Mahfud: Surat yang Ditunjukkan Rizieq Bukan Pencegahan
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Mahfud: Surat yang Ditunjukkan Rizieq Bukan Pencegahan

Kamis, 14 November 2019 | 15:50 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebutkan surat yang ditunjukkan oleh pihak Rizieq Syihab bukan surat pencegahan, melainkan surat penolakan agar Imam Besar FPI itu tidak keluar karena alasan keamanan.

"Itu bukan surat dari pemerintah, itu surat penolakan bahwa yang bersangkutan tidak boleh keluar karena alasan keamanan, gitu aja," kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis.

Ia mengaku belum mengetahui dari mana surat itu dikeluarkan.

"Tidak dijelaskan bahwa itu apakah pemerintah Indonesia, pemerintah Arab, tidak ada," kata Mahfud, Kamis (14/11/2019).

Ia lantas melanjutkan, "Bukan, bagaimana kamu kalau dikasih surat gitu gimana cara buktikannya, coba? Beri tahu saya, saya laksanakan kalau kamu tahu caranya kalau kamu menganggap itu bukti."

Habib Rizieq pergi ke Arab Saudi sejak 26 April 2017. Mulanya Rizieq ke Arab Saudi untuk ibadah umrah. Pada saat yang sama, pihak kepolisian akan memeriksa Rizieq terkait dengan kasus baladacintarizieq.

Pada bulan Juni 2018, polisi menghentikan penyidikan kasus ini. Namun, Rizieq tak kunjung pulang ke Indonesia.

Rizieq mengaku tidak bisa pulang ke Indonesia karena sejumlah alasan, pertama terkait dengan masalah izin tinggal di Arab Saudi.

Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan bahwa Rizieq tidak bisa pulang karena tinggal di suatu tempat lebih lama daripada masa yang diizinkan (overstay).

Solusi dari masalah itu adalah dengan membayar denda overstay sekitar 15.000 sampai dengan 30.000 riyal atau Rp110 juta per orang.

Namun, faktor overstay ini ditanggapi oleh pengacara Habib Rizieq bahwa overstay itu pun bukan kesalahan Rizieq karena habisnya visa Rizieq pada tanggal 20 Juli 2018.

Sebelum 20 Juli 2018, Rizieq sudah mencoba untuk keluar dari Arab Saudi supaya visanya masih bisa berlaku.

Pada Milad Ke-21 FPI, Rizieq lalu menuding pemerintah Presiden Joko Widodo meminta ke Kerajaan Arab Saudi agar dirinya dicekal hingga pelantikan presiden.

Selanjutnya, pada tanggal 10 Oktober 2019 melalui video Rizieq menunjukkan bukti surat dua lembar yang disebutnya sebagai surat pencekalan.

Menurut dia, pemerintah Arab Saudi bakal mencabut pencekalannya jika sudah ada perjanjian resmi pemerintah Indonesia untuk tidak mengganggunya.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Rabbial Baru 6 Bulan Terpapar Gerakan Radikal

Berdasarkan keterangan istrinya, Dedek mengikuti sejumlah pengajian di beberapa tempat.

NASIONAL | 14 November 2019

Momentum Tindak Aparat Nakal

Perintah Presiden Jokowi tersebut merupakan suatu hal yang tidak dapat ditawar dan harus segera dijalankan secara sungguh-sungguh oleh Jaksa Agung dan Kapolri.

NASIONAL | 14 November 2019

Polri Masih Dalami Keterlibatan 4 Pelaku Terduga Teroris

Keempat pelaku telah dibawa ke Mabes Polri untuk kepentingan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut.

NASIONAL | 14 November 2019

Bomber Bom Medan Diduga Anggota JAD Berafiliasi ISIS

Organisasi terlarang ini berkembang dengan merekrut kalangan muda untuk dijadikan calon "pengantin" dalam rangkaian aksi teror tersebut.

NASIONAL | 14 November 2019

Seniman Djaduk Dikebumikan di Samping Makam Ayahnya, Bagong Kussudiarja

Djaduk masih menyimpan tiga agenda besar, yakni NgayogJazz di Yogyakarta, pentas teater Gandrik di Surabaya, dan tampil di Cape Town Jazz, Afrika Selatan.

NASIONAL | 14 November 2019

Kuasa Hukum Wawan Bakal Ungkap Kejanggalan Dakwaan KPK

KPK tidak mempertimbangkan utang-utang klien kami terkait kredit dari aset-aset yang disita.

NASIONAL | 14 November 2019

Kekuatan Diplomasi Maritim Indonesia Terus Diperkuat

"Perang ke depan tidak akan terjadi di Eropa ataupun Timur Tengah. Tetapi besar kemungkinan terjadi di Laut China Selatan."

NASIONAL | 14 November 2019

Hari Ketiga Pendaftaran CPNS di Jatim Capai 2.362 Orang, Terbanyak Melamar ke Kemkumham

Mengingat banyaknya pendaftar CPNS, Anom mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tertipu calo.

NASIONAL | 14 November 2019

Ahok Dinilai Lebih Cocok Jadi Dewas KPK

"Jika benar Ahok ditempatkan sebagai Komut di Pertamina, maka itu merupakan penempatan yang kurang pas."

NASIONAL | 14 November 2019

Gubernur Sumut Belum Tahu Ada Pelaku Teror yang Kabur

Edy mengimbau masyarakat yang kemungkinan jika mengetahui terkait informasi dan keberadaan teroris, melapor ke pihak berwajib.

NASIONAL | 14 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS