Belajar Tatap Muka di Kota Serang Akan Dimulai 18 Agustus
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Belajar Tatap Muka di Kota Serang Akan Dimulai 18 Agustus

Jumat, 14 Agustus 2020 | 18:36 WIB
Oleh : Laurens Dami / YUD

Serang, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang akan membuka kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah dalam waktu dekat kendati Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meminta kegiatan tersebut untuk ditunda.

Pembelajaran tatap muka di ibu kota Provinsi Banten itu akan dibuka pada tanggal 18 Agustus 2020 mendatang.

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, semua pihak termasuk orang tua siswa harus mematuhi keputusan tersebut karena pembelajaran melalui daring (dalam jaringan) sejauh ini kurang maksimal. Kebijakan itu diambil berdasarkan hasil kajian perkembangan kasus virus corona atau Covid-19 di Kota Serang.

“Semua orang tua harus setuju, karena bagaiamana pun juga pembelajaran ini (tatap muka) harus diterapkan kepada anak-anak kita. Kalau anak-anak kita tidak belajar, ini pembodohan,” kata Syafrudin saat menghadiri simulasi belajar tatap muka di SDN 2 Kota Serang, Jumat (14/8/2020).

Syafrudin menyampaiń∑an jika ada siswa yang terpapar virus corona maka akan langsung ditangani oleh Satuan Tugas Covid-19 dan sekolah tatap muka akan ditutup kembali. Kemudian akan dilakukan sekolah daring.

“Kalau terjadi penularan di satu kelas atau di lingkungan, sekolah akan tutup kembali,” tuturnya.

Untuk itu, pihak sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan dengan mewajibkan guru mengikuti apid test setiap guru yang akan mengajar dan menyediakan fasilitas penunjang sekolah tatap muka di tengah pandemik.

“Anak-anak kita pertama masuk harus cuci tangan, pakai hand sanitizer, cek suhu, pakai masker semua dan mengatur jarak sehingga penularan Covid-19 ini tidak akan terjadi di anak-anak sekolah kita,” katanya.

Diminta Ditunda

Sebelumnya, Pemprov Banten meminta seluruh kabupaten/kota di Banten untuk menunda rencana membuka kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah mengingat kasus positif corona atau Covid-19 di Banten masih terus bertambah.

Kebijakan itu diambil dalam rangka merespon sejumlah kabupaten/kota seperti Kota Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang yang akan membuka kegiatan belajar tatap muka dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi perkembangan kasus di Banten diputuskan untuk institusi pendidikan berkaitan dengan kegitan belajar tatap muka dari tingkat TK hingga perguruan tunggi belum diperbolehkan karena kasus positif Covid-19 masih terus bertambah.

“Diputuskan ditunda pembelajaran tatap mukanya, mengingat beberpa contoh kabupaten/kota salah satunya Kota Cilegon yang sudah memberlakukan tatap muka lalu ada kasus positif, itu ditutup kembali,” kata Ati, Kamis (13/8/2020).

Ati menyampaikan, bahkan Ikatan Dokter Anak Indonesia telah menyarankan untuk kegitan belajar tatap muka di sekolah untuk tidak digelar terlebih dahulu guna menghindari terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19.

“Kami dari tingkat provinsi menyaranakan itu tidak dulu atau ditunda untuk kegiatan belajar tatap muka, toh belajar di rumah juga kenapa tidak, meskipun dengan keterbatasan jaringan internet itu kan bisa dicari solusinya,” katanya.

Berdasarkan data Pemprov Banten jumlah kasus positif corona di wilayahnya perhari ini bertambah sebanyak 21 kasus dengan total jumlah sebanyak 2.024 kasus di Banten. Rinciannya, sebanyak 371 masih dirawat, sebanyak 1.539 sembuh dan sebanyak 114 meninggal dunia.

“Meski sudah zona kuning, kami meminta ditunda dulu sekolah tatap muka, entar kasus tinggi lagi, kita yang diomelin,” kata Ati.

Guru Ikut Rapid Test Tidak Sampai 50 Persen

Dalam rangka pemberlakukan belajar tatap muka, Pemkot Serang mewajibkan semua guru mulai dari guru PAUD, TK, SD hingga SMP untuk mengikuti rapid test.

Namun, dari 200 guru yang awalnya direncanakan untuk mengikuti rapid test, hanya sebanyak 94 guru yang mengikuti tes tersebut.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Serang, Ratu Ani Nuraeni mengatakan, sebanyak 200 guru yang dijadwalkan akan mengikuti rapid test Covid-19, Jumat (14/8/2020), namun yang hadir tidak sampai 50 persen.

"Dari 200 itu hanya 94 guru yang hadir dan mengikuti kegiatan rapid test Covid-19 tersebut. Semua yang mengikuti rapid test tersebut dinyatakan negatif Covid-19," katanya usai melaksanakan rapid test, Jumat (14/08/2020).

Menurutnya, guru yang tidak hadir ikuti rapid test Covid-19 karena takut. Padahal Pemerintah Kota Serang telah menetapkan dan akan memulai kegiatan belajar mengajar pada Senin, 18 Agustus 2020 mendatang.

"Dari pengakuan guru yang hadir mengikuti rapid test bahwa yang tidak hadir itu karena takut di-rapid test Covid-19," jelasnya.

"Bingung juga kita, kalau gurunya takut bagaimana mau mengajar muridnya," ungkap Ratu Ani Nuraeni.

Menurut Nuraeni, untuk mengawali kegiatan belajar mengajar tatap muka harus dijamin terlebih dahulu kesehatan gurunya.

"Kan ini akan dimulai dari tingkat PAUD, SD, dan SMP, jangan sampai malah penyakit Covid-19 ini berasal dari sang guru," paparnya.

Dirinya menghimbau kepada para guru agar datang mengikuti rapid test Covid-19 sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka.

"Jumlah guru itu kurang lebih ada 2.000, yang dijadwalkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayan Kota Serang mengikuti rapid test Covid-19 hari ini hanya 200 guru. Dimulai dari pagi hingga pukul 11.30 WIB," pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pemerintah Terus Garap Infrastruktur di Ibu Kota Baru

Pemerintah masih menganggarkan dana untuk pembangunan infrastruktur tahun 2021 yang mencapai Rp 414 triliun.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Terima Suap, Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo Jadi Tersangka

Penetapan tersangka Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo ini ditetapkan setelah dilakukan gelar perkara.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Putra Amien Rais Ribut di Pesawat, Ini Komentar Dirut Garuda

Dirut Garuda Irfan Setiaputra menegaskan dukungannya kepada awak kabin yang bertugas dengan memberikan peringatan kepada Mumtaz Rais.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Reformasi Digital untuk Persiapkan Generasi Emas

Sektor informasi telekomunikasi justru tumbuh 10,88% pada kuartal II 2020 dari kuartal I 2020 9%, di saat sektor-sektor lainnya terkontraksi.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Ini Persyaratan Pembukaan Sekolah di Zona Kuning

Seperti zona hijau, pembukaan sekolah di zona kuning harus mengantongi izin pemda dan orang tua.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Gunakan HP di Pesawat, Mumtaz Rais Adu Mulut dengan Pramugari dan Wakil Ketua KPK

Cekcok Mumtaz Rais dengan pramugari menjadi keributan setelah pegawai KPK Pamolango Nawawi ikut menegur lantaran putra Amien Rais menggunakan hp di pesawat.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Amien Rais Sebaiknya Luruskan Perilaku Anak-anaknya

Amien Rais diminta intropeksi diri.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Ketua DPR : APBN 2021 Diarahkan Untuk Penguatan Kesehatan

Ketua DPR RI, Puan Maharani menekankan agar kebijakan APBN tahun 2021 lebih diarahkan kepada penguatan bidang kesehatan.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Teruskan Bansos, Jokowi Anggarkan Perlindungan Sosial Sebesar Rp 419,3 T di 2021

Antisipasi pemulihan ekonomi, pemerintah alokasikan anggaran perlindungan sosial dalam RAPBN 2021 Rp 419,3 triliun.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Direksi Asuransi Disebut Berwenang Ubah Kebijakan Strategi Investasi

Direksi perusahaan asuransi memiliki kewenangan melakukan perubahan pedoman investasi, termasuk perubahan kebijakan strategi investasi.

NASIONAL | 14 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS