Harimau Sumatera Kembali Tertangkap di Solok
INDEX

BISNIS-27 425.322 (6.54)   |   COMPOSITE 4870.04 (49.07)   |   DBX 940.805 (-0.47)   |   I-GRADE 127.855 (2.45)   |   IDX30 401.317 (7.5)   |   IDX80 105.56 (1.71)   |   IDXBUMN20 265.398 (6.32)   |   IDXG30 112.997 (1.91)   |   IDXHIDIV20 357.483 (6.59)   |   IDXQ30 117.699 (2.06)   |   IDXSMC-COM 210.149 (1.14)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (2.69)   |   IDXV30 100.238 (0.88)   |   INFOBANK15 757.481 (12.51)   |   Investor33 352.266 (5.51)   |   ISSI 143.81 (1.55)   |   JII 518.901 (6.54)   |   JII70 176.231 (2.41)   |   KOMPAS100 949.983 (13.23)   |   LQ45 737.154 (13.13)   |   MBX 1342.99 (15.69)   |   MNC36 264.429 (3.91)   |   PEFINDO25 260.033 (1.63)   |   SMInfra18 229.972 (4.74)   |   SRI-KEHATI 296.897 (5.09)   |  

Harimau Sumatera Kembali Tertangkap di Solok

Minggu, 28 Juni 2020 | 21:43 WIB
Oleh : YUD

Solok, Beritasatu.com - Seekor harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) kembali tertangkap di Kabupaten Solok Sumatera Barat, Minggu (28/6/2020). Harimau tersebut ditangkap oleh Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar bersama warga Nagari Gantung Ciri.

"Harimau ini merupakan harimau kedua yang masuk perangkap setelah pada Sabtu (13/6), satu harimau remaja juga terjerat perangkap," kata Kepala Resor Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Konservasi Wilayah (RKW) Solok, Afrilius, di Arosuka, Minggu.

Ia mengatakan harimau betina tersebut masuk ke perangkap yang dibuat oleh tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam dan warga.

"Sudah dua ekor yang sudah tertangkap, berarti masih ada satu ekor lagi. Jadi warga harus semakin waspada dan jangan ke ladang dulu untuk sementara. Takut induknya mengamuk," sebutnya.

Menurutnya, diduga harimau tersebut berkeliaran, karena habitat mereka banyak yang sudah dirusak oleh tangan-tangan manusia untuk lahan perkebunan. Harimau yang diduga betina itu, sudah sering masuk ke pemukiman warga, sehingga sangat meresahkan.

"Kalau tidak terpaksa, harimau jarang sekali berinteraksi dengan manusia. Harimau yang diduga sudah berkeliaran lebih dari satu bulan di kawasan perkebunan Nagari Gantung Ciri, dan juga sampai ke Nagari Jawi-Jawi Guguak akhir Ramadhan lalu," ujarnya.

Menurut keterangan pihak BKSDA, pasca tertangkapnya dua harimau Sumatera tersebut, pihaknya meminta masyarakat untuk menahan diri sementara waktu agar tidak beraktivitas di kawasan perladangan yang diduga menjadi daerah berkeliarannya harimau.

"Kita minta warga untuk menahan diri dulu, sampai kondisi benar-benar aman terkendali. Sebab masih ada satu ekor induk harimau lagi yang belum tertangkap bisa saja mengamuk," ujarnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (13/6) lalu satu ekor harimau tersebut juga sudah masuk ke perangkap yang dipasang warga. Harimau yang diperkirakan berusia antara 1,5 hingga 2 tahun tersebut, langsung dibawa pihak BKSDA Sumbar ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera (PHRS) di Dharmasraya.

Afrilius menduga, harimau yang tertangkap Minggu pagi ini, merupakan kawanan dari tiga ekor harimau yang sebelumnya sering dijumpai oleh warga di kawasan perkebunan warga di Gantung Ciri.

Dan diperkirakan masih ada satu ekor harimau lagi yang masih berkeliaran di daerah itu.

Saat harimau tersebut sampai di pusat nagari Gantung Ciri, ratusan masyarakat datang berbondong-bondong untuk menyaksikannya.

Sementara Wali Nagari Gantung Ciri, Hendry Yuda mengatakan tertangkapnya harimau tersebut berawal dari pemasangan perangkap yang dilakukan oleh tim gabungan dari petugas BKSDA dan masyarakat.

Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan penghalauan kembali ke dalam hutan bersama tim gabungan, namun tidak membuahkan hasil dan harimau tetap berkeliaran di kawasan perladangan warga.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Jokowi Perintahkan Belanja Pemerintah untuk Covid-19 Segera Dikeluarkan

Presiden Jokowi minta bila ada kendala di lapangan, harus segera dicarikan jalan keluarnya.

NASIONAL | 28 Juni 2020

Anggota DPR: Pencabutan Maklumat Kapolri Bukan Berarti Bebas Kumpulkan Massa

Harus diwaspadai ancaman gelombang kedua dari Covid-19.

NASIONAL | 28 Juni 2020

PSBB Tangerang Raya Kembali Diperpanjang, Pasar Tradisional Jadi Perhatian Khusus

Perpanjangan kali ini disertai beberapa catatan salah satunya terkait pasar tradisional yang perlu diperhatikan secara khusus.

NASIONAL | 28 Juni 2020

Kejagung Telusuri Informasi Penangkapan Djoko Tjandra

Djoko Tjandra merupakan terdakwa kasus hak tagih Bank Bali yang melarikan diri ke Papua Nugini sehari sebelum adanya putusan dari MA.

NASIONAL | 28 Juni 2020

Pasien Positif Covid-19 di Sumut Kembali Meningkat

Penyebaran Covid-19 masih berlangsung di masyarakat.

NASIONAL | 28 Juni 2020

Ganja Tetap Ilegal, Polda Aceh Tak Kendur

Indonesia sudah tegas menolak rekomendasi WHO yang hendak melegalkan penggunaan daun ganja.

NASIONAL | 28 Juni 2020

Pantau Pelanggar Protokol Kesehatan, Pemkot Surabaya Manfaatkan CCTV

Ribuan kamera CCTV (closed circuit television) digunakan untuk memantau para pelanggar protokol kesehatan Covid-19 di Surabaya, Jawa Timur.

NASIONAL | 28 Juni 2020

Pelaku Penyerangan Mapolsek OKI Diduga Dendam dengan Polisi

Hasil penyelidikan sementara polisi tidak menemukan bukti yang mengarah pada terorisme. Aksi nekat pelaku murni karena dendam dengan polisi.

NASIONAL | 28 Juni 2020

Penumpang Positif Covid-19 Lolos dari Bandara Soetta, Angkasa Pura II Lakukan Investigasi

Kewenangan pemberian izin bagi penumpang pesawat untuk bisa terbang ke daerah tujuan ada pada Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soetta.

NASIONAL | 28 Juni 2020

Penularan Baru Covid-19 di Denpasar Lewat Klaster Keluarga

Dua klaster baru penyebaran Covid-19 di Denpasar yakni klaster kasus baru dengan riwayat perjalanan dalam daerah serta klaster pasar yang menular ke keluarga.

NASIONAL | 28 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS