Korupsi Proyek Fiktif, KPK Periksa Direktur Waskita Beton Precast
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Korupsi Proyek Fiktif, KPK Periksa Direktur Waskita Beton Precast

Jumat, 14 Agustus 2020 | 20:22 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Direktur Human Capital PT Waskita Beton Precast, Munib Lusianto, Jumat (14/8/2020). Munib Lusianto bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi terkait pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk penyidikan tersangka FR (Fathor Rachman),” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Jumat (10/4/8/2020).

Belum diketahui materi yang bakal didalami penyidik saat memeriksa Munib Lusianto. Namun, KPK belakangan ini sedang mendalami aliran uang dari perusahaan subkontraktor kepada sejumlah pihak, termasuk para pejabat Waskita Karya yang telah menyandang status tersangka.

Diketahui, KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pekerjaan subkontraktor fiktif dalam proyek-proyek yang terjadi di PT Waskita Karya (Persero). kelima tersangka itu, yakni mantan Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga, Desi Arryani; Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana; Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman. Kemudian, Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman; serta Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar.

Saat kasus korupsi ini terjadi, Desi Arryani menjabat sebagai Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Jarot Subana selaku Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, sementara Fakih Usman sebagai Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya. Kasus ini bermula pada 2009. Saat itu, Desi yang menjabat sebagai Kepala Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk menyepakati pengambilan dana dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.

Dalam rangka melaksanakan keputusannya tersebut, Desi kemudian memimpin rapat koordinasi internal terkait penentuan subkontraktor, besaran dana dan lingkup pekerjaannya. Selanjutnya, kelima tersangka melengkapi dan menandatangani dokumen kontrak dan dokumen pencairan dana terkait dengan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut.

Kemudian pada tahun 2011, Desi mendapatkan promosi menjadi Direktur Operasional PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. Fathor Rachman juga dipromosikan menjadi Kepala Divisi III/Sipil/II menggantikan Desi. Atas permintaan dan sepengetahuan dari kelima tersangka, kegiatan pengambilan dana milik PT. Waskita Karya melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut, dilanjutkan, dan baru berhenti pada tahun 2015.

Seluruh dana yang terkumpul dari pembayaran terhadap pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut selanjutnya digunakan oleh pejabat dan staf pada Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) untuk membiayai pengeluaran di luar anggaran resmi PT. Waskita Karya (Persero).

Pengeluaran di luar anggaran resmi tersebut di antaranya untuk pembelian peralatan yang tidak tercatat sebagai aset perusahaan, pembelian valuta asing, pembayaran biaya operasional bagian pemasaran, pemberian fee kepada pemilik pekerjaan (bowheer) dan subkontraktor yang dipakai, pembayaran denda pajak perusahaan subkontraktor, serta penggunaan lain oleh pejabat dan staf Divisi III/Sipil/II.

Selama periode 2009-2015, setidaknya ada 41 kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. Sedangkan perusahaan subkontraktor yang digunakan untuk melakukan pekerjaan fiktif tersebut adalah PT Safa Sejahtera Abadi, CV. Dwiyasa Tri Mandiri, PT. MER Engineering dan PT. Aryana Sejahtera. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) total kerugian keuangan negara yang timbul dari kegiatan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut sekitar Rp 202 miliar.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kawasan Cagar Alam Wae Wu'ul Gundul Terbakar

Kawasan wisata cagar alam Wae Wu'ul di Labuan Bajo,dilalap si jago merah pada Kamis (13/8/2020) malam hingga Jumat dini hari.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Hendri Tewas Saat Ditangkap, Polri Masih Tunggu Hasil Autopsi

Hendri Alfreet Bakari meregang nyawa tak lama setelah ditangkap Satnarkoba Polresta Barelang Batam, Kepri, Sabtu (8/8/2020) lalu.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Dompet Dhuafa Gelar Panen Perdana di Lahan 50 Hektare

Dompet Dhuafa melalui Social Trust Fund (STF) bersama OK Oce dan Pondok Pesantren Alam (PPA) Al Muhtadin Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (14/8) melakukan panen padi perdana dari program ketahanan pangan dan harmoni kebaikan berbasis masyarakat pesantren

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Imbauan Jangan Merasa Paling Agamis, Sangat Tepat Disampaikan Saat Sidang Tahunan MPR

Presiden Jokowi menginginkan seluruh komponen bangsa tidak terjebak pada fanatisme sempit tentang agama dan Pancasila.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Djoko Tjandra Jadi Tersangka Kasus Surat Jalan Palsu

Bareskrim Mabes Polri menetapkan Djoko Tjandra sebagai tersangka kasus surat jalan palsu.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Melakukan Tindakan Asusila, Seorang Dosen di Palembang Ditangkap

Polri masih mendalami berapa orang anak yang telah menjadi korban tindakan asusila dosen tersebut

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Cikal Hibahkan Merek "Merdeka Belajar" kepada Kemdikbud

Ke depannya baik Cikal maupun pihak lain tetap bisa menggunakan Merdeka Belajar tanpa kompensasi selama untuk kepentingan pendidikan dan sesuai ketentuan.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Selamat, 167.653 Peserta Lulus SBMPTN 2020

Ketua Tim Pelaksana LTMPT, Mohammad Nasih mengatakan, dari 702.420 pendaftar tahun ini, sebanyak 23,87% atau 167.653 orang dinyatakan lulus.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Defisit Anggaran 2021 Diproyeksikan 5,5% dari PDB

Defisit anggaran tahun 2021 akan dibiayai dengan memanfaatkan sumber-sumber pembiayaan yang aman, dan dikelola secara hati-hati.

NASIONAL | 14 Agustus 2020

Belajar Tatap Muka di Kota Serang Akan Dimulai 18 Agustus

Pemkot Serang akan membuka kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di sekolah pada 18 Agustus mendatang.

NASIONAL | 14 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS