KNKT Soroti Seringnya Kecelakaan di Tol Cipali
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

KNKT Soroti Seringnya Kecelakaan di Tol Cipali

Jumat, 17 Januari 2020 | 17:52 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyoroti kecelakaan yang sering terjadi di Jalan Tol Cikampek-Palimanan (Cipali). Dalam catatan mereka, setidaknya dalam satu bulan terjadi 36 kecelakaan tabrak belakang di tol yang dioperasikan PT Lintas Marga Sedaya (LMS) itu.

"Kecelakaan yang sering terjadi di Tol Cipali banyak memakan korban dan mungkin yang terbanyak di Indonesia. Karena itu, semua pihak perlu menguatkan sinergi agar bisa menekan angka kecelakaan itu," terang Soerjanto di Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Dia menambahkan, selain 36 kecelakaan tabrak belakang, di Tol Cipali juga tercatat setidaknya 5-6 kendaraan yang melintang ke jalur lain setiap bulan.

Menurut Soerjanto, Tol Cipali ini memang rawan terjadi kecelakaan karena faktor kelelahan pengemudi. Hal itu terlihat dari waktu sering terjadinya kecelakaan di jalan tol tersebut, yakni berkisar antara pukul 23.00-06.00 WIB.

"Kecelakaan karena kecapekan. Dari timur ke Cipali sudah lelah. Dari Jakarta-Cikampek ke situ juga sudah lelah. Jadi kecelakaan di Cipali ini karena banyak faktor fatigue," terang Soerjanto.

Soerjanto menuturkan, sebenarnya semua pihak, baik operator jalan tol, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), hingga Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah sangat kooperatif apabila KNKT memberikan rekomendasi kepada mereka terkait kecelakaan di Tol Cipali. Namun, semua pihak ini tetap harus lebih meningkatkan pengawasan di tol tersebut.

Selain itu, KNKT pun menyoroti, kurangnya kesadaran masyarakat atas tekanan ban kendaraan. Padahal, tekanan yang kurang berpotensi besar membuat ban mudah pecah.

Oleh karena itu, terang Soerjanto, pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) supaya kementerian tersebut membuat standarisasi yang jelas untuk mesin pompa ban. Alasannya, saat ini, banyak kejadian ukuran antara satu mesin pompa yang satu dengan yang lain tidak sama.

"Mengenai tekanan ban sampai hari ini Kemendag belum urusi kalibarasi atau tera untuk tekanan ban," imbuh Soerjanto.

Di tempat yang sama, Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Ahmad Yani menyampaikan, kecelakaan besar yang terjadi, faktor utama yang menjadi penyebabnya adalah tata cara mengemudi yang belum sesuai.

"Bukan rem blong rusak atau mobil tidak layak. Faktor utamanya karena tata cara mengemudi yang belum pas, misalnya kondisi jalan lurus turunan pengemudi tancap gas dengan gigi tinggi," ungkap Ahmad Yani.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jokowi Segera Berhentikan Komisioner KPU Wahyu Setiawan

Kementerian Sekretariat Negara telah menerima surat terkait dengan keputusan DKPP yang menonaktifkan Wahyu.

NASIONAL | 17 Januari 2020

Diberhentikan Sebagai Dirut TVRI, Ini Penjelasan Helmy Yahya

Helmy mengungkapkan sebelum pemberhentian dirinya, Dewan Pengawas terlebih dulu menonaktifkan dirinya dari posisi Dirut.

NASIONAL | 17 Januari 2020

Diduga Bandar Narkoba, Mahasiswa Diciduk Anggota Polda Bengkulu

Polisi menduga tersangka mengedarkan barang haram ini di kalangan mahasiswa.

NASIONAL | 17 Januari 2020

Pilkada Serentak, Polri Jamin Netral

Polri menjamin pihaknya akan netral dalam Pilkada 2020 yang digelar di 270 wilayah di Indonesia.

NASIONAL | 17 Januari 2020

"Sunda Empire" Sempat Lakukan Kegiatan di UPI Bandung

Sunda Empire dalam video yang viral terlihat melakukan kegiatan di halaman Gedung Isola, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

NASIONAL | 17 Januari 2020

Bantu Tangkap Harun Masiku, Polri Gandeng Interpol

Mabes Polri akan menggandeng Interpol jika ada permintaan KPK untuk menangkap kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Harun Masiku.

NASIONAL | 17 Januari 2020

UBSI Pontianak Hibahkan Website Layanan Publik

UBSI Pontianak hibahkan website untuk mendukung optimalisasi layanan publik kantor desa Sungai Raya.

NASIONAL | 17 Januari 2020

Kasus Asabri, Polri Bentuk Tim Gabungan

Kapolri membentuk tim gabungan untuk menyelidki dugaan korupsi yang terjadi pada Asabri.

NASIONAL | 17 Januari 2020

Selidiki Dugaan Korupsi di Asabri, Mabes Polri Bentuk Tim Gabungan

Mabes Polri akan membentuk tim gabungan untuk menyelidiki kasus dugaan korupsi di Asabri yang akan dipimpin langsung Kabareskrim Komjen Listiyo Sigit Prabowo.

NASIONAL | 17 Januari 2020

Soal "Sunda Empire", Ini Tanggapan Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat memandang bahwa Sunda Empire adalah kelompok orang yang mengalami stres.

NASIONAL | 17 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS