Harun Masiku Kabur Sebelum OTT, KPK Bantah Kecolongan
INDEX

BISNIS-27 425.322 (12.08)   |   COMPOSITE 4870.04 (100.06)   |   DBX 940.805 (3.04)   |   I-GRADE 127.855 (4.56)   |   IDX30 401.317 (13.58)   |   IDX80 105.56 (3.19)   |   IDXBUMN20 265.398 (11.16)   |   IDXG30 112.997 (3.48)   |   IDXHIDIV20 357.483 (12.54)   |   IDXQ30 117.699 (3.88)   |   IDXSMC-COM 210.149 (2.59)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (5.6)   |   IDXV30 100.238 (2.07)   |   INFOBANK15 757.481 (24.48)   |   Investor33 352.266 (10.05)   |   ISSI 143.81 (2.89)   |   JII 518.901 (12.87)   |   JII70 176.231 (4.44)   |   KOMPAS100 949.983 (26.08)   |   LQ45 737.154 (23.9)   |   MBX 1342.99 (31.12)   |   MNC36 264.429 (7.79)   |   PEFINDO25 260.033 (3.99)   |   SMInfra18 229.972 (7.95)   |   SRI-KEHATI 296.897 (9.06)   |  

Harun Masiku Kabur Sebelum OTT, KPK Bantah Kecolongan

Senin, 13 Januari 2020 | 22:02 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah kecolongan dengan kaburnya caleg PDIP, Harun Masiku ke Singapura. Diketahui, Harun yang telah ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kepada Komisioner KPU, Wahyu Setiawan telah meninggalkan Indonesia dengan menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta sejak 6 Januari 2020. Dengan demikian, Harun telah berada di Negeri Jiran tersebut dua hari sebelum KPK melancarkan operasi tangkap tangan (OTT) dan menangkap Wahyu serta tujuh orang lainnya pada Rabu (8/1/2020).

"Kami tidak melihatnya dari sisi itu (kecolongan)," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Ali mengatakan, dalam rangkaian OTT, KPK tidak hanya mengandalkan penyadapan. Terdapat sejumlah kegiatan dan strategi lain yang dilakukan tim KPK. Ali mengklaim, kaburnya Harun ke Singapura telah diantisipasi oleh KPK sebelumnya.

"Tentu ada pertimbangan-pertimbangan strategis dari penyidik bagaimana kemudian bisa menyikapi adanya hal-hal itu. Kami sudah mengantisipasinya," katanya.

Meski demikian, Ali Fikri mengakui baru mengetahui keberadan Harun di Singapura dari pernyataan Ditjen Imigrasi hari ini. KPK bakal berkoordinasi lebih lanjut dengan Ditjen Imigrasi mengenai informasi tersebut.

"Kita tahu dari Humas (Ditjen) Imigrasi telah menyampaikan bahwa keberadaan dari tersangka HAR (Harun Masiku) tidak berada di Indonesia. Tentunya dari kemarin kami sudah koordinasi dengan Imigrasi dan aparat penegak hukum lain. Dan hari ini kita mendapat informasinya dari Humas Imigrasi. Tentu nanti kita akan berkoordinasi lebih lanjut atas informasi yang telah disampaikan, selanjutnya kami akan memastikan terlebih dahulu keberadaan yang bersangkutan," katanya.

Ali memastikan KPK akan terus memburu Harun, meski disebut telah berada di Singapura. Setelah memastikan keberadaan Harun di luar negeri, KPK akan menjalin kerja sama dengan kepolisian maupun Kementerian Luar Negeri untuk menangkap Harun dan membawanya kembali ke Indonesia.

"Tentu kami akan bekerja sama dengan lembaga yang ada di luar negeri, Kementerian Luar Negeri dan melakukan penangkapan, untuk yang bersangkutan dibawa ke KPK," katanya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron menyatakan pihaknya akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk memburu Harun. Termasuk berkoordinasi dengan Kepolisian untuk meminta bantuan Interpol menangkap Harun jika benar berada di luar negeri.

"Kami akan segera berkoordinasi dengan Polri untuk meminta bantuan NCB Interpol," kata Ghufron saat dikonfirmasi.

Ghufron meyakini, pihaknya bersama Kepolisian dan Interpol dapat membekuk Harun. "Saya kira untuk penjahat koruptor tidak akan sulit ditemukan," katanya.

Ghufron menyatakan, KPK akan segera menetapkan Harun sebagai buronan dengan memasukkan namanya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Upaya ini dilakukan lantaran Harun tak kunjung menyerahkan diri usai ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap Wahyu Setiawan, pada Kamis (9/1/2020). KPK hingga saat ini masih memburu Harun yang lolos dari operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020) lalu.

"Kami telah mengimbau kepada yang bersangkutan untuk segera menghadap ke KPK, kalaupun tidak (kooperatif) nanti kita akan tetap cari dan kita masukkan dalam DPO," kata Ghufron.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, Ghufron mengungkapkan, Harun Masiku sedang berada di luar negeri saat tim KPK melancarkan operasi senyap. Namun di negara mana Harun berada, Ghufron belum bisa membeberkan. Saat ini, kata Ghufron, pihaknya terus berkoordinasi dengan Ditjen Imigrasi Kemkumham untuk penanganan lebih lanjut.

"Dengan imigrasi kita sudah koordinasi. Info yang kami terima malah memang sejak sebelum adanya tangkap tangan, yang bersangkutan sedang di luar negeri," katanya.

Sementara, Ditjen Imigrasi menyebut Harun meninggalkan Indonesia pada 6 Januari 2020. Harun terbang ke Singapura melalui Bandara Soekarno-Hatta.

"Yang bersangkutan tercatat keluar Indonesia tanggal 6 Januari ke Singapura," kata Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang saat dikonfirmasi Senin (13/1/2020).

Arvin mengatakan berdasarkan data Imigrasi, Harun belum kembali ke Indonesia. Harun diduga masih berada di Singapura sejak pekan lalu. Hingga saat ini, Arvin menyatakan, KPK juga belum mengirimkan surat permintaan untuk mencegah Harun maupun pihak terkait lainnya bepergian ke luar negeri.

"Kalau permintaan secara administrasi untuk pencegahannya belum kami terima," katanya.

Dalam kasus ini, KPK menyangka Harun bersama tersangka lainnya Saeful telah menyuap Wahyu melalui mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina. Suap dengan total sekitar Rp 900 juta itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih diburu tim KPK.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Sakit Tak Kunjung Sembuh, Adolf Akhiri Hidupnya Lompat dari Jembatan Liliba

Diduga kuat stres karena sakitnya tak kunjung sembuh, Seorang pria asal Adonara NTT, Adolf Pradianto mengakhiri hidupnya dnegan melompat dari jembatan Liliba.

NASIONAL | 13 Januari 2020

KPK Sita Dokumen dari Ruang Kerja dan Rumah Wahyu Setiawan

KPK menyita dokumen hasil penggeledahan ruang kerja Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan (WSE).

NASIONAL | 13 Januari 2020

Geledah KPU, KPK Sita Dokumen Kasus Suap PAW Caleg PDIP

Geladah Kantor KPU, KPK menyita sejumlah dokumen terkait kasus dugaan suap yang menjerat Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

NASIONAL | 13 Januari 2020

KPU Butuh Waktu Move On dari Kasus Wahyu Setiawan

Ketua KPU Arief Budiman akan melakukan sejumlah hal agar publik tetap percaya dengan kerja-kerja KPU.

NASIONAL | 13 Januari 2020

Arteria: Tanpa Surat Tugas, Langkah Penyelidik KPK Sambangi Kantor PDIP Ilegal

Langkah penyelidik KPK menyambangi Kantor DPP PDI Perjuangan (PDIP) tanpa surat tugas merupakan tindakan ilegal, dan merugikan PDIP.

NASIONAL | 13 Januari 2020

Tim Gabungan Mabes Polri Kejar Egianus Kogoya

Polda Papua didukung Mabes Polri terus melakukan pengejaran terhadap kelompok Egianus Kogoya.

NASIONAL | 13 Januari 2020

Polisi Segera Klarifikasi "Keraton Agung" di Purworejo

Polres Purworejo bersama TNI dan Pemerintah Kabupaten Purworejo berencana akan melakukan mengklarifikasi munculnya Keraton Agung Sejagat.

NASIONAL | 13 Januari 2020

Biaya Pengobatan Korban Ledakan Bom Seluma Ditanggung Polda Bengkulu

Sampai sampai saat ini, ada 10 warga yang kita minta keterangan terkait ledakan bom di rumah Kades Padang Serunaian, Satria Utama tersebut.

NASIONAL | 13 Januari 2020

Penghapusan Eselon, KASN Ingatkan Soal Demoralisasi

KASN menyarankan penghapusan eselon diprioritaskan pada unit pelayanan publik.

NASIONAL | 13 Januari 2020

Zuraidah Berencana Menikah dengan Salah Satu Eksekutor

Zuraidah Hanum berencana menikah dengan salah satu eksekutor pembunuh suaminya yang bernama Jefri Pratama.

NASIONAL | 13 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS