Kasus Pinangki, Kejaksaan Agung Dinilai Sudah Transparan dan Bertindak Cepat
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Kasus Pinangki, Kejaksaan Agung Dinilai Sudah Transparan dan Bertindak Cepat

Senin, 14 September 2020 | 14:07 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com -Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melakukan gelar perkara bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri, Komisi Kejaksaan (Komjak) serta Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan (Kemko Polhukam) dalam mengusut kasus dugaan korupsi yang menjerat jaksa Pinangki Sinar Malasari.

Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad mengatakan secara keseluruhan penanganan perkara Jaksa Pinangki oleh Kejaksaan Agung itu sudah on the track, transparan dan menunjukan kemajuan-kemajuan secara signifikan.

“Menurut saya sudah on the track karena ada kemajuan-kemajuan yang secara signifikan bahwa Pinangki sudah menjadi tersangka, Djoko Tjandra juga dilakukan pengembangan perkaranya. Kemudian juga proses itu dilakukan secara transparan.” Ujar Suparji, Senin, (14/9).

Menurut Suparji, dilihat dari indikator-indikator yang ada, kinerja Kejaksaan Agung relatif sudah memenuhi amanahnya sebagai Dominis Litis atau sebagai pengendali perkara, salah satu indikator itu adalah perkara ini tetap berjalan dan KPK telah melakukan supervisi.

“Kalau lihat dari indikator tadi saya mengatakan relatif Kejaksaan Agung sudah bisa memenuhi amanahnya sebagai Dominis litis atau sebagai pengendali perkara,” urainya.

Suparji menilai pengusutan perkara terhadap Djoko Tjandra dan Pinangki oleh Kejaksaan Agung relatif cepat, kalau ada pihak yang menganggap penanganan perkara tersebut lamban, menurutnya harus ada kasus pembandingnya. Sebab persoalan hukum di Indonesia belum ada best practice atau praktik terbaik dalam penanganan perkara.

Alasannya, lanjut Suparji, apakah kemudian penanganan perkara dianggap baik jika prosesnya cepat, kemudian memberikan sanksi yang berat bagi terdakwa atau tuntutanya ringan serta harus sesuai harapan masyarakat banyak.

“Kalau perkara ini lamban, harus ada pembandingnya, menurut saya tidak, kerena relatif cepat kan, jadi sekali lagi kalau kita mengkontruksikan sesuatu itu salah atau benar harus ada kriteria yang jelas atau dalam konteks penanganan perkara harus ada ukuran-ukuran yang jelas atau kemudian contoh-contoh yang jelas,” urainya.

Selain itu, Suparji juga menanggapi tudingan dari Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menganggap gelar perkara yang dilaksanakan bersama KPK pada beberapa waktu yang lalu merupakan pencitraan atau sekedar formalitas merupakan sebuah asumsi.

“Asumsi itu ya boleh-boleh saja, tapi kan di pihak lain juga boleh berasumsi bahwa itu bagian dari kesungguhan Kejaksaan Agung dalam menangani perkara ini.” Bebernya.

Suparji mengingatkan, siapapun boleh memberikan asumsi namun tudingan ICW tersebut menurutnya terlalu prematur karena itu tidak didukung dengan fakta dan data. KPK adalah lembaga besar, memiliki track record yang baik, taruhannya terlalu besar jika kemudian menjadi bagian dari pencitraan institusi lain.

“Saya kira tidak bisa sesederhana itu, karena KPK adalah sebuah institusi besar, institusi yang menjaga marwahnya yang kemudian juga track record-nya yang baik, posisinya yang banyak diharapkan oleh masyarakat kalau kemudian dikondisikan sebagai bagian dari institusi lain. Saya kira, taruhanya terlalu besar,” tuntasnya.

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memuji penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Hal itu disampaikan setelah Kejagung melakukan gelar perkara yang turut dihadiri KPK, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Bareskrim Polri, dan Komisi Kejaksaan, pada Selasa (8/9).

"Apa yang tadi disampaikan atau dipaparkan oleh Jampidsus dan jajarannya, kami sangat apresiasi, sudah sangat bagus, cepat," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.

Karyoto menuturkan, kehadiran KPK dalam gelar perkara merupakan bagian dari tugas untuk melakukan supervisi terhadap kasus tersebut. KPK pun berharap penanganan perkara itu dapat dilakukan secara profesional dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

Lebih lanjut Karyoto menyatakan KPK akan terus mengawal kasus tersebut. "Kami juga akan senantiasa mengawal perkara ini sampai tuntas nanti di persidangan," tuturnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kasus Surat Djoko Tjandra, Penyidik Lengkapi Berkas

Penyidik Dit Tipidum Bareskrim melengkapi petunjuk jaksa terkait berkas penyidikan kasus penggunaan surat jalan asli tapi palsu dalam kasus Djoko Tjandra.

NASIONAL | 14 September 2020

Kasus Korupsi PT DI, KPK Periksa Mantan Wamen BUMN

KPK menjadwalkan memeriksa mantan Wakil Menteri BUMN tahun 2011 Kementerian BUMN Mahmuddin Yasin.

NASIONAL | 14 September 2020

PAN Curiga Penusukan Syekh Ali Jaber Terencana

PAN meminta Pemerintah untuk benar-benar mencari dalangnya. Ini perlu dilakukan agar tidak ada multitafsir di tengah masyarakat.

NASIONAL | 14 September 2020

37 Hakim dan Pegawai PN Medan Positif Covid-19

Mereka yang dinyatakan positif itu masih dalam kondisi stabil dan sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

NASIONAL | 14 September 2020

Batalkan Pengeboran Minyak di Perairan Pulau Pasir-Laut Timor

Berdasarkan perjanjian 1997 tidak pernah diratifikasi.

NASIONAL | 14 September 2020

Motif Pelaku Tusuk Syekh Ali Jaber Perlu Ditelusuri

Penusukan Syekh Ali Jaber saat mengisi ceramah di Masjid Falahudin, Bandar Lampung, merupakan hal yang sangat tercela.

NASIONAL | 14 September 2020

Jabar Siap Bantu DKI untuk Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Jika ruang-ruang isolasi rumah sakit di Jawa Barat dibutuhkan untuk DKI, maka kami dengan senang hati juga berkenan memberikan dukungan.

NASIONAL | 14 September 2020

Optimalkan Pemerataan dengan Paham Informasi Infrastruktur

Masyarakat harus paham berbagai informasi infrastruktur agar pembangunan tepat sasaran

NASIONAL | 14 September 2020

Menkop dan UKM Dukung Pemberdayaan Disabilitas Melalui Program Kewirausahaan Sosial

Harapannya para penyandang disabilitas mampu menjadi SDM yang kaya akan keterampilan di bidang kuliner, mampu bersaing, dan mandiri secara finansial.

NASIONAL | 14 September 2020

Eduversal Kembali Buka Program AFT

Peserta yang berhak mendaftar adalah mahasiswa semester lima atau telah lulus kuliah.

NASIONAL | 12 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS