Mendagri: Birokrat Tidak Boleh Buat Keputusan Berdasarkan Insting
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-2.77)   |   COMPOSITE 4934.09 (-32.44)   |   DBX 924.804 (0.05)   |   I-GRADE 130.838 (-1.11)   |   IDX30 413.425 (-2.95)   |   IDX80 108.094 (-0.86)   |   IDXBUMN20 272.657 (-4)   |   IDXG30 115.379 (-0.36)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-3.46)   |   IDXQ30 120.916 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-1.31)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-2.05)   |   IDXV30 102.468 (-1.01)   |   INFOBANK15 776.883 (-5.04)   |   Investor33 360.093 (-2.24)   |   ISSI 144.765 (-0.99)   |   JII 523.909 (-3.5)   |   JII70 177.568 (-1.36)   |   KOMPAS100 966.07 (-7.6)   |   LQ45 756.376 (-5.63)   |   MBX 1366.8 (-10.32)   |   MNC36 270.277 (-2.16)   |   PEFINDO25 258.891 (-2.83)   |   SMInfra18 233.321 (-2.13)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-2.31)   |  

Mendagri: Birokrat Tidak Boleh Buat Keputusan Berdasarkan Insting

Selasa, 28 Juli 2020 | 22:31 WIB
Oleh : Robertus Wardy / YUD

Sumedang, Beritasatu.com- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta para birokrat yang berada di instansi pemerintahan agar tidak membuat keputusan berdasarkan insting atau perasaan, apalagi mistik. Para pembuat kebijakan atau birokrat harus membuat kebijakan berdasarkan data-data scientific dan berdasarkan teori.

"Supaya tidak untung-untungan hasilnya tetapi membuat kebijakan yang kuat berdasarkan penelitian sebelumnya,” kata Tito saat memberikan pengarahan dalam Wisuda IPDN Tahun 2020 di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (28/7/2020).

Ia mengutip kalimat seorang ilmuan bernama Joseph Stiglitz yang menyebutkan “If theory without policy is for academic, and policy without academic is for gamblers.” Artinya berteori saja tanpa diitindaklanjuti dengan membuat kebijakan, itu adalah untuk para akademik, sementara membuat kebijakan tanpa didasari teori adalah untung-untungan atau gamblers.

"Seorang birokrat yang menjadi motor penggerak pemerintahan harus menjadi seorang ilmuan atau scientist. Sehingga, kebijakan yang dihasilkan, telah melalui serangkaian penelitian dan pola pikir ilmiah," tutur mantan Kapolri ini.

Mendagri menjelaskan, sebagai pemimpin yang kuat, dibutuhkan 3 faktor penting. Pertama, power dan kewenangan yang diatur dalam Undang-Undang maupun aturan lainnya. Kedua, memiliki followers atau pengikut berupa staf yang loyal dan pekerja. Ketiga, memiliki konsep yang didapat melalui ilmu pengetahuan.

"Power atau kewenangan, dan memiliki pengikut atau staf nantinya, itu saja tidak cukup, tapi juga harus memiliki konsep. Konsep hanya bisa didapatkan dengan melalui knowledge atau pengetahuan. Pengetahuan diperoleh melalui jalur formal atau informal, apalagi didasari dengan keilmuan yang kuat,” tuturnya.

Dengan konsep yang kuat yang berasal dari ilmu pengetahuan, diharapkan pemimpin mampu membawa organisasi ke arah yang lebih jelas. Terutama dalam mencapai tujuan dengan menggunakan strategi yang telah dipikirkan secara matang.

Strong leader di samping memiliki kewenangan, pengikut, mampu membawa pengikutnya dengan konsep dan strategi yang kuat untuk membawa organisasinya mencapai tujuan. Tanpa konsep yang kuat, tanpa strategi, maka anak buah akan bingung, mau dibawa ke mana organisasi yang dipimpin," tutup Tito.




BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Apresiasi Permintaan Maaf Mendikbud, PGRI Tetap Minta Organisasi Penggerak Ditunda

Unifah menyarankan, sebaiknya anggaran sudah dialokasikan tersebut dialihkan untuk memperkuat pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

NASIONAL | 28 Juli 2020

Apresiasi Permintaan Maaf Mendikbud, NU: Sebaiknya Jangan Diulangi Lagi

Permintaan maaf dari pejabat tinggi merupakan peristiwa langka. Itu merupakan sikap kesatria yang sangat baik yang patut ditiru.

NASIONAL | 28 Juli 2020

Mendikbud Minta Maaf atas Polemik Program Organisasi Penggerak

Ia juga mengajak Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan PGRI untuk kembali bergabung ke dalam POP.

NASIONAL | 28 Juli 2020

Pandemi Covid-19, Petani Kerinci Justru Berhasil Ekspor Kopi ke Belgia

Ekspor perdana sekitar 15,9 ton kopi petani Kerinci ke Belgia tersebut dilepas Gubernur Jambi, Fachrori Umar di pelabuhan Talang Duku, Muarojambi, Jambi.

NASIONAL | 28 Juli 2020

Pancasila Pilihan Terbaik dan Final bagi Muhammadiyah dan NU

Bagi organisasi Islam Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), Pancasila merupakan pilihan terbaik dan final

NASIONAL | 28 Juli 2020

Soal Surat Evi Novida Ginting, Istana: Sikap Presiden Belum Diputuskan

Juru Bicara Presiden bidang Hukum Dini Purwono mengatakan, surat permintaan pengembalian jabatan Evi Novida Ginting sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah diterima

NASIONAL | 28 Juli 2020

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Angkatan Utama

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyematkan tanda kehormatan Bintang Angkatan Kelas Utama kepada Kapolri Jenderal Idham Azis, Selasa (28/7/2020)

NASIONAL | 28 Juli 2020

Datangi Setneg, Pengacara Desak Presiden Kembalikan Evi Novida Ginting sebagai Komisioner KPU

Kuasa Hukum mendatangi Setneg untuk memberikan surat berisikan permintaan kepada Presiden untuk mengembalikan posisi Evi Novida Ginting sebagai komisioner KPU

NASIONAL | 28 Juli 2020

Pelanggar Protokol Kesehatan di Bengkulu Belum Dikenakan Sanksi Tegas

Masyarakat yang melanggar protokol kesehatan di Bengkulu belum dikenakan sanksi yang tegas.

NASIONAL | 28 Juli 2020

SMA/SMK Sederajat di Banten Tetap Belajar secara Daring

Kegiatan belajar mengajar tatap muka belum diizinkan meski saat ini, wilayah Provinsi Banten masuk zona kuning.

NASIONAL | 28 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS