Tak Kunjung Berhasil, KPK Evaluasi Satgas Pemburu Harun Masiku
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.12)   |   COMPOSITE 5091.82 (17.74)   |   DBX 966.643 (5.38)   |   I-GRADE 139.941 (-0.02)   |   IDX30 428.154 (0.24)   |   IDX80 113.358 (0.35)   |   IDXBUMN20 291.199 (1)   |   IDXG30 119.599 (-0.28)   |   IDXHIDIV20 379.423 (0.06)   |   IDXQ30 124.629 (0.16)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.08)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.29)   |   IDXV30 107.251 (0.1)   |   INFOBANK15 832.7 (-0.23)   |   Investor33 373.408 (0.69)   |   ISSI 150.953 (0.04)   |   JII 549.986 (-0.02)   |   JII70 187.543 (0.25)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.5)   |   LQ45 788.563 (1.46)   |   MBX 1407.83 (4.49)   |   MNC36 279.661 (0.63)   |   PEFINDO25 277.129 (4.96)   |   SMInfra18 242.149 (-0.42)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.34)   |  

Tak Kunjung Berhasil, KPK Evaluasi Satgas Pemburu Harun Masiku

Senin, 24 Agustus 2020 | 19:29 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan masih terus berupaya memburu caleg PDIP, Harun Masiku yang menjadi buronan atas kasus suap PAW Anggota DPR. Untuk itu, KPK bakal mengevaluasi tim Satgas yang selama tujuh bulan ini belum berhasil membekuk Harun yang melarikan diri saat OTT pada 8 Januari 2020 lalu.

"Insyaallah (perburuan Harun Masiku) masih terus dilakukan. Di internal kita coba mengevaluasi kerja dari Satgas yang ada," kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2020).

Diketahui, pada hari ini, Senin (24/8/2020), Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 6 tahun pidana penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan terhadap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Majelis Hakim menyatakan, Wahyu terbukti secara sah dan meyakinkan bersama-sama mantan Anggota Bawaslu yang juga kader PDIP, Agustiani Tio Fridelina menerima suap dari kader PDIP Saeful Bahri. Suap itu diberikan agar Wahyu mengusahakan KPU menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR melalui pergantian antarwaktu (PAW) menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Sementara, kader PDIP lainnya Saeful Bahri yang disebut menjadi perantara suap dari Harun Masiku ke Wahyu Setiawan sudah dijebloskan ke Lapas Sukamiskin.

Nawawi mengatakan, dari evaluasi itu, tak menutup kemungkinan, KPK akan menambah jumlah personel yang dilibatkan dalam Satgas perburuan Harun Masiku. Tak hanya itu, KPK juga mempertimbangkan untuk mengerahkan satgas pendamping agar pencarian Harun dapat lebih maksimal.

"Kemungkinan untuk menambah personel satgas ataupun menyertakan satgas pendamping," kata Nawawi.

Di sisi lain, kata Nawawi, KPK terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lain, terutama Kepolisian.

"Kita juga coba terus melakukan koordinasi dengan Polri yang telah menetapkan status DPO terhadap tersangka (Harun Masiku)," katanya.

KPK telah memerpanjang masa pencegahan ke luar negeri terhadap Harun Masiku selema enam bulan ke depan terhitung sejak Jumat (10/7/2020). Perpanjangan masa pencegahan ke luar negeri itu dilakukan karena KPK tak kunjung menangkap Harun Masiku.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

5 Tersangka Penyelundup Sabu Diringkus Polres Lampung Selatan

Barang bukti yang disita diperkirakan bernilai Rp 28 miliar.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

KPK Tegaskan Vonis Eks Komisioner KPU Bukan Akhir Kasus Harun Masiku

Mantan caleg PDIP, Harun Masiku yang menyandang status tersangka hingga saat ini masih buron.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Kasus Suap: Djoko Diperiksa, Tommy Mengaku Sakit

Djoko Tjandra diperiksa sebagai tersangka dalam kasus suap dalam hilangnya Red Notice.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Pembakaran Lahan oleh Masyarakat Berisiko Tinggi

Pembukaan lahan dengan membakar tidak cocok untuk membangun perkebunan karena lahan yang dibutuhkan sangat luas.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

75 Warga Bengkulu Positif Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri

Sebanyak 75 dari 289 warga Bengkulu, positif virus corona atau Cavid-19 saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Pemkot Bengkulu Belum Izinkan Siswa SD dan SMP Belajar Tatap Muka

Kegiatan belajar tatap muka untuk siswa SD dan SMP baru dibuka kembali setelah kasus Covid-19 benar-benar aman.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Kegiatan Belajar Tatap Muka di Kabupaten Toba Dihentikan

Kegiatan belajar tatap muka dihentikan karena terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Toba.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Djoko Tjandra Diperiksa Kasus Suap, Tommy Mengaku Sakit

Dalam kasus ini, polisi telah memeriksa sedikitnya 16 orang saksi.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Guru Diminta Fokus pada Materi Esensial Selama Pandemi

Dengan kurikulum darurat, guru diharapkan bisa fokus pada materi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Asesmen Kompetensi Minimum Persiapkan Siswa Hadapi Era Teknologi

Dengan kurikulum darurat, guru diharapkan bisa fokus pada materi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran.

NASIONAL | 24 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS