Belum Temukan Tersangka Kasus Novel, Polri Harapkan Masyarakat
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Belum Temukan Tersangka Kasus Novel, Polri Harapkan Masyarakat

Selasa, 10 Desember 2019 | 18:30 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Polri mengharapkan bantuan masyarakat dalam menemukan tersangka penyerang penyidik KPK Novel Baswedan. Ini setelah sejumlah jalan yang ditempuh korps baju cokelat itu masih buntu.

“Penyidik sudah melakukan beberapa kegiatan seperti metode induktif dan deduktif. Kita menyisir TKP, kita sudah mendapatkan sekitar 73 saksi dan saksi inilah yang sudah kita evaluasi satu persatu keterangan seperti apa,” kata Karo Penmas Polri Brigken Argo Yuwono di Mabes Polri, Selasa (10/12/2019).

Berkaitan dengan barang bukti yang ditemukan di sana, masih kata Argo, dan juga beberapa petunjuk seperti CCTV sudah diambil dari lokasi TKP.

“Kemudian juga ada beberapa toko kimia sudah kita datakan disana. Kita sudah mengirimkan CCTV ke luar negeri sebagai pembanding di Australia,” imbuhnya.

Juga sudah membuat sketsa wajah pelaku dan kemudian juga sudah di sebarkan.

“Tentunya partisipasi masyarakat lain kita tunggu. Kita sudah membuat beberapa saluran informasi yang akan kita terima dari masyarakat,” sambungnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memberi tambahan waktu kepada Polri untuk mengusut kasus yang terjadi sejak dua tahun lalu itu.

Presiden memberikan tambahan waktu untuk mengusut tuntas kasus tersebut sampai awal Desember 2019.

Namun bukan baru kali ini saja Jokowi memberikan tenggat waktu penyelesaian kasus Novel—dan polisi masih gagal.

Sebelumnya, Jokowi memberikan waktu tiga bulan kepada Polri untuk mengungkap kasus tersebut sejak Polri membentuk tim khusus pada Juli 2019 lalu.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polres Manggarai Harus Seret Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Anak 9 Tahun

Pria beristri di Manggarai melakukan pelecehan suksual terhadap anak perempuan berumur 9 tahun.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Mahfud Setuju Hukuman Mati untuk Koruptor

Sudah ada ancaman hukuman mati jika melakukan pengulangan atau melakukan korupsi di saat bencana.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Kasus Novel, Jokowi: Ada Temuan Baru Mengarah pada Kesimpulan

Jokowi ingin agar pengungkapan kasus Novel ini dilakukan secepat-cepatnya.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Komnas HAM Sebut Hukuman Mati Tak Efektif Berantas Korupsi

Hukuman mati melanggar HAM dan tidak efektif berantas korupsi

NASIONAL | 10 Desember 2019

Kasus Penyiraman Novel, Presiden Janji Diungkap Dalam Hitungan Hari

Presiden telah meminta Kapolri untuk segera mengumumkan pelaku penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Kasus Penyiraman Novel, Polri Belum Temukan Tersangka

Polri ternyata belum berhasil menemukan tersangka penyerang penyidik KPK Novel Baswedan.

NASIONAL | 10 Desember 2019

SKK Migas Targetkan Produksi Nasional 1 Juta Barel per Hari

Guna menyusun strategi dalam mencapai rencana jangka panjang produksi nasional 1 juta bopd, SKK Migas menyelenggarakan Forum Eksplorasi dan Produksi.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Bawaslu Minta Rekapitulasi Elektronik Ditetapkan dalam UU

Penerapan e-recap akan menimbulkan persoalan hukum jika tidak diatur dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Pengobatan Kardiovaskular Bakal Dominasi Farmasi Indonesia

Hal ini akan memengaruhi dunia pengobatan, khususnya farmasi yang juga akan lebih banyak berfokus pada kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan hipertensi.

NASIONAL | 10 Desember 2019

Kementerian PAN dan RB: SKB 11 Menteri Lindungi ASN dari Radikalisme

Surat keputusan bersama 11 menteri dibuat untuk melindungi aparatur sipil negara dari bahaya radikalisme.

NASIONAL | 10 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS