terkait fee proyek, fee perizinan, dan fee pengadaan lelang barang dan jasa dari APBD selama Rita menjabat sebagai Bupati Kukar.

Penyamaran ini dilakukan keduanya dengan membelanjakan sejumlah aset dan barang menggunakan nama orang lain. Dalam mengusut kasus pencucian uang ini, tim penyidik telah menyita sejumlah aset dan barang mewah Rita yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi. Beberapa barang mewah itu, di antaranya, 36 buah tas. Puluhan tas itu terdiri dari berbagai merek terkenal seperti Channel, Prada, Bulgari, Hermes, Celine dan lainnya.

Selain itu, tim penyidik juga telah menyita 19 pasang sepatu mewah milik Rita yang terdiri dari berbagai merek seperti Gucci, Louis Vuitton, Prada, Channel, Hermes dan, lainnya. Tak hanya tas dan sepatu, tim penyidik juga telah menyita sejumlah perhiasan mewah milik Rita.

Terdapat sekitar 103 perhiasan emas dan berlian berupa kalung, gelang dan cincin, 32 buah jam tangan berbagai merek seperti Gucci, Tissot, Rolex, Richard Mille, Dior dan lainnya.

Tim penyidik juga telah menyita sejumlah aset Rita, yakni tiga mobil mewah yang terdiri dari satu unit Toyota Vellfire, satu unit Ford Everest dan satu unit Toyota Land Cruiser. Bahkan, tim penyidik menyita dua unit apartemen milik Rita di Balikpapan.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

UPH dan Kementerian PUPR Gelar Pameran Poster

Pameran menampilkan sejumlah hasil dari kegiatan riset akademisi dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, baik dari komunitas, industri akademik, maupun CSR.

NASIONAL | 24 Juli 2019

Jejaki Dana ISIS-JAD, Polri Panggil Perwakilan Dubes

Mabes Polri akan berkoordinasi dengan sejumlah negara sahabat terkait transfer dana teror yang diterima Saefulah alias Dahniel alias Chaniago.

NASIONAL | 24 Juli 2019

Ketua Fraksi Golkar DPRD Jambi Mangkir Pemeriksaan KPK

Sufardi Nurzain mangkir atau tidak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (24/7/2019).

NASIONAL | 24 Juli 2019

Sambut Hari Anak, First Media Hibur Anak-anak Panti Asuhan

PT Link Net Tbk (LINK) dengan brand First Media, berbagi kebahagiaan bersama dengan 94 anak-anak penghuni Panti Asuhan Pondok Kasih Agape Cilincing, Jakarta

NASIONAL | 24 Juli 2019

KPK Kembali Perpanjang Penahanan Romy

Masa penahanan Romy diperpanjang selama 30 hari terhitung sejak 25 Juli 2019.

NASIONAL | 24 Juli 2019

UI Revitalisasi Sarana Olahraga di Kampus

UI merevitalisasi sejumlah fasilitas olahraga yang ada di lingkungan kampus hingga menjadi berstandar internasional.

NASIONAL | 24 Juli 2019

Komisi III Setujui Pemberian Amnesti untuk Baiq Nuril

Komisi III DPR RI menyetujui pertimbangan pemberian amnesti kepada Baiq Nuril.

NASIONAL | 24 Juli 2019

Gubernur Kepri Tidak Ajukan Penangguhan Penahanan

Andi Nasrun, pengacara gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun, menyatakan tidak mengajukan penangguhan penahanan terhadap kliennya.

NASIONAL | 24 Juli 2019

Polri Ambil Pendekatan Lunak Tangani Konflik Mesuji

Mesuji dinilai punya catatan sejarah yang berbeda.

NASIONAL | 24 Juli 2019

Persoalan Ketimpangan Agraria Dinilai Belum Dituntaskan

Ketimpangan agraria selalu paralel dengan ketimpangan aset keuangan.

NASIONAL | 24 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS