Pelaku Perdagangan Orang ke Irak Terus Diburu
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Pelaku Perdagangan Orang ke Irak Terus Diburu

Selasa, 29 Oktober 2019 | 09:11 WIB
Oleh : YUD

Sukabumi, Beritasatu.com - Pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dua wanita asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ke Irak hingga saat ini masih diburu untuk mengungkap jaringan dan sindikat kasus tersebut.

"Kami berkoordinasi dengan Polres Sukabumi untuk menangkap pelakunya dan mengungkap kasus ini," kata Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Jawa Barat Jejen Nurjanah di Sukabumi, Selasa (29/10/2019).

Menurutnya, kasus TPPO yang mendera dua wanita Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan yakni Lina dan Tuti ini diduga ada kaitannya dengan kasus serupa yang terjadi di Kabupaten Karawang yang korbannya sebanyak lima wanita.

Lanjut dia, dari informasi yang diterimanya ada tujuh wanita korban TPPO yang berada di Irak, mereka merupakan warga Jabar seperti Kabupaten Sukabumi dan Karawang. Diharapkannya upaya koordinasi dengan pihak kepolisian ini bisa segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya.

Pelaku yang memberangkatkan buruh migran tersebut diduga sudah terorganisir dan untuk mengelabuhi kedua korban pihak sponsor perusahaan penyalur TKI ke luar negeri tersebut mengiming-iming kerja di Qatar sebagai pelayan di restoran namun, ternyata dibawa ke Erbil, Irak.

Saat ini SBMI masih berkomunikasi dengan salah satu korban yakni Tuti karena, hanya dirinya yang memegang alat komunikasi. Kondisinya pun memprihatinkan selain tangannya sakit, uang saku sebesar 240 Dollar AS disita agen tenaga kerja di Irak dan sejak sampai di negara konflik atau Februari tidak pernah mendapatkan upah.

"Kami juga sudah meminta bantuan kepada Kementerian Luar Negeri RI, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI), Kedutaan Besar RI di Irak dan sejumlah instansi lainnya termasuk Pemkab Sukabumi untuk bisa segera memulangkan Lina dan Tuti," tambahnya.

Jejen mengatakan dari komunikasi terakhir Tuti mengaku kerap menghubungi agen yang memberangkatkannya ke Irak dan minta dipulangkan tetapi, agen itu tidak mau bertanggung jawab dan hanya menjualnya ke Irak.

Kasus ini pun menjadi semakin pelik yang disebabkan majikan serta agen di Irak meminta ganti rugi agar bisa membebaskan Lina dan Tuti. Mereka beralasan mendapatkan dua wanita itu dengan cara membelinya dan harganya pun cukup mahal.

Mencegah adanya kembali warga yang menjadi TKI ilegal maupun TPPO pihaknya tidak henti-henti mengimbau agar tidak mudah teriming-iming upah yang besar untuk bekerja di luar negeri. Selain itu harus berani menolak jika ada orang yang mengajak kerja ke luar negeri apalagi gelagatnya mencurigakan untuk segera melapor ke aparat keamanan.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

KPK: Belum Ada Menteri yang Laporkan Harta Kekayaan

KPK menyatakan belum ada satu pun menteri dan pejabat setingkat menteri Kabinet Indonesia Maju yang melaporkan harta kekayaannya setelah resmi dilantik.

NASIONAL | 29 Oktober 2019

Warga Sambut Antusias Presiden di Posko Pengungsian

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana disambut antusias warga yang telah menunggunya sejak pagi untuk meninjau Posko Pengungsian di Ambon, Maluku.

NASIONAL | 29 Oktober 2019

Presiden Minta Rumah Tahan Gempa Diterapkan di Ambon

Presiden Joko Widodo meminta konsep dan konstruksi rumah tahan gempa yang dibangun di NTB bisa diterapkan di belasan ribu rumah di Ambon.

NASIONAL | 29 Oktober 2019

Gaet Signify Indonesia, UPH Resmikan Lab Lighting

Kerja sama UPH dan Signify Indonesia merupakan perwujudan dalam menyediakan pendidikan yang berkualitas, komperehensif, dan penelitian berbasis pengalaman.

NASIONAL | 29 Oktober 2019

Pengungsi di Ambon Minta Terpal Baru Kepada Presiden

Presiden pun seketika merespon dan menjawab bahwa persediaan terpal dan tenda baru masih banyak sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

NASIONAL | 29 Oktober 2019

Presiden Jokowi Tinjau Posko Pengungsi di Ambon

Presiden Jokowi mengawali kunjungan kerjanya di Ambon, Maluku, Selasa (29/10/2019) dengan meninjau posko pengungsi gempa di Universitas Darussalam.

NASIONAL | 29 Oktober 2019

Hadapi Globalisasi, Wagub Bengkulu Imbau Pemuda Persiapkan Diri

Wagub Bengkulu mengimbau kalangan pemuda di daerah ini untuk mempersiapkan diri dengan meningkatkan sumber daya manusia menghadapi arus globalisasi.

NASIONAL | 29 Oktober 2019

Mulai 2020, TNI-AU Beli Dua Skuadron F-16 Tercanggih

TNI-AU akan diperkuat dua skuadron F-16 Block 72 Viper yang akan didatangkan secara bertahap pada tahun 2020 hingga 2024 mendatang.

NASIONAL | 29 Oktober 2019

Indonesia dan Maroko Kerja Sama Tanggulangi Terorisme

Masing-masing negara memiliki kelebihan dalam program penanggulangan terorisme, yang bisa dikerjasamakan.

NASIONAL | 28 Oktober 2019

Kasus Vape Gorila, Polisi Tangkap 3 Tersangka

Penyidik saat ini sedang mendalami dari mana bahan kimia campuran vape itu, dijual ke mana saja, berapa biayanya, dan sudah berapa lama memproduksi.

NASIONAL | 28 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS