Pakar: Peningkatan Aktivitas Gunung Slamet Tak Perlu Dikhawatirkan
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Pakar: Peningkatan Aktivitas Gunung Slamet Tak Perlu Dikhawatirkan

Senin, 16 September 2019 | 11:07 WIB
Oleh : YUD

Purwokerto, Beritasatu.com - Pakar geologi Surono menilai peningkatan aktivitas Gunung Slamet yang berada di antara Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Brebes, dan Tegal, Jawa Tengah, bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

"Saya dari dulu ngomong Gunung Slamet, slamet (selamat) orangnya, slamet gunungnya, begitu saja. Enggak sesuatu yang harus dihebohkan atau dikhawatirkan," katanya saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (16/9/2019).

Pria yang akrab disapa Mbah Rono itu mengatakan kondisi Gunung Slamet setiap kali mengalami peningkatan aktivitas memang seperti sekarang ini.

Dalam hal ini, aktivitas kegempaan Gunung Slamet yang berstatus waspada (Level II) sejak tanggal 9 Agustus 2019 cenderung menunjukkan gempa embusan dan tremor menerus.

"Paling nanti kalau meletus (berupa) semburan-semburan material pijar, tidak perlu dikhawatirkan," katanya.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya periodisasi dalam peningkatan aktivitas Gunung Slamet, dia mengatakan hal itu bisa saja terjadi dan bisa juga tidak ada periodisasi.

Berdasarkan catatan Antara, Gunung Slamet pernah mengalami peningkatan aktivitas pada tahun 2008-2009 dan setelah kembali normal, aktivitasnya kembali meningkat pada tahun 2014 dan selanjutnya kembali normal hingga akhirnya meningkat lagi pada tahu 2019.

"Nyatanya Gunung Merapi biasanya dua tahunan-empat tahunan, ya sampai sekarang dari tahun 2010 ya begini-begini saja lah. Ya bergantung gunungnya saja, bisa empat tahunan, bisa ini, tergantung lah karena yang namanya alam itu ya, boleh dikatakan seperti itu, boleh dikatakan ya karepnya gunungnya kapan meletusnya, begitu saja," kata mantan Kepala Badan Geologi itu.

Saat dihubungi secara terpisah, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Slamet, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, Sukedi mengatakan aktivitas Gunung Slamet sejak berstatus waspada (Level II) pada tanggal 9 Agustus 2019 hingga saat ini masih fluktuatif.

"Kondisinya masih flutuatif. Dalam kondisi seperti ini, berarti aktivitas masih sedang berlangsung dan kita masih mengikuti kondisi seperti ini, apakah yang akan terjadi," katanya.

Ia mengakui sejak Gunung Slamet mengalami peningkatan aktivitas, pihaknyanya harus lebih intensif melakukan pengamatan ketika amplitudo tremor menerusnya naik seperti sekarang.

Akan tetapi ketika amplitudo tremor menerusnya turun, kata dia, hal itu bukan berarti normal karena bisa jadi sebagai suatu langkah gunung api tersebut dalam meningkatkan aktivitasnya, apakah akan diakhiri dengan sebuah letusan ataukah kembali ke normal.

Dia mengakui jika dalam beberapa hari terakhir, amplitudo tremor menerus yang terjadi di Gunung Slamet dominan pada angka 0,5 milimeter dan pada hari Senin (16/9), pukul 00.00-06.00 WIB, dominan 2 milimeter.

"Sejak peningkatan aktivitas, amplitudo tremor menerus tertinggi sempat mencapai 5 milimeter. Kami ikuti terus perkembangannya dan sampai saat ini, Gunung Slamet masih berstatus waspada," katanya.

Lebih lanjut, Sukedi mengatakan tremor menerus tersebut menunjukkan bahwa adanya aktivitas gempa dangkal.

"Jika aktivitas gempa dangkal itu mampu didorong oleh energi magma, itu mungkin baru akan keluar. Tetapi ketika masih kondisi seperti ini, ya berhenti pada dasar permukaan kawah," katanya.

Sementara untuk gempa embusan, kata dia, terjadi akibat pelepasan gas yang ada di dasar permukaan kawah dan ketika mampu didorong oleh energi magma, kemungkinan akan terjadi letusan freatik.

Ia mengatakan hingga saat ini, deformasi atau perubahan bentuk pada Gunung Slamet juga masih terjadi. "Deformasi masih terjadi, penggelembungannya masih tampak," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya hingga saat ini masih merekomendasikan agar masyarakat atau wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah puncak Gunung Slamet.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ikal PPSA XXI Lemhannas Dukung Pimpinan KPK Terpilih

KPK yang akan dipimpin Firli Bahuri menghadapi tantangan yang sangat berat sejak proses penetapan capim KPK terpilih.

NASIONAL | 16 September 2019

Kembalikan Mandat, Agus Justru Lantik Sekjen dan Direktur Penuntutan

Dalam situasi seperti saat ini, KPK membutuhkan kekompakan dan kesolidan.

NASIONAL | 16 September 2019

DPR Gelar Paripurna Pengesahan Pimpinan KPK Terpilih

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dijadwalkan akan menggelar rapat paripurna untuk mengesahkan 5 pimpinan KPK terpilih, Senin (16/9/2019).

NASIONAL | 16 September 2019

Setara: Masa Depan KPK Bergantung Dewan Pengawas

Jika Dewan Pengawas mengurusi banyak hal, termasuk mekanisme penyadapan maka masa depan KPK akan suram.

NASIONAL | 16 September 2019

Cabup Alor Gugat Gugat SK Kemdagri Soal Pengangkatan Cabup Cawabup

Persidangan besok mengagendakan mendengar keterangan kesaksian ahli yang diajukan penggugat, yakni guru besar Fakultas Hukum UI Anna Erliyana.

NASIONAL | 16 September 2019

Rapat Paripurna DPR Akan Setujui Pimpinan KPK Terpilih

Beberapa agenda pada rapat paripurna tersebut di antaranya menyetujui lima pimpinan KPK yang sebelumnya sudah dipilih oleh Komisi III.

NASIONAL | 16 September 2019

Bandara Supadio Masih Terganggu Kabut Asap

Kabut asap mengakibatkan belum ada pesawat yang diizinkan mendarat di Bandara Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

NASIONAL | 16 September 2019

Kabut Asap, Jemaah Haji Bulungan Pulang Lewat Darat

Sebanyak 156 jemaah haji asal Bulungan memutuskan pulang melalui jalan darat setelah kabut asap mengganggu penerbangan ke Tarakan.

NASIONAL | 16 September 2019

Kabut Asap, Singkawang Liburkan Kegiatan Belajar

Kegiatan belajar mengajar diliburkan pada 16 hingga 18 September guna menghindari dampak buruk dari kabut asap.

NASIONAL | 16 September 2019

Selamatkan Pohon Langka, IPB dan Alumni Giatkan GNKPLN

Komitmen IPB untuk menjadi perguruan tinggi berkelanjutan (sustainable university).

NASIONAL | 16 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS