Kasus Intoleransi di Surakarta, Polisi Tetapkan Empat Tersangka
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Kasus Intoleransi di Surakarta, Polisi Tetapkan Empat Tersangka

Selasa, 11 Agustus 2020 | 20:17 WIB
Oleh : YUD

Surakarta, Beritasatu.com- Polres Kota Surakarta di back-upPolda Jawa Tengah dan Mabes Polri telah menetapkan empat orang menjadi tersangka dari lima yang diamankan, diduga terlibat kasus anarki oleh sekelompok intoleran, di Kampung Metodranan Semanggi, Pasar Kliwon, Surakarta, Jateng.

Polisi dalam pekembangan kasus kelompok intoleran telah mengamankan sebanyak lima pelaku pengeroyokan, penganiayaan, dan perusakan, di Kampung Metodranan Semanggi, Solo, kata Kepala Polda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, di Mako 2 Polresta Surakarta, Selasa (11/8/2020) petang.

"Kami sudah mengamankan lima orang yang diduga terlibat melakukan pengeroyokan, penganiayaan, dan perusakan, yakni dengan inisial BD, MM, MS, ML, dan RN, " kata Kapolda.

Menurut Kapolda dari lima orang yang ditahan tersebut ditingkatkan status empat orang menjadi tersangka, sedangkan satu lainnya masih didalami.

"Para pelaku ini, akan diancam dengan Pasal 160 dan Pasal 335 serta Pasal 170 KUHP tentang tindak pidana yang dilakukan," kata Kapolda.

Kapolda mengimbau jajaran polres, Polda Jateng yang diback up Mabes Polri akan tetap melakukan pengejaran kepada para pelaku kelompok intoleran yang terlibat tindak pidana pengeroyokan, penganiayaan, dan perusakan di Solo.

"Kami sudah mengantongi nama-nama para pelaku yang akan dilakukan pengejaran terhadap kelompok intoleran itu sendiri. Kami sudah perintahkan Kapolres tidak ada tempat bagi kelompok intoleran di wilayah hukum Polda Jateng," kata Kapolda menegaskan.

Apalagi, kata Kapolda, khususnya wilayah hukum Solo, dan kapolres lainnya di Polda Jateng.

Kapolda sekali lagi mengimbau bagi mereka yang sudah ada nama-namanya yang diduga menjadi kelompok intoleran, diperintahkan untuk menyerahkan diri.

Menurut Kapolda, peran mereka berbeda-beda, ada yang menggunakan alat, melempar batu, dan memprovokasi juga ada. Otak pelaku masih didalami, dan dari lima yang diamankan, empat orang di antaranya menjadi tersangka.

Kapolda menjelaskan sejumlah barang bukti yang berhasil dikumpulkan, antara lain batu, kayu, sepeda motor, dan mobil. Polisi masih mengembangkan beberapa pelaku yang akan diamankan.

Kapolda mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengingat Polri memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat. Untuk itu, masyarakat tidak perlu takut, jika menemui adanya hal yang mencurigakan terkait dengan kelompok itu, laporkan secepatnya akan ditindaklanjuti.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Polda Sumbar Tetapkan Bupati dan Sekda Agam Sebagai Tersangka

Polisi menetapkan dua petinggi Kabupaten Agam sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian terhadap Mulyadi selaku anggota DPR.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Waketum Gerindra: Tak Perlu Khawatir Akan Ancaman Resesi

Arief yakin perekonomian Indonesia akan tumbuh lebih baik setelah keadaan di dunia juga normal.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Masa Pandemi, Pemerintah Diminta Tidak Biarkan Tindakan Intoleransi

Negara melalui aparat penegak hukum tetap harus hadir dan menegakkan hukum terhadap kelompok-kelompok intoleran.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Polisi Buru Kelompok Ali Kalora yang Mengadang Pegawai Dinkes Poso

Pelaku diperkirakan berjumlah 5 orang membawa senjata api dan mengancam pegawai Dinkes Poso jika mencoba melawan.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Sultan HB X Belum Izinkan Sekolah Tatap Muka

Gubernur DI Yogyakarta, Sultan HB X, belum mengizinkan seluruh sekolah di DIY memberlakukan pembelajaran tatap muka pasien positif Covid-19 masih fluktuatif.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Mahfud: Korupsi Era Sekarang Dibangun Melalui Demokrasi

Menurut Mahfud MD, praktik korupsi di era sekarang dibangun melalui proses demokrasi.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Setelah Anji, Polisi Periksa Hadi Pranoto

Hadi Pranoto akan diperiksa terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax herbal Covid-19.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

MTI Ingatkan Masyarakat Antisipasi Transmisi Lokal

MTI meminta masyarakat pengguna transportasi publik untuk mengantisipasi transmisi lokal.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Kasus Djoko Tjandra, Polisi Kembali Periksa Brigjen Prasetijo Utomo

Penyidik Bareskrim kembali memeriksa Brigjen Prasetijo Utomo (PU) dalam rangkaian dugaan tindak pidana terkait skandal Djoko Tjandra.

NASIONAL | 11 Agustus 2020

Koopssus TNI Gelar Latihan Penanggulangan Terorisme

Latihan ini juga merupakan wujud tanggung jawab TNI untuk memberikan jaminan keamanan.

NASIONAL | 11 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS