Saksi Jiwasraya Keberatan Atas Pemblokiran dan Penyitaan Rekening Efek
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Saksi Jiwasraya Keberatan Atas Pemblokiran dan Penyitaan Rekening Efek

Kamis, 6 Agustus 2020 | 11:20 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan perkara dugaan pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (5/8/2020). Mereka meyakini rekening tersebut tidak terkait dengan perkara rasuah di perusahaan pelat merah tersebut. Keberataan ini salah satunya disampaikan Vice President PT Pan Brothers Tbk, Anne Patricia Sutanto.

“Saya sangat dirugikan secara immaterial, mengenai nama. Selain itu, saya dirugikan karena rekening efek yang benar-benar milik saya itu sempat diblokir dan isinya dikosongkan, disita oleh Kejaksaan. Padahal tidak ada hubungannya sama sekali,” kata Anne saat bersaksi di persidangan.

Dalam persidangan itu, Anne mengaku memiliki 10 rekening efek yang tercatat atas satu Single Investor Identification (SID). Dari 10 rekening tersebut, tujuh di antaranya dikelola sendiri. Anne mengakui tiga rekening lainnya dikelola oleh Benny Tjokrosaputro, Direktur Utama PT Hanson Internasional yang menjadi salah satu terdakwa perkara ini.

“Itu pun saya baru tahu bahwa tiga rekening itu dikelola oleh Benny Tjokro ketika diperiksa BPK,” jelasnya.

Ketika diperiksa oleh Kejaksaan Agung dalam penyidikan kasus ini, Anne mengaku telah memohon agar rekening efek yang benar-benar miliknya dikembalikan. Namun, seluruh rekening efek miliknya itu kemudian diblokir Kejaksaan Agung. Dikatakan, seluruh rekening efek itu tak lagi diblokir, tetapi isinya telah disita.

“Kalau yang bukan saya kelola dan memang saya nggak tahu sebelumnya, silakan aja untuk menjadi barang bukti di persidangan. Tapi rupanya semuanya diangkut. Sekarang sudah tidak diblokir, tapi isinya udah nggak ada pak,” ungkapnya.

Anne mengatakan bakal mengajukan surat keberatan kepada pengadilan dan majelis hakim agar bisa mendapatkan kembali haknya itu.

Di ruang sidang terpisah untuk perkara yang sama, Direktur Utama PT Gunung Bara Utama Pangjaya Hartono juga menolak penyitaan Kejaksaan Agung terhadap korporasi yang dipimpinnya tersebut. PT Gunung Bara Utama merupakan anak usaha dari PT Trada Alam Mineral Tbk. (TRAM), korporasi yang dimiliki Heru Hidayat yang juga terdakwa perkara ini.

“Waktu itu kami memutuskan untuk menyatakan pendirian hukum kami. Kami menandatangani berita acara penolakan (penyitaan),” jawabnya kepada pensehat hukum Heru Hidayat dalam persidangan.

Pangjaya berdalih PT Gunung Bara Utama dalam operasionalnya sama sekali tidak terkait dengan Heru Hidayat, yang merupakan Komisaris dari perseroan tersebut. Selain itu, katanya, PT Gunung Bara Utama menjadi anak usaha TRAM yang sahamnya juga dimiliki oleh publik.

“Tentu ada kepentingan publik,” tegasnya.

Alasan lainnya, kata Pangjaya, PT Gunung Bara Utama tengah terikat perjanjian kredit sejak Juli 2019. Dalam perjanjian itu, saham perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan itu digadaikan kepada pemberi kredit, yakni PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

Sementara itu, Dion Pongkor, kuasa hukum mantan Kepala Divisi Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan mengatakan penolakan atas langkah penyitaan aset oleh Kejaksaan Agung juga disampaikan oleh saksi lain pada persidangan pekan lalu. Saksi yang dimaksud adalah Erwin Budiman, staf PT Maxima Integra.

“Dia menyampaikan protes dan keberatan, serta keluhan atas tindakan jaksa yang menyita aset yang tidak ada hubungan dengan Asuransi Jiwasraya,” jelasnya.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Direktur Utama PT Hanson Internasional Benny Tjokrosaputro dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat serta empat terdakwa lainnya melakukan korupsi terkait pengelolaan dana PT Asuransi Jiwasraya. Atas perbuatan Benny dan Heru bersama empat terdakwa lain, keuangan negara menderita kerugian hingga sebesar Rp 16,8 triliun berdasarkan audit BPK tanggal 9 Maret 2020.

Empat terdakwa lain perkara ini dengan surat dakwaan terpisah, yaitu, Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto, mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo dan eks Kepala Divisi Investasi PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan.

Jaksa membeberkan, Benny Tjokro melakukan kesepakatan bersama dengan petinggi PT Asuransi Jiwasraya untuk melakukan transaksi penempatan saham dan reksa dana perusahaan asuransi tersebut. Kesepakatan itu dilakukan dengan tidak transparan dan akuntabel.

Tiga petinggi Jiwasraya, Hendrisman Rahim, Hary dan Syahmirwan juga didakwa melakukan pengelolaan investasi tanpa analisis yang objektif, profesional dan tidak sesuai nota interen kantor pusat. Jaksa menyebut analisis hanya dibuat untuk formalitas.

Hendrisman, Hary dan Syahwirman juga disebut membeli saham sejumlah perusahaan tanpa mengikuti pedoman investasi yang berlaku.

Ketiga terdakwa disebut Jaksa membeli saham melebihi 2,5% dari saham perusahaan yang beredar.

Keenam terdakwa dan pihak terafiliasi juga telah bekerja sama untuk melakukan transaksi jual-beli saham sejumlah perusahaan dengen tujuan inventarisasi harga. Hal tersebut pada akhirnya tidak memberikan keuntungan investasi dan tidak dapat memenuhi kebutuhan likuiditas guna menunjang kegiatan operasional.

Jaksa mengatakan, Hendrisman bersama-sama Hary Prasetyo, Syahmirwan, Heru Hidayat dan Benny melalui Joko Hartono mengatur dan mengendalikan 13 Manajer Investasi dengan membentuk produk reksa dana khusus untuk PT Asuransi Jiwasraya. Hal ini dilakukan agar pengelolaan instrumen keuangan yang menjadi underlying reksa dana PT Asuransi Jiwasraya dapat dikendalikan oleh Joko Hartono Tirto.

Jaksa juga menyebut Heru, Benny dan Joko turut memberikan uang, saham dan fasilitas lain kepada tiga petinggi Jiwasraya. Pemberian dilakukan terkait pengelolaan investasi saham dan reksadana di perusahaan tersebut selama 2008-2018.

Atas perbuatannya, keenam terdakwa didakwa melanggar melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 dan atau Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, Pasal 18 ayat (2) dan Pasal 18 ayat (3) UU 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain didakwa melakukan tindak pidana korupsi, Benny Tjokro dan Heru Hidayat juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU).



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

123 Sekolah di Kota Cilegon Mulai Uji Coba Belajar Tatap Muka

Langkah uji coba Pemkot Cilegon terkait perkembangan kasus Covid-19 termasuk menjawab keluhan-keluhan dari orang tua siswa.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Antisipasi Kuburan Covid-19 Penuh, Sumut Siapkan 5 Ha Lahan Pemakaman Baru

Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, lahan pemakaman Covid-19 ini disiapkan pemerintah mengantisipasi lonjakan kematian.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Ini Pesan Menpora kepada Anggota Paskibraka Nasional 2020

Menpora Zainudin Amali berpesan agar anggota Paskibraka Nasional Tahun 2020 menunjukkan performa terbaik.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Perpres Perjelas Peran TNI Atasi Terorisme

Peran TNI sangat dibutuhkan untuk menanggulangi terorisme.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Pasien Positif Covid-19 Secapa AD Bandung Tersisa 114 Orang

Ada sebanyak 58 pasien yang dinyatakan sembuh atau negatif.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

PWI Pusat Putuskan Sultra Tetap Tuan Rumah HPN 2022

Pergeseran waktu HPN menjadi tahun 2022 di Sultra dimaksudkan agar tujuan pelaksanaan dengan mendatangkan ribuan orang dapat tercapai.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Eks Direktur Pemasaran PTPN III Jalani Hukuman di Lapas Surabaya

Kadek bakal menjalani pidana penjara selama 4 tahun dikurangi masa penahanan.

NASIONAL | 6 Agustus 2020

Akademisi: Pahami Sejarah untuk Kuatkan Karakter Kebangsaan

Pencegahan bisa mulai dari unit terkecil, yaitu keluarga, kemudian sekolah, lingkungan kampus, lingkungan kelompok-kelompok sosial masyarakat dan semua kalangan

NASIONAL | 5 Agustus 2020

SDM Berkualitas Menjadi Investasi Puncak Demografi 2040

Investasi terbaik yang Indonesia miliki untuk mencapai bonus demografi pada 2030-2040 adalah membangun sumber daya manusia yang berkualitas

NASIONAL | 5 Agustus 2020

Bandar Narkotika Internasional Manfaatkan Masa Pandemi Covid-19

Granat mengungkapkan, bandar narkotika internasional memanfaatkan masa pandemi Covid-19 untuk mencari kelengahan aparat.

NASIONAL | 5 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS