KPK Dalami Uang yang Diterima Wahyu Setiawan dari Gubernur Papua Barat
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

KPK Dalami Uang yang Diterima Wahyu Setiawan dari Gubernur Papua Barat

Senin, 24 Agustus 2020 | 20:57 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan mengembangkan uang Rp 500 juta yang diterima mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 6 tahun pidana penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan terhadap Wahyu Setiawan.

Majelis Hakim menyatakan Wahyu bersama-sama orang kepercayaannya yang juga kader PDIP Agustiani Tio Fridelina telah menerima suap agar KPU menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR melalui pergantian antarwaktu (PAW) menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Selain itu, Wahyu juga terbukti menerima uang sebesar Rp 500 juta terkait seleksi anggota KPU Daerah Papua Barat periode 2020-2025. Uang diberikan melalui Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat, Rosa Muhammad Thamrin Payapo. Dalam dakwaan Jaksa KPK, uang itu disebut berasal dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

KPK Persilakan Wahyu Setiawan Ajukan JC

"Kita mesti analisa kembali pengetahuan bahwa ada pihak-pihak lain yang juga punya andil dalam pemberian uang kepada Wahyu Setiawan melalui salah satu anggota KPU Tamrin Payopo yang memang sebagaimana fakta sidang tersebut disampaikan uang itu sumbernya dari Gubernur Papua Barat," kata Jaksa KPK Takdir Suhan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (24/8/2020).

Takdir mengaku, Jaksa KPK masih menunggu salinan putusan dari PN Tipikor Jakarta. Salinan putusan ini penting bagi tim Jaksa untuk menganalisis dan mempertimbangkan langkah berikutnya, termasuk mengembangkan penerimaan uang Wahyu Setiawan dari Dominggus Mandacan.

"Nanti kita coba analisa kembali, menelusuri fakta-fakta itu (penerimaan uang)," katanya.

Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut KPK, penerimaan uang Rp 500 juta itu bermula pada Desember 2019. Saat itu terdapat agenda seleksi Calon Anggota KPU daerah Provinsi Papua Barat periode tahun 2020 - 2025. Dalam proses seleksi tersebut dibentuk Panitia Seleksi yang dilantik oleh KPU pada bulan November 2019 di Jakarta. Rosa Muhammad Thamrin Payapo selaku Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat yang menghadiri acara pelantikan tersebut bertemu dengan Wahyu di kantor KPU.

Wahyu Setiawan Siap Bongkar Kasus Suap PAW Hingga Kecurangan Pemilu

Kepada Thamrin, Wahyu menyampaikan 'Bagaimana kesiapan pak Gubernur, ahh cari-cari uang dulu. Pernyataan itu dipahami Thamrin bahwa Wahyu selaku Kordinator Wilayah Propinsi Papua Barat diyakini dapat membantu dalam proses seleksi calon Anggota KPU dikarenakan adanya keinginan masyarakat Papua agar anggota KPU Provinsi Papua Barat yang terpilih nantinya berasal dari putra asli Papua.

Sepulangnya dari Jakarta, Thamrin melaporkan hasil pertemuannya dengan Wahyu kepada Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan. Namun, Dominggus saat itu tidak menghiraukan terkait permintaan uang. Saat itu Dominggus hanya mengatakan akan melihat perkembangan proses seleksi calon anggota KPUD Provinsi Papua Barat periode 2020-2025.

Proses seleksi kemudian diikuti sekitar 70 peserta seleksi termasuk sekitar 33 orang peserta yang merupakan Orang Asli Papua (OAP). Saat seleksi memasuki tahap wawancara dan tes kesehatan, ternyata hanya menyisakan delapan peserta seleksi, termasuk diantaranya tiga peserta yang merupakan putra daerah Papua yaitu Amus Atkana, Onesimus Kambu, dan Paskalis Semunya.

KPK Diminta Responsif Soal Dugaan Suap Gubernur Papua Barat untuk Wahyu Setiawan

Hal ini menyebabkan warga masyarakat asli Papua melakukan aksi demonstrasi di Kantor KPU Daerah Provinsi Papua Barat dengan tuntutan agar peserta seleksi yang nanti terpilih menjadi anggota KPU Provinsi Papua Barat harus ada yang berasal dari putra daerah Papua. Agar situasi menjadi kondusif dan Pemprov Papua mengharuskan ada putra daerahnya terpilih menjadi anggota KPU Papua Barat, Dominggus akhirnya mengupayakan pemberian uang ke Wahyu melalui Thamrin.

Pada 20 Desember 2019, Rosa Muhammad Thamrin Payapo menghubungi Wahyu yang pada pokoknya membicarakan perkembangan situasi di Papua yang kurang kondusif terkait proses seleksi Calon Anggota KPU Provinsi Papua Barat periode 2020 - 2025 maupun arahan Dominggus Mandacan agar dari peserta seleksi yang tersisa, yaitu Amus Atkana dan Onesimus Kambu sebagai putra daerah Papua dapat dibantu dalam proses seleksi agar terpilih.

Pada 3 Januari 2020, Rosa Muhammad Thamrin Payapo diserahkan titipan uang sebesar Rp 500.000.000 dari Dominggus Mandacan. Setelah menerima titipan uang tersebut, Rosa Muhammad Thamrin Payapo menyetorkannya ke rekening miliknya pada Bank Mandiri nomor 1600099999126 di Bank Mandiri Cabang Manokwari untuk nantinya akan ditransfer ke rekening Wahyu Setiawan. Thamrin kemudian meminta rekening Wahyu agar bisa mentransfer uang tersebut. Uang Rp500 juta ditransfer ke rekening BCA atas nama Ika Indrayani yaitu istri sepupu Wahyu pada 7 Januari 2020. Thamrin juga melaporkan kepada Wahyu telah mentransferkan uang Rp500 juta tersebut.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Galon Sekali Pakai Praktis dan Mudah Didaur Ulang

Kemasan plastik PET juga menghadirkan benefit lain yakni membantu menggerakkan roda perekonomian.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

329.641 Kendaraan Menuju Jakarta Sepanjang Libur Tahun Baru Islam

Sebanyak 329.641 kendaraan kembali menuju Jakarta pada H+2 dan H+3 Tahun Baru Islam 1442 H (22-23 Agustus 2020).

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Hadapi Praperadilan Anita Kolopaking, Polisi Tak Kendur

Penyidik tetap memeriksa Anita Kolopaking saat pengacara Djoko Tjandra itu mempraperadilankan langkah polisi.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Yasonna Usulkan Batas Usia Minimum Hakim Konstitusi dalam Pembahasan RUU MK

Pemerintah sampaikan lima usulan pemerintah terkait pembahasan RUU MK.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Ganjar: Mal Tentrem Kalau Tidak Siap Tutup Saja

Ratusan pengunjung Mal Tentrem berdesak-desakan tanpa memperhatikan physical distancing atau jaga jarak.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Polisi Amankan 7 Pelaku Teror Molotov di Kantor PDIP Bogor

Polres Bogor berhasil meringkus tujuh pelaku pelemparan bom molotov yang terjadi akhir Juli lalu di salah satu kantor ranting PDIP di Kabupaten Bogor.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Sejuta Masker Mendarat di Aceh

Satu juta masker bantuan Presiden Joko Widodo tiba di Sultan Iskandar Muda International Airport, Nanggroe Aceh Darussalam.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Satgas Covid-19 Kirim Bantuan Alat Kesehatan ke Aceh

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengirimkan bantuan alat-alat kesehatan untuk Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

UI Kembangkan Aplikasi Penerjemah Bahasa Isyarat ke Bahasa Indonesia

Dosen UI, Erdefi Rakun, mengembangkan aplikasi mobil yang mampu mengenali, menerjemahkan, dan mentransformasi video gerakan SIBI ke dalam teks Bahasa Indonesia.

NASIONAL | 24 Agustus 2020

Tak Kunjung Berhasil, KPK Evaluasi Satgas Pemburu Harun Masiku

KPK bakal mengevaluasi tim Satgas yang selama tujuh bulan ini belum berhasil membekuk Harun yang melarikan diri saat OTT pada 8 Januari 2020 lalu.

NASIONAL | 24 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS