New Normal Diharapkan Dongkrak Kesejahteraan Petani
INDEX

BISNIS-27 496.112 (7.49)   |   COMPOSITE 5571.66 (81.11)   |   DBX 1025.31 (6.73)   |   I-GRADE 161.222 (3.23)   |   IDX30 481.63 (9.32)   |   IDX80 126.239 (2.53)   |   IDXBUMN20 347.718 (10.77)   |   IDXG30 131.769 (1.75)   |   IDXHIDIV20 428.361 (9.36)   |   IDXQ30 139.975 (2.43)   |   IDXSMC-COM 236.298 (3.68)   |   IDXSMC-LIQ 285.496 (7.48)   |   IDXV30 117.12 (3.63)   |   INFOBANK15 959.319 (10)   |   Investor33 418.313 (5.87)   |   ISSI 162.317 (3.18)   |   JII 593.683 (14.31)   |   JII70 203.182 (4.77)   |   KOMPAS100 1131.88 (19.93)   |   LQ45 884.897 (16.77)   |   MBX 1547.61 (24.33)   |   MNC36 311.774 (4.65)   |   PEFINDO25 293.783 (7.19)   |   SMInfra18 273.756 (10.1)   |   SRI-KEHATI 356.906 (5.42)   |  

New Normal Diharapkan Dongkrak Kesejahteraan Petani

Minggu, 7 Juni 2020 | 16:33 WIB
Oleh : Herman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Indonesia tengah mengerahkan untuk segera masuk ke dalam tatanan kehidupan normal yang baru atau new normal. Kebijakan ini diharapkan menjadi pendongkrak kejayaan dan kesejahteraan petani kembali melalui dimulainya aktivitas hotel, restoran, katering (Horeka) dan perkantoran.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan dampak yang ditimbulkan akibat pandemi Covid-19 masih dirasakan masyarakat, termasuk para petani. Faktor yang mempengaruhi petani yakni harga produk pertanian mengalami tekanan diakibatkan oleh panen raya musim tanam pertama. Selain itu, terjadi gangguan distribusi akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), penurunan daya beli masyarakat, serta melemahnya sektor ekonomi yang terkait dengan sektor pertanian seperti Horeka dan perkantoran.

"Kondisi ini menyebabkan deflasi kelompok bahan makanan, di mana jumlah bahan pangan di lapangan banyak, namun permintaan berkurang yang berakibat langsung dengan pendapatan petani," ungkap Syahrul Yasin Limpo melalui keterangan resmi, Minggu (7/0/2020).

Menurut Mentan, selama pandemi, deflasi kelompok bahan makanan masih berimplikasi positif terhadap stabilitas sosial dan politik. Sehingga untuk mengurangi dampak ke pendapatan yang diterima petani, pemerintah melalui kementerian terkait memberikan bantuan sosial yang dapat mengkompensasi penurunan daya beli petani yang diakibatkan oleh penurunan harga produk pertanian.

"Dengan kebijakan normal baru, utamanya di sektor pariwisata, diharapkan dapat memulihkan permintaan produk pertanian, sehingga dapat memperbaiki harga di tingkat petani," tuturnya.

Kementerian Pertanian mencatat, panen raya musim tanam pertama sukses untuk mengamankan stok pangan, sehingga tidak terjadi gejolak kenaikan harga dan tersendatnya distribusi 11 bahan pokok, khususnya dalam menghadapi bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

"Ekspor komoditas pertanian juga masih jalan sebesar 12,6%. Nilai Tukar Petani (NTP) memang turun akibat pandemi Covid-19, tapi ini hanya sesaat dan nanti akan segera naik lagi," ujarnya.

Menghadapi fenomena yang terjadi di kalangan petani, Mentan Syahrul mengatakan pihaknya sedang melakukan berbagai upaya, salah satunya melakukan pengendalian dari sisi harga pertanian. "Pengendalian ini utamanya melalui koordinasi dengan Bulog dan Kemdag," tuturnya.

Menurut Mentan, kunci meningkatkan NTP adalah menyeimbangkan penawaran dan permintaan. Sehingga kebijakan pemerintah untuk membuka sektor pariwisata dan aktivitas perkantoran harus dipersiapkan dengan baik. Sebab dengan keberhasilan kebijakan ini dapat kontribusi terhadap perbaikan harga di tingkat petani.

"Kita juga akan lakukan pengendalian harga barang konsumsi petani, salah satunya dengam menjamin distribusi barang hingga ke pedesaan," sambungnya.

Saat ini, Kemtan terus melakukan upaya untuk tetap menjaga stok pangan utamanya beras. Direktur Jenderal Tanaman Pangan , Suwandi menambahkan upaya untuk menjaga stok yang ada yakni dengan percepatan tanam pada April-September 2020 yang dilaksanakan di 8 wilayah andalan, 9 wilayah utama dan 16 wilayah pengembangan.

"Kemtan memberikan bantuan benih, alat mesin pertanian, asuransi pertanian dan pendampingan agar percepatan tanam sukses dan memberikan hasil yang tinggi," katanya.

Suwandi mengatakan target luas tanam 2020 sebesar 11,66 juta ha yang berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras. Sementara stok beras akhir Juni 2020 diperkirakan masih mencapai 6,84 juta ton.

Potensi panen padi Mei 2020 mencapai 1,25 juta ha dengan hasil beras sebesar 3,43 juta ton. Sedangkan potensi panen padi Juni 2020 mencapai 0,74 juta ha, yang dapat menghasilkan beras sebesar 1,94 juta ton.

"Musim tanam dua, target kita di atas 5,6 juta hektar dan mudah-mudahan kalau ini bisa menghasilkan, maka ketahanan pangan bisa kita jamin lebih baik," ujar Suwandi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Operasional Kapal, Pelni Susun Skenario New Normal

Pelni menyusun skenario penerapan tatanan new normal guna mengantisipasi kemungkinan pembukaan kembali kegiatan transportasi laut.

NASIONAL | 7 Juni 2020

Hari Ini, Jakarta Tertinggi dalam Pertambahan Kasus Positif Covid-19

Setelah beberapa hari ditempati Jatim, pada Minggu (7/6/2020), DKI Jakarta menjadi provinsi yang memiliki jumlah pertambahan kasus positif Covid-19 terbanyak.

NASIONAL | 7 Juni 2020

Tambah 591, Pasien Sembuh dari Covid-19 Torehkan Rekor

Sebanyak 591 pasien dinyatakan sembuh dari virus "corona" (Covid-19) selama data 24 jam sampai hari Minggu (7/6/2020). Ini rekor pasien sembuh selama ini.

NASIONAL | 7 Juni 2020

Update Covid-19: Bertambah 672, Kasus Positif Jadi 31.186

Menurut Achmad Yurianto, terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 672. Sehingga total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 31.186.

NASIONAL | 7 Juni 2020

Istana Maimun di Medan Kembali Dibuka

Jumlah pengunjung yang datang tidak sebanyak sebelum pandemi.

NASIONAL | 7 Juni 2020

Semarang Buka Tempat Ibadah dan Perbolehkan Gelar Pernikahan

PKM tahap ketiga ini dimulai 8-21 Juni mendatang.

NASIONAL | 7 Juni 2020

Larangan Mudik-Balik Berakhir, Pemerintah Tetap akan Batasi Perjalanan Warga

Larangan mudik dan balik Lebaran 2020 berakhir 7 Juni 2020. Meski demikian, pembatasan perjalanan orang untuk semua moda transportasi akan tetap diberlakukan.

NASIONAL | 7 Juni 2020

Warga Kalsel yang Hadiri Tabligh Akbar di Gowa Diminta Memeriksakan Diri

Ada sekitar 2.000 warga Kalsel yang sempat datang ke acara tabligh akbar di Gowa, namun baru sekitar 900 warga yang melapor dan memeriksakan diri.

NASIONAL | 7 Juni 2020

Hindari Kerumunan, PPDB SD-SMP di Semarang Tak Ada Verifikasi Berkas

Meskipun beberapa proses masih sama, tetapi ada sejumlah perubahan dalam pelaksanaan PPDB tahun ini mengingat diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 7 Juni 2020

Polri-TNI Terus Kejar Simpatisan Kelompok MIT di Poso

Masih banyak yang bersimpati dengan kelompok MIT.

NASIONAL | 7 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS