Pembunuhan Dua Anak Tiri di Medan Karena Es Krim
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Pembunuhan Dua Anak Tiri di Medan Karena Es Krim

Senin, 22 Juni 2020 | 19:39 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / YUD

Medan, Beritasatu.com -Aparat kepolisian melaksanakan pra rekonstruksi pembunuhan sadis oleh Rahmadsyah (30), terhadap dua orang anak tirinya di Jalan Brigjen Katamso, Gang Abadi, Kecamatan Medan Maimun, Sumatera Utara (Sumut), Senin (22/6/2020).

Dalam rekonstruksi itu, tersangka yang mengakui melakukan pembunuhan, menghabisi kedua anak tirinya, Iksan Fatilah (10) dan Rafa Anggara (5), dengan cara membenturkan kepala kedua korban ke tembok lalu menginjak perut dan dada.

Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko yang langsung memimpin pra rekonstruksi menjelaskan, jika kedua anak tersebut awalnya diantarkan oleh ibunya ke rumah neneknya, Jumat (22/6/2020). Setelah itu, sang ibu pun berangkat bekerja.

Malam harinya, anak-anak tersebut pulang ke rumah dan sempat menonton televisi dengan ayah tiri mereka. Kedua bocah tersebut pun membujuk ayahnya untuk membelikan es krim. Rahmadsyah pun menjawab jika dia tidak memiliki uang.

“Ini baru pengakuan awal dari tersangka yah. Kemudian si anak-anak ini bilang ayah pelit dan dia akan meminta ibunya untuk mencari ayah baru,” ujar Riko.

Lantaran kesal, Rahmadsyah kemudian memegang bagian tengkuk kedua bocah itu dan langsung saling membenturkan kepala mereka. Kemudian Rahmadsyah, kembali membenturkan kepala dua anaknya ke dinding dan lantai berkali-kali.

“Kemudian dia melihat, ternyata masih bergerak, dia menginjak perut dan dadanya. Kemudian dia cek nadinya tidak ada, baru yang bersangkutan membuang jenazah ke samping sekolah Global Prima lewat lorong di sebelah rumahnya,” ujar Riko.

Setelah dipastikan tewas, pelaku membuang jenazah di samping Sekolah Global Prima. Penyidik juga masih mendalami apakah pelaku pernah melakukan kekerasan terhadap kedua bocah malang itu sebelumnya.

Sang istri Fahtulazanah pun curiga kenapa anak-anaknya tidak terlihat di rumah. Dia bertanya kepada suaminya. Saat itu tersangka tampak ketakutan. Lantas pelaku pergi dari rumah. Dia pun kemudian mengabarkan kepada istrinya lewat pesan singkat di WhatsApp, jika dia telah membunuh kedua anak Fahtulzanah.

Sang istri pun langsung mencari keberadaan anak-anaknya di seputaran sekolah. Jenazah bocah malang itu ditemukan di dalam parit dalam keadaan berlumuran darah. Kejadian itu langsung dilaporkan. Hingga akhirnya pelaku tertangkap. Polisi juga sudah melakukan pemeriksaan urine.

Hasilnya, pelaku negatif dari narkoba atau zat terlarang lainnya. Pelaku juga terancam dengan hukuman pasal berlapis tentang pembunuhan dan perlindungan anak.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Ini Kronologi Pembunuhan Dua Bocah Kakak Beradik di Global Prima Medan

Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada Jumat (19/6/2020) malam yang dilakukan oleh ayah tiri kedua bocah tersebut.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Jubir Presiden: Perpres 67/2020 Bentuk Apresiasi Terhadap Penyandang Disabilitas

Perpres Nomor 67 tahun 2020 merupakan langkah progresif Presiden Jokowi dalam menghormati hak-hak disabilitas di Indonesia.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Penahanan Ketua DPRD Muara Enim Kembali Diperpanjang

Penahanan Ketua DPRD Muara Enim, Aries HB diperpanjang selama 30 hari ke depan terhitung sejak 26 Juni 2020.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Menjaga Ekosistem Hutan, Mencegah Wabah di Masa Depan

Program Lingkungan PBB (UNEP) memperingatkan 75% dari kemunculan patogen manusia adalah zoonotik, dengan kata lain, infeksi awal yang berasal dari hewan. Aktivitas seperti deforestasi, fragmentasi lahan, serta perluasan habitat dapat meningkatkan risiko penularan penyakit. 

NASIONAL | 22 Juni 2020

PSBB, Kota Bandung Belum Bisa Gelar CFD

Kota Bandung belum dapat menggelar hari bebas kendaraan bermotor dan malam bebas kendaraan bermotor digelar di kota itu selama PSBB masih digelar.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Pandemi Covid-19, Momentum Ubah Birokrasi

Pandemi Covid-19 semestinya menjadi momentum mengubah birokrasi.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Gugus Tugas: Kawasan Pariwisata Alam Akan Dibuka Secara Bertahap

Kawasan pariwisata alam di Tanah Air dibuka secara bertahap untuk memulai aktivitas berbasis ekosistem dan konservasi dengan tingkat risiko paling ringan.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Menpan RB Ingatkan Pemda Percepat Penyederhanaan Birokrasi

Menurut Menpan RB Tjahjo Kumolo, penyederhanaan birokrasi sangat penting dalam rangka mempercepat perizinan dan pelayanan publik.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Menko PMK Sebut Pemerintah Hadapi Dua Pilihan Sulit

Pemerintah harus memilih relaksasi atau kelonggaran PSBB atau percepatan penanganan Covid-19.

NASIONAL | 22 Juni 2020

Kelanjutan Kartu Prakerja Masih Dievaluasi

Pemerintah saat ini masih mengevaluasi Program Kartu Prakerja agar tata kelolanya berjalan dengan baik, transparan dan akuntabel.

NASIONAL | 22 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS