Eks Dirut PTPN III Didakwa Terima Suap Rp 3,55 Miliar
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Eks Dirut PTPN III Didakwa Terima Suap Rp 3,55 Miliar

Rabu, 22 Januari 2020 | 19:15 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa mantan Direktur Utama (Dirut) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero), Dolly Parlagutan Pulungan menerima suap sebesar SGD 345 ribu atau sekitar Rp 3,55 miliar dari Dirut PT Fajar Mulia Transindo, Pieko Nyotosetiadi. Suap tersebut diberikan kepada Dolly melalui Direktur Pemasaran PTPN III, I Kade Kertha Laksana.

"Telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan menerima hadiah, yaitu terdakwa menerima uang tunai sebesar SGD 345 ribu atau sekitar Rp 3.550.935.000," kata Jaksa KPK Zainal Abidin saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

Suap ini diberikan karena Dolly dan Kadek Kertha Laksana menyetujui Long Term Contract (LTC) atau kontrak jangka panjang kepada Pieko, dan advisor (penasihat) PT Citra Gemini Mulia, atas pembelian gula kristal putih yang diproduksi petani gula dan PTPN seluruh Indonesia.

"Yang distribusi pemasarannya dikoordinir PTPN III (Persero) Holding Perkebunan," kata Jaksa.

Jaksa membeberkan suap ini bermula dari kebijakan Kadek Kertha menerapkan sistem pola pemasaran kontrak penjualan jangka panjang yang mewajibkan pembeli membeli gula dengan ikatan perjanjian dengan PTPN III (Persero) dengan harga yang akan ditentukan setiap bulan.

Setelah adanya kebijakan tersebut, Kadek Kertha menawarkan kepada sejumlah perusahaan yang bergerak dalam pendistribusian gula dengan persyaratan yang sudah ditentukan. Seluruh perusahaan berminat atas penawaran tersebut.
Namun pada akhirnya, hanya perusahaan Pieko yang mampu memenuhi persyaratan. Hal ini lantaran, seluruh perusahaan lainnya keberatan atas syarat yang ditetapkan oleh PTPN III (Persero) terutama syarat yang mengharuskan perusahaan membayar uang muka 40% dari harga gula yang ditawarkan.

"Bahwa dari seluruh persyaratan sistem penjualan LTC diatas, hanya perusahaan milik Terdakwa yaitu PT Fajar Mulia Transindo yang mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan karena perusahaan lainnya keberatan atas syarat yang ditetapkan oleh PTPN III (Persero) terutama atas syarat diharuskan membeli gula di PTPN yang sudah ditentukan dan diharuskan membayar uang muka 40% dari harga gula yang ditawarkan," kata Jaksa.

Kemudian, terjadi pertemuan antara Dolly, Pieko I Kadek Kertha Laksana dan sejumlah perwakilan Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) serta direksi PTPN IX, X, XI dan XII melalui video conference untuk menetapkan harga gula. Dari sejumlah pertemuan antara Pieko dengan Kadek Kertha terjadi kesepakatan untuk PT Fajar Mulia Transindo menjadi distributor gula.

Setelah jual beli gula melalui proses penjualan dengan sistem LTC berjalan hingga periode ketiga, Dolly kembali bertemu dengan Pieko dan Arum Sabil di Hotel Shangri-La Jakarta Pusat pada 31 Agustus 2019.

Pada pertemuan tersebut, Arum Sabil meminta uang kepada Pieko untuk keperluan Dolly. Saat itu, Dolly juga mengaku membutuhkan uang sebesar USD 250.000. Atas permintaan tersebut, Pieko menyanggupi untuk memberikan uang kepada Dolly yang mekanisme penyerahannya melalui Kadek Kertha.

Pieko lantas menyerahkan uang sebesar SGD 345.000 atau setara Rp Rp3.550.935.000 ke Kadek Kertha Laksana yang rencananya akan diperuntukkan untuk Dolly.

Dolly didakwa bersama-sama dengan I Kadek Kertha Laksana. Keduanya didakwa sama-sama menerima suap dari Pieko. Dalam perkaranya, Kadek disebut sebagai perantara suap dari Pieko untuk Dolly

Atas perbuatannya, Dolly dan I Kadek Kertha Laksana didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Setelah mendengarkan dakwaan Jaksa KPK, Dolly dan Kadek menyatakan tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan tersebut. Dengan demikian, sidang berikutnya mengagendakan pemeriksaan saksi.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Terminal Keberangkatan Bandara YIA Segera Dipindah

Pemindahan ke lantai tiga juga didukung dengan rampungnya pembangunan "fly over", dan atau sistem penanganan bagasi.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Mahfud: Omnibus Law Seperti Bus yang Memuat Banyak Barang

Rancangan Undang-undang omnibus law mencakup 79 UU, terdiri atas 1.244 pasal.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Menag: Sertifikat Halal Tidak Dihapus tetapi Dipercepat Prosesnya

Menurut Fachrul, pemerintah nantinya akan menyederhanakan proses sertifikat halal.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Adjie Notonegoro Turut Diperiksa Kasus MeMiles

Di hadapan penyidik Ditreskrimsus Polda Jatim, Rabu pagi, Adjie mengaku diajak teman ikut MeMiles sejak dua bulan lalu.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Ribuan Pegawai Honorer Pemprov Banten Terancam Dirumahkan

Kebijakan tersebut diambil menyusul adanya kesepakatan penghapusan tenaga kerja atau pegawai honorer atau pegawai tidak tetap.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Program Sembako, Masyarakat Miskin Bisa Beli Daging atau Ikan

Mensos memastikan, program sembako akan serentak disalurkan bersama Program Keluarga Harapan (PKH) pada Januari.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Kemkumham Bantah Sembunyikan Buronan KPK Harun Masiku

Kemkumham membantah telah menyembunyikan caleg PDIP Harun Masiku yang menjadi buronan KPK.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Kasus Jiwasraya, Kejagung Selidiki Dugaan Keterlibatan Manajer Investasi

Kejaksaan Agung menyelidiki dugaan keterlibatan manajer investasi dalam kasus dugaan korupsi Jiwasraya.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Ari Sigit Terima Dua Mobil Mewah dan Uang dari PT Kam & Kam

“(AHS) tidak top up, tetapi justru menerima aliran dana dan reward mobil mewah baru yang diterimanya. Nah, inilah yang terus kita dalami," kata Kapolda Jatim.

NASIONAL | 22 Januari 2020

Pemprov Jabar Genjot Pariwisata Lewat Ajang "West Java Calendar 2020"

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, perputaran uang terkait pariwisata di Jabar mencapai triliunan rupiah setiap tahun.

NASIONAL | 22 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS