Doni Monardo: Akan Ada Standarisasi Harga Tes PCR
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Doni Monardo: Akan Ada Standarisasi Harga Tes PCR

Kamis, 4 Juni 2020 | 18:09 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan akan ada standarisasi harga tes polymerase chain reaction (PCR).

"Tadi Bapak Presiden juga menegaskan pentingnya standarisasi harga bagi mereka yang akan melaksanakan bepergian dan wajib untuk tes PCR," kata Doni di kantornya di Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Doni menyampaikan hal tersebut seusai mengikut rapat terbatas (ratas) dengan tema "Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19" melalui video conference yang dipimpin Presiden Jokowi.

"Bapak Presiden meminta harga PCR test tersebut tidak memberatkan para petugas atau masyarakat yang akan bepergian dan menugaskan Menteri Kesehatan untuk menentukan standarisasi harga," ucap Doni.

Harga PCR test mandiri di sejumlah rumah sakit swasta memang bervariasi, antara Rp 1.999.000 hingga sekitar Rp 2,5 juta, padahal hasil negatif PCR test diwajibkan untuk bepergian menggunakan pesawat.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan saat ini pemerintah mendorong pembuatan mesin PCR test dan seluruh kelengkapannya di dalam negeri.

"Perlunya membangun industri berbagai hal terkait materi atau bahan pemeriksaan PCR, misalnya cotton swab, viral transport medium, jadi sekarang ini ada puluhan alat tes dengan berbagai merk. Bapak Presiden meminta untuk disederhanakan jumlahnya (mereknya) agar kita tidak semrawut," kata Muhadjir.

Sejumlah komponen yang dibutukan dalam PCR test, misalnya reagen yaitu zat atau senyawa yang digunakan ke sistem saat pengetesan yang menyebabkan reaksi kimia untuk melihat apakah terjadi reaksi. Komponen lain yang dibutuhkan adalah VTM atau media pembawa virus dan ekstrak RNA atau pemurnian asam nukleat rantai tunggal yang merupakan hasil translasi dari DNA.

"Karena seperti kita ketahui ada sering sekali medium pengangkut virus dengan reagen dan esktrasi tidak matching karena mereknya beda, sehingga menghambat pelaksanaan di lapangan. Semakin sedikit jumlah merek nanti lebih mudah untuk penanganan," ujar Muhadjir.

Menurut Muhadjir, Presiden Jokowi mendorong mesin PCR test yang sudah dikembangkan ditemukan peneliti di Indonesia itu agar segera diproduksi dalam jumlah besar agar Indonesia tidak tergantung pada impor.

"Ada satu hal yang harus diselesaikan Pak Menristek, yaitu (alat) mencoloknya hidung dan tenggorokan belum produksi, padahal PCR-nya sudah bisa. Karena itu tadi Bapak Presiden meminta itu untuk dipenuhi sehingga kita tidak lama bisa menggunakan PCR dalam negeri sendiri yang kualitasnya sudah teruji secara medis," kata Muhadjir.

Muhadjir pun berharap Indonesia dapat memproduksi vaksin Covid-19 secara mandiri pada akhir 2020.

"Target indonesia bisa memproduksi vaksin mandiri adalah akhir tahun ini. Tadi Presiden menginstruksikan peneliti kita untuk mencari, menemukan vaksin untuk digunakan Indonesia sendiri, karena Bapak Presiden menyampaikan sekarang ada 147 pihak di dunia yang bergerak menyusun vaksin, tapi mereka pertama-tama akan digunakan untuk kebutuhan sendiri, sementara kita punya 270 juta warga, sehingga mau tidak mau tidak mungkin mengandalkan impor. Jadi harus siap-siap melakukan riset vaksin untuk Indonesia sendiri," kata Muhadjir.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

New Normal, Ini Syarat dari Indonesia Halal Watch

Indonesia Halal Watch mengimbau agar pengelola pusat perbelanjaan memperhatikan beberapa hal.

NASIONAL | 4 Juni 2020

Tiga Hari Beruntun, Bengkulu Nihil Pertambahan Kasus Positif Covid-19

Dalam tiga hari terakhir tak ada pertambahan kasus positif virus atau Covid-19 di Provinsi Bengkulu, alias nihil.

NASIONAL | 4 Juni 2020

Aspri Imam Nahrawi Dituntut 9 Tahun Penjara

Jaksa meyakini Ulum terbukti bersalah menerima suap dan gratifikasi dengan nilai total sekitar Rp 20 miliar.

NASIONAL | 4 Juni 2020

Pelaksanaan New Normal Harus dengan Protokol Kesehatan

Kuncinya adalah dalam pola kehidupan normal baru (new normal), setiap masyarakat menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

NASIONAL | 4 Juni 2020

Jokowi Minta Ada Target Terukur Angka Partisipasi Pendidikan di Indonesia

Presiden Jokowi meminta jajaran kementerian membuat target terukur untuk peningkatan angka partisipasi pendidikan baik di pendidikan dasar, menengah, dan tinggi

NASIONAL | 4 Juni 2020

Jokowi Ingin Tiru Empat Negara Ini dalam Pembentukan SDM Unggul

Presiden Jokowi meminta jajaran kementeriannya untuk meniru negara-negara yang berhasil mengadaptasi sistem pendidikan untuk mencetak SDM unggul.

NASIONAL | 4 Juni 2020

ASN Banten Perpanjang Masa Bekerja dari Rumah hingga 14 Juni

Perpanjangan bekerja dari rumah untuk ASN menyusul telah diperpanjangnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tangerang Raya.

NASIONAL | 4 Juni 2020

Bamsoet Ungkap Keresahan Perusahaan Penyelenggara Haji dan Umrah

Bamsoet menyatakan perusahaan penyelenggara haji dan umrah sedang khawatir akibat keputusan Pemerintah menunda ibadah haji 2020 dan pembahasan RUU Ciptaker.

NASIONAL | 4 Juni 2020

Lagi, DIY Zero Positif Tambahan Kasus Covid-19

Hingga hari ini di DIY tetap sebanyak 237 kasus positif Covid-19.

NASIONAL | 4 Juni 2020

Jokowi Sebut 4 Strategi Wujudkan Peta Jalan Pendidikan Nasional

Banyak negara di dunia sudah mulai mengadaptasi sistem pendidikan mereka untuk memenuhi perubahan besar yang ada.

NASIONAL | 4 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS