Keracunan Massal Kembali Terjadi di Sukabumi
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Keracunan Massal Kembali Terjadi di Sukabumi

Selasa, 17 September 2019 | 09:41 WIB
Oleh : YUD

Sukabumi, Beritasatu.com- Kasus keracunan massal di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat kembali terjadi, kali ini puluhan warga di Kedusunan Ciangkrek, Kampung Babakan diduga keracunan makanan dari salah satu warga yang mengadakan acara hajatan pernikahan.

"Dari hasil pendataan petugas kami yang di lapangan ada 65 warga Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan yang menjadi korban keracunan, tiga diantaranya harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Selasa (17/9/2019).

Informasi yang dihimpun, keracunan massal tersebut terjadi usai warga menyantap hidangan di acara resepsi pernikahan, namun sekitar pukul 17.30 WIB pada Senin, (16/9/2019) satu persatu warga mengeluh pusing, mual, muntah dan kerap bolak balik buang air besar.

Bahkan, hingga saat ini jumlah warga yang mengalami gejala keracunan terus bertambah. Namun, karena akses permukiman warga yang sulit ditembus kendaraan bermotor ditambah minimnya lampu penerangan dan sinyal atau jaringan alat komunikasi sehingga menjadi kendala petugas gabungan untuk mengevakuasi korban.

Namun, hingga Selasa, (17/9) sebagian warga yang menjadi korban keracunan sudah berangsur membaik. Tapi, karena jumlahnya cukup banyak pihaknya membutuhkan pelbet, obat-obatan dan air minum.

"Lokasi cukup jauh dari jalan utama sekitar tujuh kilometer, tetapi petugas medis sudah tiba di lokasi dan memberikan pengobatan kepada warga yang mengalami gejala keracunan," tambahnya.

Daeng mengatakan dalam penanganan kasus keracunan massal ini pihaknya juga berkoordinasi dengan unsur kepolisian, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja, Muspika Simpenan dan pemerintah desa setempat.

Selain itu, sebanyak 11 unit mobil ambulans dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, puskesmas serta ambulans desa disiagakan untuk sewaktu-waktu digunakan dalam mengevakuasi warga.

Petugas pun saat ini masih melakukan evaluasi dan penanganan ke lokasi dan tim dari dinas kesehatan mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal tersebut.

Sebelumnya, sebanyak 65 warga Kampung Pangkalan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang mayoritas merupakan anak-anak mengalami keracunan usai menyantap nasi uduk yang dibagikan dari salah seorang warga usai acara tahlilan (11/9).

BPBD pun mengimbau kepada warga apabila terdapat kejadian serupa ataupun lainnya dapat menghubungi call center di (0266) 6323717. Sementara untuk perkembangan kasus ini, informasi selanjutnya akan dilakukan update secara berkala apabila terdapat laporan tambahan.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Usai Salat Istiska, Presiden Tinjau Lokasi Karhutla

Presiden melakukan salat minta hujan sebelum meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.

NASIONAL | 17 September 2019

Arminsyah Berkomitmen Terus Majukan Kejaksaan

Dalam membangun Kejaksaan, ia tetap merujuk kepada kebijakan pemerintah. Menurut dia, kebijakan Presiden Joko Widodo harus dilaksanakan dengan baik.

NASIONAL | 17 September 2019

Dorong Hujan Buatan BPPT Semai Kapur Tohor Aktif

BPPT akan menggunakan kapur tohor aktif (CaO) sebagai bahan semai untuk mendorong pertumbuhan awan dalam upaya menciptakan hujan buatan.

NASIONAL | 17 September 2019

DPR dan Pemerintah Sepakati Dewan Pengawas KPK Dipilih Presiden

Anggota Dewan Pengawas KPK berjumlah lima orang.

NASIONAL | 17 September 2019

Menkumham: Dewan Pengawas Bagian Internal KPK

Menkumham menyatakan bahwa Dewan Pengawas KPK nantinya akan ditunjuk Presiden dan merupakan bagian internal dari lembaga tersebut.

NASIONAL | 17 September 2019

Bareskrim Tangkap Tiga Pembuat Mi Berformalin

Formalin digunakan agar mi awet.

NASIONAL | 17 September 2019

Polisi dan Jaksa Ada Pengawas, Harusnya KPK Juga

"Seorang kepala negara saja mesti diawasi kinerjanya. Coba bayangkan.”

NASIONAL | 17 September 2019

PSI Minta Bupati dan Gubernur Ikut Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Mengatasi kebakaran hutan gambut tidak sama dengan mengatasi kebakaran hutan biasa.

NASIONAL | 17 September 2019

Tito Sulistio Tekankan Pentingnya Peningkatan Keahlian Auditor

Auditor perlu memiliki kemampuan khusus, misalnya mengaudit bidang energi.

NASIONAL | 16 September 2019

Massa Kembali Sambangi Gedung KPK

Ada yang mengenakan seragam SD sebagai simbol pemberantasan korupsi yang harus dilakukan sejak dini.

NASIONAL | 16 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS