Setelah Pastikan Kebenaran, Imigrasi Ungkap Keberadaan Harun Masiku
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Setelah Pastikan Kebenaran, Imigrasi Ungkap Keberadaan Harun Masiku

Rabu, 22 Januari 2020 | 16:50 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Ditjen Imigrasi Kemkumham membenarkan caleg PDIP, Harun Masiku yang menjadi buronan KPK atas kasus dugaan suap proses PAW telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020 atau sehari sebelum KPK melancarkan OTT pada Rabu (8/1/2020). Hal itu dilakukan setelah aparat Imigrasi memastikan kebenaran kembalinya Harun Masiku ke Indonesia.

Kabag Humas dan Hukum Ditjen Imigrasi, Arvin Gumilang mengklaim informasi mengenai kembalinya Harun ke Indonesia telah diketahui beberapa waktu lalu. Namun, Arvin mengaku baru mendapatkan perintah untuk menyampaikan informasi tersebut pada hari ini.

Baca juga:Kemkumham Bantah Sembunyikan Buronan KPK Harun Masiku

"Perintah untuk kami menyampaikan, tuh hari ini. Terkait kapan kami peroleh (informasi soal Harun), saya tidak bisa katakan," kata Arvin di Gedung Kemkumham, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Arvin tak menyebut secara terperinci kapan informasi soal keberadaan Harun di Tanah Air diperoleh Ditjen Imigrasi.

Arvin pun membantah pihaknya sengaja memperlambat penyampaian informasi keberadaan Harun di Indonesia yang sudah berlalu sekitar 15 hari sejak tiba 7 Januari 2020. Arvin menyatakan, pihaknya perlu mendalami untuk memastikan kebenaran informasi itu terlebih dahulu sebelum menyampaikannya kepada publik.

"Itu memang agak lama. Kami masih menunggu arahan kapan kami bisa menyampaikan. Segala sesuatu harus kami pastikan dulu, apabila fix betul dan yang kami dapatkan itu kan bukti-bukti yang kalau menurut hemat kami adalah sesuatu yang dikecualikan juga. Bisa mendapatkan manifes, mendapatkan rekaman CCTV, nah makanya kami perlu melakukan langkah-langkah untuk mengujinya," katanya.

Baca juga:Dirjen Imigrasi: Harun Masiku Telah Kembali ke Indonesia 7 Januari 2020

Informasi mengenai keberadaan Harun terasa janggal ditilik dari alur pernyataan pihak terkait. Diketahui, KPK menangkap Wahyu Setiawan selaku Komisioner KPU dan tujuh orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (8/1/2020).

Sehari kemudian, KPK menetapkan Wahyu, Harun, mantan anggota Bawaslu yang juga mantan caleg PDIP Agustiani Tio Fridelina dan kader PDIP Saeful Bahri sebagai tersangka kasus dugaan suap proses PAW anggota DPR. Pada 13 Januari 2020, Ditjen Imigrasi menyatakan bahwa Harun Masiku telah ke Singapura pada tanggal 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum OTT KPK dan belum kembali ke Indonesia.

Baca juga:Diburu Polisi Hingga ke Gowa, Harun Masiku Tak Ditemukan

Pada 16 Januari, Menkumham yang juga politikus PDIP, Yasonna H Laoly menyatakan Harun masih berada di Singapura. Pemberitaan media nasional menyebut Harun sudah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020. Pemberitaan itu dilengkapi dengan rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta yang menunjukkan keberadaan Harun. Selama rentang itu, KPK mengklaim mempercayai pernyataan jajaran Ditjen Imigrasi dan Kemkumham. Namun, pada hari ini, Rabu (22/1/2020), Ditjen Imigrasi mengakui Harun telah kembali ke Indonesia pada 7 Januari 2020.

Diberitakan, KPK menetapkan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan; caleg PDIP, Harun Masiku; mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina dan seorang swasta bernama Saeful sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait PAW anggota DPR. Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp 900 juta. Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih buron hingga kini.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Menantu Jokowi Tidak Ingin Jadi Calon Tunggal di Pilwalkot Medan

Sebelumnya, Bobby Nasution dan Doli Sinomba Siregar menjalani "fit and proper test" di Partai Golkar.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Mahfud Tegaskan Proses Hukum Jiwasraya dan Asabri Terus Berjalan

Menko Polhukam Mahfud MD mengemukakan proses hukum terhadap kasus asuransi Jiwasraya dan Asabri terus berjalan.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Harun Masiku Sudah di Indonesia, KPK Enggan Disalahkan

Informasi yang beredar menyebut Harun sudah kembali ke Indonesia sejak 7 Januari 2020 atau sehari sebelum KPK melancarkan Operasi Tangkap Tangan.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Ratusan Lampion Kelenteng See Hin Kiong Menarik Warga Berswafoto

Pengunjung Kelenteng See Hin Kiong memanfaatkan momen tahunan ini untuk foto-foto.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Polda Jatim Periksa Polisi Penabrak Tujuh Kendaraan

Mobil patroli Sabhara Polsek Kedungkandang yang dikemudikan Aiptu Qoirul menabrak sejumlah kendaraan bermotor, di Jalan Ki Ageng Gribig, Kedungkandang, Malang.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Jateng Kekurangan 1.636.580 Blangko E-KTP

Agar tak terus menimbulkan masalah, Sugeng berharap ada strategi yang tepat dalam manajemen percetakan dan distribusi blangko yang sudah tercetak ke daerah.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Edarkan Sabu-sabu, Pedagang Seblak Diringkus Polisi

Seorang pedagang seblak di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah ditangkap polisi karena mengedarkan narkotika golongan satu jenis sabu-sabu.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Ridwan Kamil: Pengaturan Khotbah Jumat Tak Hanya di Bandung

Gubernur Jabar mengatakan bahwa isi khotbah Jumat yang disampaikan di Masjid Kota Bandung demi menjaga toleransi beragama bukan hanya diterapkan di Bandung.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Rekening Kasino Rp 50 M, Polri: Kita Telaah

Mabes Polri akan menelaah seperti apa rekening senilai Rp 50 miliar yang dimiliki sejumlah kepala daerah di kasino luar negeri.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Polda Metro Bakar 5 Hektare Ladang Ganja di Hutan Mandailing

Ladang ganja seluas 5 hektare dengan berat sekitar 60 ton dibakar di tengah hutan Desa Banjarlancat, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing.

NASIONAL | 22 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS