Polda Metro Bakar 5 Hektare Ladang Ganja di Hutan Mandailing
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Polda Metro Bakar 5 Hektare Ladang Ganja di Hutan Mandailing

Rabu, 22 Januari 2020 | 14:38 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, menemukan 5 hektare ladang yang ditumbuhi tanaman ganja setinggi 150 hingga 200 sentimeter, di tengah hutan Desa Banjarlancat, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing, Sumatera Utara, Sabtu (18/1/2020). Pohon ganja yang diperkirakan mencapai berat sekitar 60 ton itu, kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar.

"Hasil penelusuran tim Polda Metro Jaya dibantu Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumetera Utara, ini cukup jauh. Dari Mandailing Natal, desa terakhir Banjarlancat itu kurang lebih tiga jam ditempuh menggunakan kendaraan. Kemudian, anggota jalan kaki 6 jam untuk mencapai lokasi, dan di sana ditemukan 5 hektar landang ganja," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (22/1/2020).

Dikatakan Nana, ladang ganja dengan ukuran tinggi pohon sekitar 150 hingga 200 sentimeter itu berada di tengah hutan pegunungan wilayah Mandailing.

"Ukurannya 150 sentimeter sampai 200 meter, sudah siap dipanen. Kalau kita perkirakan lima hektar, jumlahnya sekitar 60 ton ganja. Jadi cukup besar hasil pengungkapan ini," katanya.

Nana menyampaikan, tim penyidik melakukan pemusnahan ladang ganja itu dengan cara dirobohkan dan dibakar, di lokasi. Berdasarkan informasi, ladang itu sudah ada sejak 8 bulan yang lalu.

"Tetapi ada kita sisihkan untuk barang bukti. Sebagian kita titipkan di Polres Mandailing Natal. Sampai saat ini, kita masih koordinasikan dengan Polda Sumut (siapa pemilik lahan)," jelasnya.

Nana menyebutkan, barang bukti 60 ton ganja itu, bila dikonversi dalam bentuk rupiah mencapai Rp 60 miliar. "Jadi satu kilogram itu Rp 1 juta. Kalau 60 ton, sekitar Rp 60 miliar. Dari hasil pemeriksaan ini termasuk ganja yang bagus," katanya.

Hasil Pengembangan Kasus

Nana menuturkan, pengungkapan 5 hektar ladang ganja itu, merupakan hasil dari pengembangan kasus. Dalam kurun waktu dua bulan, Desember 2019-Januari 2020, Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Barat, Polres Metro Jakarta Selatan, Polres Bekasi Kabupaten, dan Polrestro Depok, berhasil membekuk 19 tersangka dan menyita 1.343 ton ganja kering.

"Hasil lidik dalam kurun dua bulan terakhir, kami menyita barang bukti dengan total 1.343 ton. Tersangka ada 19 orang, dan salah satunya kami lakukan tindakan tegas dan terukur (ditembak hingga meninggal dunia) karena melawan petugas," tegas Nana.

Nana mengungkapkan, penyidik kemudian melakukan pengembangan hasil dari pengungkapan kasus itu, dan kembali menyita 245 kilogram ganja kering, di Mandailing Natal.

"Kemudian diperoleh informasi, di Mandailing Natal inilah ada ladang ganja. Ini rupanya, mengarah kepada asal semua barang itu dari Mandailing. Sampai saat ini, Indonesia masih dalam darurat narkoba. Karena itu sama-sama kita katakan tidak, dan menyatakan perang terhadap narkoba,"

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup, penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

"Sunda Empire", Polisi Minta Keterangan dari Delapan Orang

Keterangan itu akan membantu penyelidikan guna mencari unsur pidana terkait keberadaan Sunda Empire tersebut.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Mahfud Tegaskan Omnibus Law Hanya Cabut Pasal Tumpang Tindih

Mahfud MD menegaskan bahwa keberadaan Undang-Undang omnibus law hanya akan mencabut pasal-pasal yang dianggap tumpang tindih dengan pasal lainnya.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Dirjen Imigrasi: Harun Masiku Telah Kembali ke Indonesia 7 Januari 2020

Harun langsung dicegah bepergian ke luar negeri.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Jaksa Agung Akui Kerugian Negara Belum Nyata

"Saat ini sedang berjalan perhitungan kerugian negaranya," ujar Burhanuddin.

NASIONAL | 22 Januari 2020

KPK Panggil Ali Fahmi Terkait Kasus Bakamla

Ali Fahmi diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proses pembahasan dan pengesahan anggaran pada Badan Keamanan Laut (Bakamla) tahun 2016.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Kasus Korupsi di Kemag, KPK Periksa Eks Pejabat Telkom dan Fahd A. Rafiq

Pemeriksaan terhadap Deni dilakukan tim penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Undang Sumantri.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Ombudsman Amati Jiwasraya Sejak 2004

Pengamatan setidaknya dilakukan ORI sejak 2004 hingga 2018.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Pengawasan Pelayaran di Labuan Bajo Diperketat

Kepala UPP Kelas II Labuan Bajo, Simon Baun menyayangkan masih ada kapal wisata yang beroperasi di Labuan Bajo tanpa mengantongi persetujuan berlayar.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Menhub Tekankan Keselamatan Pelayaran Harus Ditingkatkan

Menhub Budi mengimbau seluruh masyarakat yang akan menggunakan kapal untuk turut serta waspada, memperhatikan kondisi kapal dan cuaca terlebih dahulu.

NASIONAL | 22 Januari 2020

KPK Cecar Pengacara PDIP soal Aliran Suap ke Wahyu Setiawan

"Kami fokus adanya pemberian uang barang bukti yang ada, jumlahnya Rp 400 juta dan bentuknya dolar Singapura," kata Ali Fikri.

NASIONAL | 21 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS