MUI Sulsel Tegaskan Protokol Kesehatan Bagi Masjid Gelar Salat Id
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

MUI Sulsel Tegaskan Protokol Kesehatan Bagi Masjid Gelar Salat Id

Sabtu, 23 Mei 2020 | 20:37 WIB
Oleh : YUD

Makassar, Beritasatu.com- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan menekankan pentingnya protokol kesehatan terhadap pencegahan Covid-19 bagi masjid-masjid yang sangat ingin menggelar salat Id pada Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah.

"Kalaupun ada yang lakukan (salat Id) di masjid dan lapangan itu harus diatur dengan baik sesuai protokol kesehatan agar tidak ada peningkatan kasus Covid-19 sesudah ini," kata Sekretaris MUI Wilayah Sulsel, Prof Ghalib di Makassar, Sabtu (23/5/2020).

Selain itu, pemerintah jika memberikan izin diminta untuk tetap mengawal pelaksanaan ibadah sesuai protokol kesehatan.

"Semoga setelahnya tidak terjadi penularan. Diperlukan kearifan agar masyarakat mengerti untuk apa kebijakan salat Id di rumah dikeluarkan."

Ia mengatakan kebanyakan masyarakat sering membandingkan aktivitas masjid dan pasar. Hal ini kata dia, cukup keliru, sebab perbandingan tempat ibadah harusnya dibandingkan dengan tempat ibadah yang lainnya.

Dosen Universitas Islam Negeri ini menegaskan bahwa umat tidak dilarang beribadah, tetapi dilarang berkerumun. Seperti halnya pelaksanaan Ijtima sebagai wadah berkumpulnya pemuka agama di beberapa negara yang telah dihentikan namun masih menimbulkan dampak besar terhadap penyebaran Covid-19.

"Masyarakat selalu menanyakan kenapa masjid ditutup dan pasar dibuka, itu kan bukan bandingannya. Kalau masjid bisa dibandingkan dengan pura dan gereja. Tempat perbelanjaan kalau ditutup, bisa mati juga kita. Inilah menjadi tugas pemerintah untuk lebih mempertegas kebijakan agar tidak ada juga penyebaran di pasar," urainya.

Salat Id di rumah sesuai anjuran MUI dan pemerintah, kata Prof Ghalib, tidak akan mengurangi hikmatnya ibadah, sebab hal itu dilakukan untuk kemaslahatan umat.

"Intinya kita ingin menyelamatkan jiwa umat, kita butuh generasi yang sehat untuk bisa berhikmat untuk kemajuan agama, bangsa dan negara," ujarnya.

Maka dari itu, di tengah pandemi Covid-19, MUI mengajak umat Islam meningkatkan iman dan takwa dengan mengokohkan rumah tangga sebagai basis kesejahteraan umat.

Prof Ghalib menyampaikan bahwa menurut para ulama, kesehatan itu seperti mahkota pada orang yang sehat namun tidak ada yang bisa melihatnya kecuali orang yang sakit.

Maka dari itu, dianjurkan bahwa memelihara kesehatan jauh lebih baik daripada mengobati, langkah preventif itu diwujudkan dengan imbauan salat Idul Fitri di rumah.

"Karena agama mengajarkan meskipun kesehatan bukan segala-galanya, tetapi tanpa kesehatan kita juga tidak bs berbuat apa-apa," katanya.

Oleh karena itu, diharapkan masyarakat tetap mengikuti apa yang diinginkan pemerintah dan ulama untuk melaksanakan salat di rumah, mengatur suasana lebaran di tempat ibadah sesuai protokol kesehatan agar terbebas dan terpelihara dari virus corona.

Kata Prof Ghalib, MUI juga berharap ​​​​​Idulfitri menghadirkan keharmonisan di tengah perbedaan.

"Semoga Ramadan ini meningkatkan solidaritas kita membangun negeri dengan maksud pentingnya menjaga kesehatan dengan baik, terutama prinsip dalam Islam bahwa kesehatan kesalehan melahirkan pribadi yang baik untuk sesama," urainya.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Gandeng Jaringan Nelayan Matahari, Kadin Salurkan Bantuan Sembako

Kadin melalui Yayasan Kemanusiaan Kadin Indonesia menggandeng JNM untuk menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada keluarga nelayan terdampak Covid-19.

NASIONAL | 23 Mei 2020

Pemprov Sulsel Imbau Umat Muslim Salat Ied di Rumah

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Sulsel masuk zona merah.

NASIONAL | 23 Mei 2020

Langkah KPK Limpahkan Kasus Pejabat UNJ ke Polri Dinilai Tepat

Romli Atmasasmita menilai langkah KPK melimpahkan kasus dugaan pemberian uang THR di lingkungan Kemdikbud ke instansi Polri sudah tepat berdasarkan UU KPK.

NASIONAL | 23 Mei 2020

Larangan Mudik, 68.946 Unit Kendaraan Diputarbalikkan

Pihak kepolisian berhasil memutar balik 68.946 unit kendaraan selama 29 hari operasi ketupat yang digelar terkait larangan mudik.

NASIONAL | 23 Mei 2020

Deforestasi Indonesia Turun Tajam Bukti Komitmen Pemerintah Lindungi Keanekaragaman Hayati

Berbagai upaya rehabilitasi hutan dan lahan terus dilakukan dengan target mencapai 4 juta hektare selama lima tahun ini.

NASIONAL | 23 Mei 2020

Lembaga Gereja dan Keumatan Bantu Jurnalis Terdampak Covid-19 di Medan

Bantuan itu merupakan bentuk saling peduli terhadap jurnalis, yang selama ini menjadi mitra dan sahabat GAMKI Medan.

NASIONAL | 23 Mei 2020

Tak Mudik, Ganjar Pranowo Gelar Open House Virtual

Ganjar Pranowo dan keluarga tidak berlebaran di di Purworejo atau Purbalingga. Ganjar akan mengadakan "open house" virtual via aplikasi Zoom Meeting.

NASIONAL | 23 Mei 2020

Bantu UKM Tetap Eksis di Tengah Pandemi, Ganjar Kucurkan Rp 38 Miliar

Anggaran puluhan miliar disiapkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, untuk membuat pelaku UKM tetap eksis di tengah pandemi.

NASIONAL | 23 Mei 2020

Pemerintah Perketat Pengawasan Larangan Mudik

Pengetatan pengawasan ini dilakukan dengan berbagai cara, misalnya menambah jumlah personel hingga mengevaluasi pengetatan secara berkala.

NASIONAL | 23 Mei 2020

Polisi Dalami Kasus Dugaan Suap UNJ

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya tengah mendalami kasus dugaan suap UNJ kepada pejabat Kemdikbud. Tujuh orang yang diperiksa masih berstatus saksi.

NASIONAL | 23 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS