Eks Pejabat Polri Mangkir dari Pemeriksaan KPK
INDEX

BISNIS-27 448.028 (-0.11)   |   COMPOSITE 5099.84 (-3.39)   |   DBX 964.111 (2.27)   |   I-GRADE 139.821 (-0.42)   |   IDX30 426.948 (0.39)   |   IDX80 113.317 (0.11)   |   IDXBUMN20 291.67 (1.28)   |   IDXG30 118.931 (0.18)   |   IDXHIDIV20 379.8 (-0.77)   |   IDXQ30 124.715 (-0.33)   |   IDXSMC-COM 219.701 (0.45)   |   IDXSMC-LIQ 255.871 (2.67)   |   IDXV30 106.644 (1.52)   |   INFOBANK15 836.821 (-6.19)   |   Investor33 373.706 (-0.97)   |   ISSI 150.561 (0.36)   |   JII 547.285 (1.18)   |   JII70 187.054 (0.33)   |   KOMPAS100 1020.57 (-1.1)   |   LQ45 786.439 (0.76)   |   MBX 1410.93 (-1.57)   |   MNC36 280.006 (-0.59)   |   PEFINDO25 280.13 (0.18)   |   SMInfra18 241.99 (-0.13)   |   SRI-KEHATI 316.197 (-0.37)   |  

Eks Pejabat Polri Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Senin, 31 Agustus 2020 | 21:16 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Direktur Poludara Mabes Polri, Irjen (Purn) Deddy Fauzi El Hakim mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan yang dilayangkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (31/8/2020). Mantan Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) itu sedianya diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi penjualan dan pemasaran pada PT Dirgantara Indonesia (DI) Tahun 2007-2017 yang menjerat mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso.

"Saksi tidak hadir Irjen (Purn) Deddy Fauzi El Hakim. Belum diperoleh konfirmasi dari yang bersangkutan," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2020) malam.

Selain Deddy, hari ini penyidik juga menjadwalkan memeriksa Staf Keuangan PT Dirgantara Indonesia, Sonny Ibrahim. Dalam pemeriksaan tersebut, tim penyidik mencecar Sonny mengenai proses penyusunan anggaran untuk mitra penjualan produk PT Dirgantara Indonesia.

"Penyidik mengkonfirmasi pengetahuan saksi (Sonny Ibrahim) terkait proses penyusunan anggaran untuk mitra penjualan di PT Dirgantara Indonesia," kata Ali.

Diketahui, KPK menetapkan mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan mantan Asisten Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia bidang Bisnis Pemerintah Irzal Rizaldi Zailani sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di PT Dirgantara Indonesia. Keduanya diduga melakukan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa fiktif terkait penjualan dan pemasaran produk PT DI seperti pesawat terbang, helikopter dan lainnya.

Budi Santoso dan Irzal serta sejumlah pihak lain diduga telah merugikan keuangan negara hingga Rp 330 miliar yang merupakan nilai yang telah dibayarkan PT Dirgantara Indonesia (Persero) kepada enam perusahaan mitra/agen dalam kurun tahun 2011 hingga 2018.

Padahal keenam perusahaan mitra, yakni PT Angkasa Mitra Karya, PT Bumiloka Tegar Perkasa, PT Abadi Sentosa Perkasa, PT Niaga Putra Bangsa, dan PT Selaras Bangun Usaha tidak pernah melaksanakan kewajibannya sesuai dengan perjanjian.
Dari nilai tersebut, KPK menduga Budi Santoso dan Irzal serta sejumlah direksi PT Dirgantara Indonesia menerima aliran dana sekitar Rp 96 miliar.

Selain Budi dan Irzal, direksi PT Dirgantara Indonesia lainnya yang disebut turut kecipratan aliran dana yakni, mantan Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT Dirgantara Indonesia dan mantan Direktur Aerostructure yang kini menjabat Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh serta mantan Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan, Arie Wibowo.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemhub Realisasikan 45 Persen Anggaran

Kemhub menargetkan penyerapan anggaran sampai akhir 2020 sebesar 93%.

NASIONAL | 31 Agustus 2020

Besok, Draf Final RUU MK Akan Disahkan di Paripurna DPR

RUU MK itu diharapkan segera dapat disetujui, dan dapat disahkan menjadi undang-undang.

NASIONAL | 31 Agustus 2020

Dikecam, Putusan MA Sunat Hukuman Eks Bupati Kepulauan Talaud

ICW mengecam putusan Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung (MA) yang menyunat hukuman mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip.

NASIONAL | 31 Agustus 2020

Penanganan Covid-19, Polri Lantik Bintara Bidan-Perawat

Polri melantik 125 bintara yang terdiri dari 76 pria dan 49 wanita guna meningkatkan pelayanan kesehatan di Rumah sakit Polri untuk menangani Covid-19.

NASIONAL | 31 Agustus 2020

Herman Herry: Proses Rekrutmen Hakim MK Harus Transparan dan Akuntabel

Sejumlah poin penting dalam pembahasan RUU MK di antaranya perubahan masa jabatan Ketua dan Wakil Ketua MK dari 2,5 tahun menjadi 5 tahun.

NASIONAL | 31 Agustus 2020

Dari Atap Turun ke Hati…

“Kami terus mengembangkan EBT sebagai bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan energi di Jawa Tengah,” ungkap Sujarwanto.

NASIONAL | 31 Agustus 2020

9 Juta Fakir Miskin Dapat Bansos Tunai dari Pemerintah

Bansos Tunai Sembako Non PKH merupakan bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp 500.000 untuk satu keluarga penerima manfaat.

NASIONAL | 31 Agustus 2020

Provinsi Jawa Barat Gelorakan Kembali Potensi Wisata

Dengan slogan Smiling West Java, pembukaan sektor pariwisata di Jawa Barat dilakukan bertahap sesuai dengan level kewaspadaan dan Pergub Jabar Nomor 46/2020

NASIONAL | 31 Agustus 2020

Indosat Ooredoo Dukung Indonesia Hadapi Pandemi dengan Inovasi Teknologi

Indosat Ooredoo terus berusaha menghadirkan inovasi-inovasi demi menggerakkan kembali Indonesia pada era pandemi Covid-19.

NASIONAL | 31 Agustus 2020

Kebakaran Kejagung, Bareskrim Polri Periksa 105 Saksi

Mereka yang diperiksa mulai dari pejabat Kejagung hingga office boy (OB) Kejagung.

NASIONAL | 31 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS