PSBB Diperpanjang, Banten Harapkan Masuk Zona Hijau
INDEX

BISNIS-27 425.322 (6.54)   |   COMPOSITE 4870.04 (49.07)   |   DBX 940.805 (-0.47)   |   I-GRADE 127.855 (2.45)   |   IDX30 401.317 (7.5)   |   IDX80 105.56 (1.71)   |   IDXBUMN20 265.398 (6.32)   |   IDXG30 112.997 (1.91)   |   IDXHIDIV20 357.483 (6.59)   |   IDXQ30 117.699 (2.06)   |   IDXSMC-COM 210.149 (1.14)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (2.69)   |   IDXV30 100.238 (0.88)   |   INFOBANK15 757.481 (12.51)   |   Investor33 352.266 (5.51)   |   ISSI 143.81 (1.55)   |   JII 518.901 (6.54)   |   JII70 176.231 (2.41)   |   KOMPAS100 949.983 (13.23)   |   LQ45 737.154 (13.13)   |   MBX 1342.99 (15.69)   |   MNC36 264.429 (3.91)   |   PEFINDO25 260.033 (1.63)   |   SMInfra18 229.972 (4.74)   |   SRI-KEHATI 296.897 (5.09)   |  

PSBB Diperpanjang, Banten Harapkan Masuk Zona Hijau

Senin, 13 Juli 2020 | 19:37 WIB
Oleh : Laurens Dami / YUD

Serang, Beritasatu.com - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tangerang Raya kembali diperpanjang. Pemberlakuan PSBB di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan untuk tahap yang ketujuh diharapkan semakin menyadarkan masyarakat untuk membiasakan diri menjaga protokol kesehatan.

“PSBB kita sepakati diperpanjang lagi. Harapannya Banten masuk zona hijau,” ujar Gubernur Banten Wahidin Halim, di Serang, Senin (13/7/2020).

Wahidin mengaku pernah dikritik di berbagai forum dan media sosial, seakan-akan Provinsi Banten tidak berbuat apa-apa dalam menghadapi Covid-19. Faktanya kini Provinsi Banten sudah masuk zona kuning dan berada di posisi ke-12 nasional.

Wahidin mengatakan, seluruh lini baik Polda, Korem, bupati dan wali kota serta para alim ulama bekerja keras dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Banten.

"Dan ini faktualnya, Banten benar-benar menunjukkan upayanya. Bisa tanya kepada para bupati dan wali kota," ujarnya.

Wahidin mengatakan, perpanjangan PSBB di Tangerang Raya, disertai dengan kelonggaran untuk sejumlah kegiatan tertentu yang berisiko rendah terhadap penularan dan penyebaran Covid-19. Sementara untuk kegiatan yang berisiko sedang, agak tinggi, dan tinggi tetap akan dibatasi.

Wahidin mengatakan, dirinya sejak awal tidak sepakat dengan istilah new normal tetapi yang terpenting adalah harus membiasakan diri dalam suatu kehidupan baru. Karena ada perubahan nilai-nilai budaya dan harus melalui internalisasi dan institusionalisasi. Menjadi suatu kebiasaan baru di masyarakat.

“Sejak awal pembiasaan protokol kesehatan Covid-19 bisa jadi konflik bagi diri dan sebagian masyarakat. Namun lama kelamaan karena kesadaran akan pentingnya menghadapi pandemi akhirnya jadi berkompromi dengan kebiasaan-kebiasaan dan nilai-nilai baru. Sebuah proses yang membutuhkan waktu,” ujarnya.

"Kita membutuhkan waktu sampai terjadi internalisasi diri. Kalau sudah menyatu, dan sudah jadi terinternalisasi dan teriinstitusionalisasi, Insyaallah tanpa sosialisasi lagi kita akan sudah terbiasa dan merasakan pentingnya dan manfaat suatu kehidupan baru," jelasnya.

Gubernur Banten pun mengaku ditanya beberapa kalangan resep Provinsi Banten mencapai zona kuning dari sebelumnya sebagai zona merah dan epicentrum Covid-19.

“Resep yang paling ampuh adalah soliditas di antara semua unsur yang ada di Provinsi Banten. Inilah yang saya merasa bangga dan bahagia. Ketika wali kota, bupati, Polisi, TNI dan seluruh unsur lapisan masyarakat solid. Dan ternyata masyarakat dengan kesadarannya ikut menciptakan budaya baru tanpa diperintah lagi," katanya.

Masih menurut Gubernur Banten, berbagai indikator akan diuji lagi dan harus mendapatkan jaminan. Panduan pendekatan dengan format atau model yang bisa menurunkan kuning menjadi hijau perlu pertimbangan dari semua pihak. Agar bisa menembus dan semangat dari merah, menjadi kuning dan terakhir bisa menjadi zona hijau.

Terkait ritual keagamaan, Gubernur Wahidin Halim berpesan jangan sampai terganggu karena ketatnya peraturan. Hal yang sudah terbiasa menjadi tradisi seperti pelaksanaan penyembelihan hewan kurban jangan di rumah potong hewan (RPH) tapi tetap perlu diberikan kelonggaran untuk dilaksanakan di masjid-masjid dengan protokol kesehatan yang ketat.

“PSBB sebelumnya relatif serba tidak boleh atau larangan. Pada PSBB selanjutnya secara teknis ada yang bisa dilonggarkan. Ada kegiatan yang bisa dibolehkan namun dengan tingkat risiko yang rendah. Kegiatan lain yang berisiko tinggi, agak tinggi, dan sedang tentu harus menjadi perhatian kita bersama," ujarnya.

Menurut Wahidin, kalau PSBB tidak dilanjutkan dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

“Karena ada tugas kita yang harus kita optimalkan. Jangan sampai kalau kita cabut PSBB akan terjadi euforia, masyarakat kembali seperti semula dan lupa," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Hemat Anggaran, Jokowi Akan Rampingkan 18 Lembaga dan Komisi

Jokowi tidak merincikan secara detail lembaga dan komisi mana saja yang akan dirampingkan.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Angka Kriminal Naik, Termasuk Pencurian

Angka kriminal berdasar data statistik Polri juga menunjukan tren kenaikan.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Petugas Pemilu di Bantul dan Sleman Reaktif Covid-19

PPDP di Bantul telah menjalani "rapid test" Covid-19. 2.081 PPDP, 120 petugas harus diganti menjelang coklit data pemilih, karena menunjukkan hasil reaktif.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Menko PMK: Hindari Kerumunan di Ruang Tertutup

Muhadjir Effendy mengimbau, pertemuan di ruangan tertutup dibatasi.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Kasus Jual-Beli Pulau Malamber, Ini Kata Mendagri

Mendagri Tito Karnavian memilih untuk menelusuri dan memonitor kasus dugaan jual-beli Pulau Malamber, Sulawesi Barat.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Presiden Siapkan Sanksi untuk Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19

Presiden Joko Widodo tengah menyiapkan sanksi bagi para pelanggar protokol kesehatan untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Panglima TNI: Kesiapan Operasional Jadi Kunci Keberhasilan Tugas PPRC TNI

Di tengah situasi pandemi global, TNI harus selalu berada dalam tingkat kesiapan tertinggi untuk menghadapi ancaman nyata yang mungkin terjadi.

NASIONAL | 13 Juli 2020

58 Orang Positif Covid-19, Gugus Tugas Lakukan Tracing Tiga Media di Surabaya

Tiga media di Surabaya yang dilakukan penelusuran adalah RRI, TVRI dan Metro TV.

NASIONAL | 13 Juli 2020

ASN Terlibat Ideologi Khilafah Akan Diberhentikan Tidak Hormat

Tjahjo Kumolo menegaskan aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti terlibat ideologi khilafah akan diberhentikan tidak hormat.

NASIONAL | 13 Juli 2020

Doni Monardo: Rencana Pembukaan Sekolah di Zona Kuning Masih Dikaji

Doni Monardo mengatakan bahwa pemerintah masih mengkaji untuk pembukaan sekolah di daerah yang masuk zona kuning atau risiko rendah virus corona atau Covid-19.

NASIONAL | 13 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS