Cuaca Buruk, Ribuan Nelayan di Aceh Barat Tidak Bisa Melaut
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Cuaca Buruk, Ribuan Nelayan di Aceh Barat Tidak Bisa Melaut

Minggu, 2 Agustus 2020 | 22:36 WIB
Oleh : YUD

Meulaboh, Beritasatu.com - Ribuan nelayan di Kabupaten Aceh Barat sejak sepekan terakhir tidak melaut akibat cuaca buruk yang melanda sebagian besar wilayah pantai barat dan selatan Aceh, karena tingginya gelombang laut mencapai enam meter di Samudera Hindia.

Akibatnya, hasil tangkapan nelayan di daerah ini mengalami penurunan drastis akibat cuaca yang tidak bersahabat.

Panglima Laut Kabupaten Aceh Barat, Amiruddin di Meulaboh, Minggu (2/8/2020) mengatakan hingga kini banyak kapal nelayan tradisional di daerah ini tidak melaut dan terpaksa ditambatkan di sepanjang aliran sungai di Meulaboh, karena cuaca buruk.

“Selama badai dan tingginya gelombang, hasil tangkapan nelayan berkurang drastis. Ini berimbas pada ekonomi masyarakat nelayan,” kata Amiruddin.

Menurutnya, dampak fenomena alam yang terjadi sepekan terakhir menyebabkan para nelayan di daerah ini sementara waktu harus meliburkan aktivitas mereka, dan sementara beralih ke profesi lain untuk menambah pendapatan keluarga.

Namun khusus untuk kapal dengan kapasitas 10 gross ton (GT), kata Amiruddin, sejauh ini masih berupaya melaut dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari bibir pantai, guna memenuhi kebutuhan ikan segar bagi masyarakat di Aceh Barat.

“Khusus kapal 10 GT yang berlabuh juga kita wajibkan memakai peralatan canggih seperti GPS atau radio komunikasi, sebagai syarat bisa melaut ditengah badai saat sekarang ini,” katanya.

Penggunaan peralatan canggih dan tersambung dengan citra satelit tersebut juga dimaksudkan agar otoritas terkait termasuk organisasi panglima laut di Aceh Barat, lebih mudah melakukan pemantauan dan komunikasi dengan ABK dan nelayan saat berada di laut lepas.

“Kalau ada sesuatu yang darurat, tentu kita bisa mengambil langkah cepat untuk membantu nelayan. Karena saat ini cuaca sangat ekstrim di laut,” demikian Amiruddin.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dugaan Kredit Fiktif di Bank Banten Rp 150 Miliar Dilaporkan ke Bareskrim Polri

MA menerbitkan Perma Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemidanaan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi.

NASIONAL | 2 Agustus 2020

Dugaan Kredit Fiktif di Bank Banten Rp 150 Miliar Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Kasus dugaan kredit fiktif yang diduga dilakukan manajemen Bank Banten senilai Rp 150 miliar lebih pada tahun 2017.

NASIONAL | 2 Agustus 2020

Pasien Covid-19 dari Jakarta Mengamuk di Aceh Barat

Seorang warga Koja, Jakarta Utara, MA mengamuk setelah menjalani isolasi bersama seluruh anggota keluarganya sejak Jumat (31/7/2020) lalu.

NASIONAL | 2 Agustus 2020

Operasi Senyap Bareskrim Tangkap Djoko Tjandra Diapresiasi

Menteri PAN dan RB Tjahjo Kumolo mengapresiasi operasi senyap penangkapan Djoko Tjandra.

NASIONAL | 2 Agustus 2020

Perma Pidana Seumur Hidup untuk Koruptor Dinilai Aturan Progresif

Abdul Fickar menyatakan aturan yang bisa menghukum pelaku korupsi dengan pidana seumur hidup sebagai aturan yang responsif dan progresif.

NASIONAL | 2 Agustus 2020

Volume Lalin Meningkat, Jasa Marga Perpanjang Contraflow

Jasa Marga memperpanjang rekayasa lalu lintas contraflow (lawan arah) hingga Km 47 karena volume lalu lintas yang terus meningkat di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

NASIONAL | 2 Agustus 2020

Bupati Puncak Sebut Dana BLT Bukti Negara Hadir di Tengah Pandemi

Bupati Puncak, Papua, Willem Wandik menegaskan dana bantuan langsung tunai (BLT) menjadi bukti kehadiran negara di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 2 Agustus 2020

Kasus Pinangki Masalah Serius Bagi Institusi Kejaksaan

Jaksa Pinangki Sirna Malasari telah melakukan pelanggaran disiplin serta bertemu dengan buronan institusi Kejaksaan Agung.

NASIONAL | 2 Agustus 2020

Pemudik ke Merak dari Bakauheni Sebanyak 23.974 Orang

23.974 orang pemudik pada arus balik Hari Raya Iduladha 1441 Hijriah melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, menuju Pelabuhan Merak, Banten.

NASIONAL | 2 Agustus 2020

KPK Sambut Baik Perma Pidana Seumur Hidup untuk Koruptor

Dalam aturan itu, terdakwa korupsi yang merugikan keuangan negara lebih dari Rp 100 miliar dapat dijatuhi hukuman seumur hidup pidana penjara.

NASIONAL | 2 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS