Menristekdikti Dorong Rektor Asing Masuk Universitas Swasta Lebih Dulu
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Menristekdikti Dorong Rektor Asing Masuk Universitas Swasta Lebih Dulu

Senin, 19 Agustus 2019 | 16:05 WIB
Oleh : YUD

Jakarta,Beritasatu.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mendorong rektor asing masuk ke perguruan tinggi swasta terlebih dulu, tidak langsung masuk ke perguruan tinggi negeri.

"Saya akan dorong universitas swasta bisa masuk dulu," kata Mohamad Nasir di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/8/2019).

Ia mengatakan bahwa regulasi terkait pengangkatan rektor di perguruan tinggi swasta tidak terlalu ketat seperti di perguruan tinggi negeri. "Lha kalau swasta terserah yayasan, itu bisa dibentuk, terserah universitas swasta," katanya.

Menurut Nasir, saat ini pemerintah sedang menyiapkan regulasi dan perubahan regulasi terkait pengangkatan rektor dari luar negeri.

"Ini sedang kami siapkan, regulasinya sedang kami perbaiki, tadi sudah saya sampaikan kepada Bapak Presiden, nanti seperti apa," katanya.

Berkenaan dengan penetapan rektor asing, Menristekdikti mengatakan, ada 16 peraturan pemerintah yang harus direvisi.

"Ini mau kita freeze menjadi satu peraturan, memasukkan dalam seleksi itu tidak hanya dari dalam negeri, tidak hanya dari PNS, bisa dari non-PNS, orang asing, yang punya reputasi yang baik, punya network (jaringan)," katanya.

Dia juga mengatakan, kalau penyiapan dan revisi regulasi dapat diselesaikan tahun 2019 maka tahun 2020 regulasi terkait pengangkatan rektor asing sudah bisa mulai dijalankan.

"Mudah-mudahan dalam periode ini bisa saya launching swasta yang sudah jalan," katanya.

Ia menyebutkan bahwa jaringan, pengalaman riset, pengalaman memimpin perguruan tinggi, dan reputasi sangat penting dalam upaya mengangkat perguruan tinggi biasa ke peringkat 200 besar dunia.

"Singapura punya pengalaman, NTU berdiri 1981, sekarang masuk 12 besar dunia, Arab Saudi, dari 800 sekarang sudah masuk 189 dunia. Ini karena mereka dari orang asing banyak, 40 persen dari asing, rektor dan dosennya, kita masih sangat jauh," katanya.

Ia bahkan menyebut bahwa di Indonesia masih banyak alergi dengan yang berhubungan dengan asing, padahal di dunia perguruan tinggi kolaborasi dengan pihak internasional merupakan hal biasa.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

AGP AGN Gelar HUT RI di 46 Lokasi

Artha Graha Peduli (AGP) Artha Graha Network (AGN) serentak mengadakan HUT Kemerdekaan RI di 46 titik di seluruh Indonesia

NASIONAL | 19 Agustus 2019

TPNPB-OPM Bertanggung Jawab atas Penembakan 2 Anggota TNI di Nduga

Panglima Daerah Kodap III TPNPB-OPM Ndugama, Bridgen Egianus Kogeya, bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

NASIONAL | 19 Agustus 2019

Lakukan Donasi Tepat untuk Indonesia Sehat lewat Pedulisehat.id

Pedulisehat.id adalah satu-satunya platform yang dapat mendukung GoPay, OVO, dan Linkaja secara bersamaan.

NASIONAL | 13 Agustus 2019

Ribuan Warga Kaltara Ramaikan Jalan Sehat BUMN

Jalan sehat diikuti sekitar 5.000 peserta.

NASIONAL | 18 Agustus 2019

KLHK Sebut Karhutla Masih Bisa Dikendalikan

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyebutkan dari fluktuasi titik panas yang ada saat ini, Karhutla masih bisa dikendalikan.

NASIONAL | 19 Agustus 2019

Pertamina Harus Tata Kembali Peran dalam Pengelolaan Migas

Fahmy juga menyebut cadangan minyak di Blok Mahakam, begitu juga di Blok Rokan dan Blok Koridor masih besar.

NASIONAL | 17 Agustus 2019

Kapolri: Situasi di Papua Barat Berangsur Kondusif

Kepada masyarakat Papua, Tito yang pernah menjadi Kapolda Papua itu meminta untuk tidak mudah terpancing dengan berita yang tidak benar.

NASIONAL | 19 Agustus 2019

Eva Bande: Terjadi Ekspansi Ilegal Perkebunan Kelapa Sawit di Suaka Margasatwa Bangkiriang

Eva menandaskan bahwa telah ditemukan fakta bahwa PT KLS telah mengalihfungsikan seluas 562,08 hektare menjadi perkebunan sawit di dalam kawasan tersebut.

NASIONAL | 19 Agustus 2019

Gubernur Jatim Minta Maaf kepada Warga Papua Atas Kejadian di Surabaya dan Malang

Khofifah juga menyampaikan bahwa untuk meredam kejadian agar tidak semakin meluas, Gubernur Papua Lukas Enembe berencana berkunjung ke Jatim.

NASIONAL | 19 Agustus 2019

ALDP Kecam Persekusi Mahasiswa Papua

ALDP menyerukan kepolisian harus menindak tegas pelaku tindakan rasial, stigmatisasi, penganiayaan serta pengeroyokan terhadap mahasiswa Papua.

NASIONAL | 19 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS