Dua Penyerang Novel Dinyatakan Tidak Terbukti Berniat Sebabkan Luka Berat
INDEX

BISNIS-27 506.098 (-2.99)   |   COMPOSITE 5701.03 (-21.78)   |   DBX 1035.29 (4.23)   |   I-GRADE 166.318 (-0.13)   |   IDX30 494.279 (-1.96)   |   IDX80 129.716 (-0.63)   |   IDXBUMN20 362.653 (1.11)   |   IDXG30 134.441 (-1.2)   |   IDXHIDIV20 440.988 (-0.91)   |   IDXQ30 143.821 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 242.747 (-0.62)   |   IDXSMC-LIQ 296.284 (-2.64)   |   IDXV30 122.829 (0.78)   |   INFOBANK15 978.195 (1.48)   |   Investor33 426.909 (-3.32)   |   ISSI 166.986 (-1.24)   |   JII 611.564 (-6.71)   |   JII70 209.726 (-1.98)   |   KOMPAS100 1161.89 (-6.87)   |   LQ45 907.882 (-4.42)   |   MBX 1586.58 (-7.86)   |   MNC36 318.65 (-2.24)   |   PEFINDO25 310.515 (-0.4)   |   SMInfra18 285.156 (1.39)   |   SRI-KEHATI 364.469 (-1.96)   |  

Dua Penyerang Novel Dinyatakan Tidak Terbukti Berniat Sebabkan Luka Berat

Kamis, 16 Juli 2020 | 22:37 WIB
Oleh : Carlos Roy Fajarta / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Dua penyerang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dinyatakan tidak terbukti berniat untuk menyebabkan luka berat meski sudah merencanakan penyerangan.

"Perbuatan terdakwa telah menambahkan air aki ke dalam mug yang telah terisi air aki sebenarnya tidak menghendaki luka berat pada diri saksi korban Novel Baswedan sebab jika sikap batin terdakwa ingin menimbulkan luka berat, tentu terdakwa tidak perlu menambahkan air kepada mug yang telah terisi air aki yang merupakan air keras tersebeut atau dengan cara lain apalagi terdakwa anggota pasukan Brimob yang terlatih melakukan penyerangan secara fisik," kata ketua majelis hakim Djumyanto di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (16/7/2020).

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis malam menjatuhkan vonis selama 2 tahun penjara kepada Rahmat Kadir Mahulette dan 1,5 tahun penjara kepada Ronny Bugis karena terbukti melakukan penganiayaan yang menyebabkan luka berat terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Hakim mengutip keterangan ahli Hamdi Moeloek perbuatan terdakwa ingin memberikan pelajaran kepada saksi korban Novel Baswedan untuk memuaskan impuls terhadap Novel karena ingin membela korps tempat Rahmat dan Ronny bekerja yaitu institusi Polri.

"Karena terdakwa beranggapan semestinya Novel Baswedan memiliki jiwa korps yang sama dengan demikian jelas perbuatan terdakwa memang terbukti mengakibatkan luka berat terhadap saksi berat Novel Baswedan tapi luka berat itu pada faktanya bukan niat atau bukan kehendak atau tidak menjadi sikap batin terdakwa sejak awal sehingga unsur penganiayaan berat dalam dakwaan primer tidak terpenuhi," ungkap Hakim.

Meski tidak terpenuhi penganiayaan berat, namun penganiayaan itu dilakukan dengan rencana lebih dahulu.

"Dalam sidang muncul pengakuan bahwa ada niat terdakwa memberikan pelajaran kepada saksi korban Novel Baswedan yang diawali berusaha mencari alamat, setelah memperoleh alamat tinggal lalu meminjam motor Ronny Bugis untuk melakukan survei pada 8-9 April 2017," tambah hakim.

Setelah yakin alamat Novel maka pada 10 April 2017, Rahmat mengambil sisa air aki ke kontrakan dan mencampur air ke mug yang sudah diisi air aki yang diperoleh dari pool mobil Polri.

"Terdakwa lalu mengajak Ronny Bugis sampai akhirnya terdakwa menyiramkan air aki kepada Novel Baswedan sehingga jelas rangkaian perbuatan terdakwa dilakukan dalam suasana tenang dalam rentang waktu yang cukup antara kehendak dan pelaksanaan kehendak sehingga jelas direncanakan lebih dahulu," tambah hakim Djumyanto.

Keduanya terbukti melakukan perbuatan berdasarkan dakwaan subsider pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Putusan itu lebih berat dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Utara yang menuntut Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis selama 1 tahun penjara.

Ronny dan Rahmat diketahui adalah polisi aktif dari Satuan Gegana Korps Brimob Kelapa Dua Depok.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa langsung menyatakan menerima.

"Terima kasih yang mulia, saya menerima," kata Rahmat.

"Kami menerima putusannya yang mulia," kata Ronny.

Sedangkan JPU Kejari Jakarta Utara menyatakan pikir-pikir.

Sementara Novel Baswedan mengatakan vonis tersebut menunjukkan negara tidak berpihak pada upaya pemberantasan korupsi.

"Saya tidak ingin katakan bahwa ini adalah kemenangan para penjahat dan koruptor tapi saya khawatir akhir persidangan ini adalah cerminan yang nyata bahwa negara benar-benar tidak berpihak kepada upaya pemberantasan korupsi," kata Novel saat dihubungi.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BPBD DIY Siapkan Skema Mitigasi Merapi

Tim Respons Cepat (TRC) BPBD DI Yogyakarta telah mempersiapkan rencana kontigensi terkait evakuasi warga, bersamaan dengan kesiap-siagaan pada pandemi Covid-19.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Selama Pandemi, KKP Beri Bantuan 119,7 Juta Benih Ikan

KKP selama pandemi Covid-19 ini telah menyalurkan sebanyak 119,7 juta ekor benih ikan kepada 848 penerima di 23 provinsi.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Naumi Ingin Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Prioritas

Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak terus melakukan kerja-kerja preventif dan edukatif agar masyarakat dapat peduli dengan perlindungan perempuan dan anak.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Kuasa Hukum: Terdakwa Jiwasraya Tak Terafiliasi dengan Manajer Investasi

Meski para saksi meyakini adanya afiliasi, namun kuasa hukum terdakwa tak bisa menerima keyakinan tersebut.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Ini Protokol Covid-19 Saat Berbelanja di Pasar

Berikut cara berinteraksi yang aman dan sehat di pasar tradisional sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

NASIONAL | 16 Juli 2020

2021, Kempupera Tetap Berikan Subsidi Rumah Bagi MBR

Kempupera memastikan bahwa anggaran subsidi perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih terus dilaksanakan.

NASIONAL | 16 Juli 2020

Saksi Sebut Manajemen Lama Jiwasraya Gunakan RDPT Muluskan Aksi Terdakwa

Waktu itu manajemen tidak menginginkan pencatatan kerugian akibat penurunan harga-harga.

NASIONAL | 16 Juli 2020

KPK Serahkan Tanah Sitaan ke Kementerian ATR/BPN

KPK menyerahkan dua bidang tanah dari sitaan perkara korupsi senilai Rp 36,9 miliar ke Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN)

NASIONAL | 16 Juli 2020

Peduli Kesulitan Rakyat, Alumni Akabri ‘95 Gelar Baksos

Sebagai bentuk kepedulian atas keprihatinan bangsa yang saat ini tengah dilanda pandemi Covid-19, Alumni Akabri tahun 1995 menggelar bakti sosial (baksos)

NASIONAL | 16 Juli 2020

DPR dan Pemerintah Sepakat Konsep RUU BPIP Tidak Segera Dibahas

Rancangan Undang-Undang (RUU) Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tidak akan dibahas dalam waktu dekat.

NASIONAL | 16 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS