Bunga Langka Rafflesia Kembali Merekah di Kebun Raya Bogor
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Bunga Langka Rafflesia Kembali Merekah di Kebun Raya Bogor

Selasa, 17 September 2019 | 09:55 WIB
Oleh : Vento Saudale / YUD

Bogor, Beritasatu.com - Bunga langka Rafflesia Patma kembali mekar di Kebun Raya Bogor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Bunga tersebut mekar untuk ke-14 kali sejak pertama mekar tahun 2010.

Peneliti Rafflesia Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI Sofi Mursidawati mengungkapkan bahwa Rafflesia Patma merupakan tumbuhan endemik asal Pangandaran yang bersifat parasit atau berkembangbiak dalam tubuh inangnya sejenis anggur hutan atau menempel Tetrastigma.

Bunga ini mekar hanya dalam hitungan hari, biasanya 2-3 hari saja kemudian akan layu dan mati. Artinya hanya dalam rentang waktu itu kesempatan membantu penyerbukan bisa dilakukan. Itupun bila bunga jantan dan betina ada dan mekar bersamaan.

"Proses penyerbukan yang diawali bau busuk itu akan terjadi bila ada serangga yang membantunya mengangkut serbuk sari dari hunga jantan ke bunga betina. Bau inilah yang mengundang kehadiran lalat sebagai hewan penyerbuk agar terjadi proses pembuahan. Hanya lalat jenis tertentu saja yang dapat melakukan penyerbukan bunga patma," beber Sofi, Senin (16/9/2019).

Dari total 12 knop atau bakal calon yang ada, 3 knop diantaranya diperkirakan akan mekar dalam beberapa minggu ke depan. "Harapannya bunga itu bisa mekar bersamaan dan memunculkan bunga jantan dan betina sekaligus, supaya bisa dibantu proses penyerbukannya," tuturnya.

Hingga kini Kebun Raya Bogor masih menjadi kebun raya pertama di dunia yang memiliki koleksi ex-situ Rafflesia patma dan telah 13 kali mekar sejak 2010.

"Sebelumnya Rafflesia pernah berhasil tumbuh di Kebun Raya Bogor sejak 1800-an. Salah satu keberhasilan yang dicatat ialah Rafflesia patma koleksi H. Loudon yang berbunga pada 1852," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI Hendrian mengungkapkan hingga saat ini, upaya maksimal yang dapat dilakukan Kebun Raya Bogor adalah dengan memperbesar populasinya melalui percobaan demi percobaan grafting untuk memperbesar jumlah kesempatan berbunga.

Ancaman terhadap kepunahan spesies akibat aktivitas manusia sangat nyata. Karena rafflesia bukan komoditas komersial sementara pengetahuan tentang kehidupan spesies ini masih sangat terbatas.

"Secara biologis rafflesia patma berevolusi dengan habitat aslinya yang mengakomodasi kehidupannya lewat berbagai faktor alam yang sangat rumit dan spesifik. Sehingga kerusakan habitat akan memusnahkan keberadaannya secara permanen," ucap Hendrian.

Berangkat dari kekhawatiran akan menyusutnya habitat dan kepunahannya, maka terbangun gagasan untuk memunculkan gerakan konservasi yang nyata. Di tingkat diseminasi upaya menggalang keterlibatan berbagai pihak dalam konservasi rafflesia telah dilakukan berbagai kegiatan di tingkat nasional maupun internasional.

"Salah satunya Forum Rafflesia dan Amorphophalus Indonesia (FORAMOR-Indonesia). FORAMOR-Indonesia merupakan forum tumbuhan pertama di Indonesia yang mewadahi peran multi-stakeholder dalam upaya konservasi rafflesia," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Rayakan HUT ke-55, Pemprov Sulut Gelar “Sulut Expo 2019”

Dari sisi kehidupan kebangsaan, Sulut merupakan model miniatur kebinekaan dan kerukunan masyarakat Indonesia.

NASIONAL | 17 September 2019

Keracunan Massal Kembali Terjadi di Sukabumi

Kasus keracunan massal terjadi di Sukabumi usai warga menyantap makanan pada hajatan pernikahan.

NASIONAL | 17 September 2019

Usai Salat Istiska, Presiden Tinjau Lokasi Karhutla

Presiden melakukan salat minta hujan sebelum meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.

NASIONAL | 17 September 2019

Arminsyah Berkomitmen Terus Majukan Kejaksaan

Dalam membangun Kejaksaan, ia tetap merujuk kepada kebijakan pemerintah. Menurut dia, kebijakan Presiden Joko Widodo harus dilaksanakan dengan baik.

NASIONAL | 17 September 2019

Dorong Hujan Buatan BPPT Semai Kapur Tohor Aktif

BPPT akan menggunakan kapur tohor aktif (CaO) sebagai bahan semai untuk mendorong pertumbuhan awan dalam upaya menciptakan hujan buatan.

NASIONAL | 17 September 2019

DPR dan Pemerintah Sepakati Dewan Pengawas KPK Dipilih Presiden

Anggota Dewan Pengawas KPK berjumlah lima orang.

NASIONAL | 17 September 2019

Menkumham: Dewan Pengawas Bagian Internal KPK

Menkumham menyatakan bahwa Dewan Pengawas KPK nantinya akan ditunjuk Presiden dan merupakan bagian internal dari lembaga tersebut.

NASIONAL | 17 September 2019

Bareskrim Tangkap Tiga Pembuat Mi Berformalin

Formalin digunakan agar mi awet.

NASIONAL | 17 September 2019

Polisi dan Jaksa Ada Pengawas, Harusnya KPK Juga

"Seorang kepala negara saja mesti diawasi kinerjanya. Coba bayangkan.”

NASIONAL | 17 September 2019

PSI Minta Bupati dan Gubernur Ikut Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Mengatasi kebakaran hutan gambut tidak sama dengan mengatasi kebakaran hutan biasa.

NASIONAL | 17 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS