Pemerintah Resmi Buka Sekolah di Zona Kuning
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Pemerintah Resmi Buka Sekolah di Zona Kuning

Jumat, 7 Agustus 2020 | 18:11 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional Covid-19, Doni Monardo mengatakan, pemerintah pusat telah memutuskan untuk membuka sekolah di zona kuning.

Menurut Doni, keputusan ini setelah melihat Indonesia perkembangan Covid-19 selama lima bulan ini dan ternyata dari 514 kabupaten/kota tidak semua wilayah nasional memiliki resiko yang sama. Artinya ada daerah kabupaten/kota yang resikonya tinggi, ada daerah kabupaten/kota resikonya sedang, resiko rendah, dan tidak terdampak.

“Sampai hari ini ada 35 kabupaten/kota yang tidak terdampak dan sedangkan ada 51 kabupaten/kota yang tidak ada kasus baru, angka kematiannya nol dan angka sembuhnya telah mencapai 100 persen,” kata Doni pada acara Konferensi Pers tentang Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 yang berlangsung secara daring pada Jumat (7/8/2020).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB) ini menuturkan, berdasarkan peta, Minggu (2/8/2020), terdapat 163 zona kuning yang kiranya nanti ini akan bisa dilakukan kegiatan belajar tatap muka. Kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada zona kuning ini, lanjut Doni sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan(Kemdikbud) pola hampir sama dengan pembukaan zona hijau. Termasuk, kebijakan untuk menetapkan sekolah kembali dibuka ini dikembalikan kepada daerah terhadap para bupati, wali kota, dan gubernur. Pasalnya, para pejabat tersebut yang paling mengetahui situasi di daerah masing-masing.

Selain pemda, keputusan untuk melakukan KBM kembali di zona kuning menjadi hak pengelola sekolah yaitu para guru yang mana nanti dibimbing oleh kepala dinas pendidikan, termasuk partisipasi dari orang tua. Hal ini untuk mengantisipasi ketika sekolah dibuka segala resiko telah diperhitungkan.

Artinya harus seminimal mungkin adanya resiko, sehingga yang memulai kegiatan diawali dengan pra kondisi juga dilakukan simulasi-simulasi termasuk kebutuhan-kebutuhan alat pendukung untuk mengurangi resiko termasuk sosialisasi tentang penggunaan masker, jaga jarak, tersedianya hand sanitizer, cuci tangan, dan seluruh alat pendukung lainnya untuk bisa mengurangi resiko.

“Beberapa daerah telah mencoba untuk melakukan kegiatan belajar tatap muka dalam hal pra kondisi dan juga simulasi. Kita melihat juga daerah-daerah yang memulai ternyata tidak mudah juga. Ada sekelompok orang tua murid yang belum mengizinkan anaknya mengikuti KBM tatap muka,”ujarnya.

Doni menyebutkan, pertimbangan pembukaan sekolah di zona kuning ini juga berdasarkan masukan dari sejumlah pihak termasuk keluhan dari sebagian orang tua akan kendala menjalankan pendidikan jarak jauh (PJJ).

Kendati demikian, pemerintah memutuskan untuk mempertimbangkan kesehatan dan pendidikan peserta didik sama penting. “Mereka harus tetap sehat dan tetap mendapatkan pelajaran dengan wajar dan baik sehingga seluruh harapan dari masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya.

Untuk itu, Doni menilai, pertemuan lintas kementerian dan lembaga (K/L) untuk memutuskan sekolah zona kuning kembali dibuka sangat penting, agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang lebih aktual dari para pejabat di tingkat pusat. Ada pun harapannya agar seluruh pengambil kebijakan di daerah mampu melakukan berbagai macam tahapan mulai dari sosialisasi melibatkan seluruh komponen. Dalam hal ini, para tokoh ada di daerah, para ulama, budayawan, tokoh-tokoh formal maupun non formal lainnya. Dengan harapan program-program yang diberikan kepada daerah untuk mulai bisa efektif.

Doni juga menjelaskan, selama wabah ini masih ada dan badan-badan dunia belum mencabut status kedaruratan kesehatan tentang Covid-19, maka seluruh resiko pasti ada. Tentunya hal tersebut menjadi pertimbangan semua pihak. Pasalnya, memilih tetap mengikuti pelajaran dengan metode virtual ditemukan sejumlah masalah, dan untuk tatap muka juga sama halnya.

Untuk itu, Doni mengajak semua pihak untuk mencari solusi terbaik sehingga peserta didik tetap aman dalam mengikuti KBM.

“Oleh karenanya dalam kondisi seperti sekarang ini, kita tidak perlu saling menyalahkan. Apapun kebijakan kita lakukan pasti ada resikonya. Ini adalah status darurat kebencanaan di bidang kesehatan dan semua masalah terjadi di seluruh dunia. Tidak ada negara satupun yang terbebas dari masalah Covid-19. kesempatan ini peluang bagi kita semua bekerja sama bertukar pikiran dan saling mengisi dan melengkapi sehingga seluruh persoalan yang ada di tiap-tiap daerah sehingga bisa ditemukan solusi terbaik,” ucapnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Jaksa Pinangki, Komjak Kirimkan Rekomendasi ke Presiden

Komjak tetap akan mengirimkan rekomendasi kasus Jaksa Pinangki Malasari ke Presiden Joko Widodo kendati Kejagung belum mengirimkan laporan hasil pemeriksaan.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Presiden Arahkan Pelonggaran Sekolah, tetapi Tetap Waspada

Kegiatan belajar mengajar tatap muka secara langsung tersebut diperbolehkan untuk daerah yang termasuk dalam kategori zona hijau dan zona kuning.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Terkait Skandal Joko Tjandra, ICW Dorong Kejagung Reformasi Besar-besaran

ICW mendesak Kejaksaan Agung untuk tidak hanya merotasi sejumlah pejabat, tetapi melakukan reformasi besar-besaran di lembaga itu.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Pelaku Bom Molotov ke PDIP Cianjur Sempat Terekam CCTV

Pelaku pelemparan bom molotov ke Kantor DPC PDIP Kabupaten Cianjur sempat terekam kamera CCTV.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

PDIP Cianjur Kembali Diserang Molotov, Kader Jabar Diinstruksikan Siaga I

DPP PDIP meminta seluruh kader dan simpatisan Partai khususnya di wilayah Jawa Barat, untuk siaga I atas sejumlah pelemparan bom molotov ke kantor partai.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Terpapar Covid-19, Plt Wali Kota Medan Kabarkan Kondisi Kesehatan Baik

Akhyar Nasution mengungkapkan, hari ke-14 setelah menjalani perawatan medis akibat terpapar virus corona, kondisinya masih dalam keadaan baik dan stabil.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Mendagri: Proteksi Diri dengan Masker

Tito Karnavian mengemukakan masker adalah alat proteksi diri yang baik dalam melawan wabah virus corona atau Covid-19.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

BMKG Pantau 41 Titik Panas di Sumut

BMKG memantau, ada 41 titik panas ("hotspot") yang tersebar di dalam hutan dan perbukitan pada 9 kabupaten maupun kota di Sumut.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Kasus Herbal Covid-19, Polisi Panggil Anji Senin Depan

Polda Metro Jaya, menjadwalkan pemeriksaan terhadap Erdian Aji Prihartanto alias Anji Senin (10/8/2020) pekan depan.

NASIONAL | 7 Agustus 2020

Airnav Luncurkan Aplikasi Peta Penerbangan Digital

Airnav Indonesia meluncurkan aplikasi peta penerbangan digital real time, yakni Airnav – Electronic Aeronautical Chart (Nav-Earth).

NASIONAL | 7 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS