Kabut Asap Mulai Ganggu Penerbangan di Batam
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.29)   |   COMPOSITE 5099.84 (-2.99)   |   DBX 964.111 (0.24)   |   I-GRADE 139.821 (-0.09)   |   IDX30 426.948 (0.87)   |   IDX80 113.317 (0.27)   |   IDXBUMN20 291.67 (3.2)   |   IDXG30 118.931 (0.29)   |   IDXHIDIV20 379.8 (0.34)   |   IDXQ30 124.715 (0.06)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.44)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.66)   |   IDXV30 106.644 (0.76)   |   INFOBANK15 836.821 (-4.09)   |   Investor33 373.706 (-0.46)   |   ISSI 150.561 (0.38)   |   JII 547.285 (1.78)   |   JII70 187.054 (0.64)   |   KOMPAS100 1020.57 (-0.41)   |   LQ45 786.439 (1.69)   |   MBX 1410.93 (-1)   |   MNC36 280.006 (-0.35)   |   PEFINDO25 280.13 (1.79)   |   SMInfra18 241.99 (0.7)   |   SRI-KEHATI 316.197 (0.07)   |  

Kabut Asap Mulai Ganggu Penerbangan di Batam

Rabu, 18 September 2019 | 15:58 WIB
Oleh : YUD

Batam, Beritasatu.com - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengganggu penerbangan dari dan ke Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam Suwarso, Rabu (18/9/2019), mengatakan akibat jarak pandang yang pendek, maka sejumlah penerbangan dibatalkan dan ditunda.

"Yang batal Susi Air ke Padang, yang delayed Wing ke Natuna IW 1270, dan Lion dari Padang JT 129," kata Suwarso.

Sementara itu, Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam menyatakan jarak pandang di wilayah Kepulauan Riau terus menurun, seiring semakin pekatnya kabut asap kebakaran hutan dan lahan di sana.

"Kondisi saat ini jarak pandang mendatar (visibility) di wilayah Kepulauan Riau cukup rendah berkisar antara 2.000 sampai dengan 4.000 meter," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Suratman.

Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati dan waspada dalam perjalanan, terutama tranportasi laut.

Kepala Pos Syahbandar Sekupang P Samosir menyatakan meski jarak pandang berkurang, namun belum ada pelayaran yang dibatalkan.

"Sementara ini belum ada penundaan," kata dia.

Ia mengatakan syahbandar sudah menginformasikan ke kapten kapal mengenai kondisi kabut asap tebal.

"Kalau masih 1,5 mil masih bisa. Asap tetap nampak," kata dia.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Subsidi Solar dan LCGC Tingkatkan Emisi Gas Rumah Kaca

Hasil penilaian sementara menyebutkan bahwa adanya subsidi solar dan kebijakan low cost green car (LCGC) berdampak pada peningkatan emisi GRK.

NASIONAL | 18 September 2019

Dato Sri Tahir Bantu Rp 5 Miliar untuk Pemerintah dan Masyarakat Jayapura

Dato Sri Tahir mengatakan, pihaknya memberikan bantuan uang tunai karena sangat memahami kebutuhan paling mendesak masyarakat dan pemerintah Jayapura saat ini.

NASIONAL | 18 September 2019

Presiden Bisa Percepat Pelantikan Pimpinan KPK Baru

Presiden dan DPR dapat memberhentikan pimpinan KPK saat ini dan melantik pimpinan KPK periode 2019-2023 yang baru terpilih.

NASIONAL | 18 September 2019

Polda Jatim Gelar Perkara untuk Terbitkan DPO Veronica Koman

Setelah DPO diterbitkan, Polda Jatim akan mengeluarkan red notice.

NASIONAL | 18 September 2019

47 Rumah Aman Kemsos Siap Layani Korban Asap

Hingga kemarin, rumah aman yang dibentuk di Riau sudah melayani 58 korban asap rawat jalan dan dua keluarga di Panti Sosial Bina Remaja Anak yang membutuhkan.

NASIONAL | 18 September 2019

Rencana Uji Materi UU KPK, MK Siap Tindak Lanjuti

MK menilai uji materi UU KPK merupakan langkah konstitusional.

NASIONAL | 18 September 2019

Gubernur Kepri Rekomendasi Libur Sekolah

Pemkab dan pemkot di Kepulauan Riau direkomendasikan untuk meliburkan sekolah karena kabut asap.

NASIONAL | 18 September 2019

PSI Kritisi Pasal Penodaan Agama di Revisi KUHP

Jika penilaian dapat dilakukan hanya didasarkan pada perasaan beragama orang per orang, jelas ini akan melahirkan tafsir subjektif.

NASIONAL | 18 September 2019

Pasal 37E UU KPK yang Baru Menjaminan Independensi Dewas

Independensi Dewas dijamin, karena lebih dulu perlu mendapatkan pertimbangan atau konsultasi dari DPR.

NASIONAL | 18 September 2019

230 Orang Jadi Tersangka Karhutla, Termasuk Direktur Korporasi

“Sebagian besar kasus itu sudah naik ke penyidikan dan untuk tersangka yang sudah dilimpahkan tahap dua masih 22 kasus,” kata Dedi Prasetyo.

NASIONAL | 18 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS