Mahfud: Korupsi Era Sekarang Dibangun Melalui Demokrasi
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Mahfud: Korupsi Era Sekarang Dibangun Melalui Demokrasi

Selasa, 11 Agustus 2020 | 18:46 WIB
Oleh : Robertus Wardy / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Menko Polhukam Mahfud MD mengemukakan bahwa praktik korupsi di era sekarang dibangun melalui proses demokrasi. Alasannya, jalan untuk korupsi sering sekali disepakati melalui kekuatan-kekuatan formal demokrasi.

“Misal gini, kalau mau berbuat sesuatu yang salah, nanti dibuat undang-undangnya lewat DPR. Berdebat-berdebat akhirnya lawan-melawan. Mau masukkan pasal itu, saya minta masukkan pasal ini, kalau Anda mau ini, saya minta itu. Nah, di situ kemudian korupsi dibangun melalui jalan demokrasi,” kata Mahfud dalam diskusi virtual (online) bertema “Refleksi 75 Tahun Peradaban Indonesia” di Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Ia menjelaskan lahirnya gerakan reformasi tahun 1998, salah satu tujuannya adalah menghilangkan praktik korupsi yang dilakukan rezim Orde Baru. Hasilnya, perbuatan korupsi tidak hilang, tetapi mengganas. Bedanya, korupsi pada zaman Orde Baru (Orba) lebih bersifat sentralistik, sementara sekarang, menyebar hingga ke desa-desa.

“Kita membangun demokrasi tapi faktanya korupsi makin banyak. Korupsi makin kurang ndak dari Orde Baru? Tidak. Itu makin banyak dan korupsi di era sekarang dibangun melalui demokrasi. Kalau dulu, di zaman Orba, korupsi dibangun melalui otoriterisme, kekuasaan terpusat lalu kekuasaan itulah yang mengatur korupsinya sendiri. Nah sekarang, semua orang, karena demokrasi, karena kebebasan, itu sudah melakukan korupsinya sendiri-sendiri melalui berbagai cara,” jelas Mahfud.

Menurut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini, memang ada perbaikan peradaban sejak reformasi tahun 1998. Hal itu ditandai dengan hadirnya demokrasi itu sendiri. Demokrasi melahirkan kebebasan yang sangat luas di masyarakat. Namun perubahaan peradaban untuk menghilangkan korupsi sama sekalai tidak terjadi.

“Manusia Indonesia itu sifatnya hipokrit, munafik, gitu kan. Ya kita berantas korupsi, tapi dia sendiri dapat kesempatan, korupsi juga, itu kan munafik. Peradaban kita maju atau tidak, ada ya itu tadi normatifnya bagus, bahkan kita melakukan reformasi itu membuat keseluruhan untuk kemajuan manusia itu dimasukan ke dalam UU yang baru, dimasukan atau dibentuk lembaga baru, tetapi juga selalu muncul praktik-pratik korupsi,” ujar Mahfud.

Dia melihat demokrasi di negara ini hanya bagus pada satu periode di awal reformasi. Setelah itu hingga sekarang malah didominasi oleh praktik oligarki.

“Kita memang melakukan reformasi ingin membangun demokrasi agar peradan kita bagus. Agar hukum-hukum kita bagus. Tetapi saudara tahu, demokrasi kita itu hanya terjadi sekitar satu perido kepemimpinan awal reformasi. Sesudah itu bergeser jadi oligarki. Itu sebabnya lalu muncul kebijakan-kebijakan yang positif karena diputuskan secara ologarkis bukan demokratis,” tutup Mahfud.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Setelah Anji, Polisi Periksa Hadi Pranoto

Hadi Pranoto akan diperiksa terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax herbal Covid-19.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

MTI Ingatkan Masyarakat Antisipasi Transmisi Lokal

MTI meminta masyarakat pengguna transportasi publik untuk mengantisipasi transmisi lokal.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Kasus Djoko Tjandra, Polisi Kembali Periksa Brigjen Prasetijo Utomo

Penyidik Bareskrim kembali memeriksa Brigjen Prasetijo Utomo (PU) dalam rangkaian dugaan tindak pidana terkait skandal Djoko Tjandra.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Koopssus TNI Gelar Latihan Penanggulangan Terorisme

Latihan ini juga merupakan wujud tanggung jawab TNI untuk memberikan jaminan keamanan.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Diduga Lecehkan Polwan, Kasat Reskrim Polres Selayar Dicopot

Untuk memperjelas perkara, tengah dilakukan pendalaman oleh penyidik reskrim dan divisi propam.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Pilkada Serentak di Banten, Sebagian Besar Parpol Merapat ke Petahana

Pelaksanaan Pilkada serentak di empat kabupaten/kota di Banten, terlihat kecenderungan parpol mencari aman dengan merapat ke bakal calon petahana.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Sinabung Meletus, Warga Dilarang Masuk ke Zona Merah

BPBD melarang masyarakat maupun wisatawan untuk masuk ke sejumlah desa yang masuk kategori zona merah pascaletusan Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Polri Tak Ikut "Garap" Jaksa Pinangki

Polri tidak ikut menyidik dugaan tindak pidana Jaksa Pinangki Sirna Malasari karena kasusnya sudah ditangani Kejaksaan Agung.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Menag Kecam Intoleransi di Solo

Indonesia adalah negara majemuk.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Menhub: Sektor Transportasi dan Logistik Paling Terdampak Covid-19

Menhub mengungkapkan bahwa transportasi dan logistik menjadi sektor yang paling dalam terdampak pandemi Covid-19.

NASIONAL | 11 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS