Demo Anti Rasialisme Kasus Papua, Ini Jawaban Polri
INDEX

BISNIS-27 425.322 (12.08)   |   COMPOSITE 4870.04 (100.06)   |   DBX 940.805 (3.04)   |   I-GRADE 127.855 (4.56)   |   IDX30 401.317 (13.58)   |   IDX80 105.56 (3.19)   |   IDXBUMN20 265.398 (11.16)   |   IDXG30 112.997 (3.48)   |   IDXHIDIV20 357.483 (12.54)   |   IDXQ30 117.699 (3.88)   |   IDXSMC-COM 210.149 (2.59)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (5.6)   |   IDXV30 100.238 (2.07)   |   INFOBANK15 757.481 (24.48)   |   Investor33 352.266 (10.05)   |   ISSI 143.81 (2.89)   |   JII 518.901 (12.87)   |   JII70 176.231 (4.44)   |   KOMPAS100 949.983 (26.08)   |   LQ45 737.154 (23.9)   |   MBX 1342.99 (31.12)   |   MNC36 264.429 (7.79)   |   PEFINDO25 260.033 (3.99)   |   SMInfra18 229.972 (7.95)   |   SRI-KEHATI 296.897 (9.06)   |  

Demo Anti Rasialisme Kasus Papua, Ini Jawaban Polri

Rabu, 17 Juni 2020 | 17:17 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) angkat bicara soal unjuk rasa anti rasialisme yang dilakukan secara serentak terkait persidangan tujuh orang napi kasus Papua yang berlangsung di Pengadilan Negeri Balikpapan.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono tujuh orang itu didakwa atas dugaan makar dan merupakan pelaku kriminal murni dan bukan tahanan politik.

“Mereka adalah murni pelaku kriminal yang mengakibatkan terjadi kerusuhan di Papua dan khususnya di Kota Jayapura,” kata Argo melalui keterangan tertulis, Rabu (17/6/2020).

Menurut Argo akibatnya banyak masyarakat Papua yang mengalami kerugian baik materil maupun harta benda.

“Jelas mereka pelaku kriminal, sehingga saat ini proses hukum yang dijalani oleh mereka adalah sesuai dengan perbuatannya,” sambung Argo.

Menurutnya polisi memiliki barang bukti yang menjerat mereka sebagai pelaku makar.

“Kami berharap penegakan hukum Papua tidak dianggap sebagai persoalan politik, karena ini murni kriminal,” tambah Argo.

Untuk diketahui aksi demo penolakan sidang ini berlangsung serentak seperti di Bandung, Jawa Barat, yang dilakukan oleh Komite Anti Rasisme (Koar). Lalu di Balikpapan aksi dilakukan oleh Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Anti Rasisme (Gempar).

Tujuh pemuda asal Papua diproses hukum karena diduga terlibat dalam aksi protes yang kemudian berujung kekerasan di Jayapura pertengahan tahun lalu.

Polisi kemudian memproses hukum mereka dan memindahkannya dari tahanan Polda Papua ke Polda Kalimantan Timur untuk menghindari potensi konflik.

Mereka adalah mantan Ketua BEM Universitas Cenderawasih Ferry Kombo yang dituntut 10 tahun penjara, Ketua BEM Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Alex Gobay dituntut 10 tahun penjara, Hengky Hilapok dituntut 5 tahun penjara, dan Irwanus Urobmabin dituntut 5 tahun penjara.

Lalu Buchtar Tabuni dituntut 17 tahun penjara, Ketua KNPB Mimika Steven Itlay dituntut 15 tahun penjara, dan Ketua Umum KNPB Agus Kossay dituntut 15 tahun penjara.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Penyaluran Bansos Ditargetkan Rampung Akhir Juni

Juliari menegaskan, pemerintah terus berupaya menyelesaikan target penyaluran bansos.

NASIONAL | 17 Juni 2020

Menko PMK: Bansos Covid-19 Berikan Perlindungan Sosial ke 61 Persen Keluarga

Menurut Menko PMKK, bansos tersebut bersumber dari Kementerian Sosial serta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes-PDTT).

NASIONAL | 17 Juni 2020

Menko PMK: Sudah 90% Desa Salurkan BLT ke Masyarakat

Menko PMK menyatakan, masih diperlukan langkah agresif agar target pendistribusian BLT Desa bisa mencapai 100 persen.

NASIONAL | 17 Juni 2020

Peran Jaksa Agung Bisa Maksimalkan Pengawalan Program PEN

Peran Kejaksaan Agung mampu memaksimalkan pengawalan pada pelaksanaan program PEN.

NASIONAL | 17 Juni 2020

Data DTKS, Menko PMK: 20 Juta Nama Belum Sinkron dengan NIK

Perbaikan DTKS diperlukan karena masih ada 20 juta nama penduduk Indonesia yang belum sinkron dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

NASIONAL | 17 Juni 2020

Wantim MUI Minta Pembahasan RUU HIP Ditunda Selamanya

Wantim MUI mendukung langkah Wakil Presiden Ma'ruf Amin mewakili pemerintah yang telah menyatakan menunda pembahasan RUU HIP.

NASIONAL | 17 Juni 2020

Tak Tahan untuk Blusukan, Jokowi Akan Kunker ke Jawa Tengah

Agenda blusukan Jokowi salah satunya dengan melakukan kunker ke Jawa Tengah yang sampai saat ini masih dalam penyusunan.

NASIONAL | 17 Juni 2020

Sebagian Besar Pasien Covid-19 Surabaya Meninggal Disertai Penyakit Penyerta

Banyak pasien virus corona (Covid-19) yang meninggal di Surabaya, Jawa Timur dengan disertai penyakit penyerta atau komorbid.

NASIONAL | 17 Juni 2020

Januari-Mei 2020, Angkasa Pura I Layani 18,7 juta Penumpang

PT Angkasa Pura I melayani 18,7 juta penumpang selama periode Januari-Mei 2020, turun 40,36 persen dari volume lalu lintas pada periode yang sama tahun lalu.

NASIONAL | 17 Juni 2020

KPK Tegaskan Tak Pernah Tetapkan Nazaruddin Sebagai JC

KPK menegaskan tidak pernah memberikan status Justice Collaborator kepada mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin.

NASIONAL | 17 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS