Pandemi Covid-19, Gubernur Banten Ajak Seluruh Elemen Solid
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Pandemi Covid-19, Gubernur Banten Ajak Seluruh Elemen Solid

Rabu, 16 September 2020 | 18:59 WIB
Oleh : Laurens Dami / YUD

Serang, Beritasatu.com- Gubernur Banten Wahidin Halim mengakui telah terjadi penurunan soliditas dalam penanganan Covid-19 akibat lamanya durasi pandemi yang telah merenggut banyak nyawa baik di Indonesia pada umumnya maupun di Provinsi Banten pada khususnya. Hal tersebut membuat Wahidin meminta seluruh elemen masyarakat solid dan bersatu padu dalam penanganan Covid-19.

"Ayo kita tingkatkan soliditas. Saat ini terjadi penurunan soliditas karena lamanya (pandemi) Covid-19. Bahwa ini perang bersama dalam melindungi masyarakat dan diri sendiri," ujar Gubernur Banten Wahidin Halim, Rabu (16/9/2020).

Dikatakan Gubernur, sejak awal Provinsi Banten memilih pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam rangka melakukan pengawasan edukasi, dan fasilitasi dalam penanganan Covid -19. Provinsi Banten keluar dari tiga besar karena PSBB. PSBB di Provinsi Banten lebih efektif dibanding dengan daerah lain dengan dukungan kesadaran masyarakat yang cukup baik.

"Provinsi Banten berada di urutan 14 nasional dalam kasus Covid-19. Kita harus keluar dari Covid-19," ujar Wahidin.

Wahidin mengajak semua pihak baik itu pemerintah kabupaten/kota se-Banten, TNI dan Polri, serta stakeholder lainnya untuk membangkitkan semangat baru dan tetap menjaga soliditas.

"Kita harus punya semangat baru. Koordinasi lagi dan soliditas lagi," Wahidin.

Wahidin mengatakan, saat ini ada tren kenaikan kasus Covid-19 sehingga perlu mendapatkan respon seluruh pihak di daerah zona merah, termasuk pula di daerah zona oranye. Untuk zona kuning ke zona orange perlu diwaspadai.

"Semua kepala daerah dan pejabat bertanggungjawab. Termasuk melibatkan TNI dan Polri. Semua dilibatkan dalam penanganan Covid-19," ujarnya.

Masih menurut Gubernur, PSBB di Provinsi Banten memberikan ruang kepada pengusaha di sektor perdagangan dan industri tetap berusaha. Namun harus bertanggungjawab melaksanakan protokol kesehatan.

Untuk mencegah kasus Covid 19, Gubernur juga menegaskan untuk tidak membuka sekolah dengan tatap muka karena masih berisiko. Tingkat bahaya Covid-19 masih tinggi.

"Kalaupun tidak bisa melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), saat ini sedang kita usahakan upaya lain," ungkapnya.

Diakuinya, kenaikan tren Covid belakangan ini dikarenakan terjadi penurunan kesadaran pelaksanaan protokol kesehatan di kalangan ASN (aparatur sipil negara). Hal itu ditunjukkan dengan munculnya klaster baru di ASN.

"Untuk itu mari kita solid, bekerja bersama sebagai bentuk tanggung jawab kita kepada masyarakat," tegas Wahidin.

Gubernur Wahidin meminta masukan dari segenap pihak yang nantinya akan diformulasikan dalam bentuk peraturan gubernur. Sehingga regulasi yang terbit mampu menampung kebutuhan dan aspirasi segenap pihak serta dapat menjadikan kebiasaan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sebagai budaya masyarakat.

Gubernur juga menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan ucapan terima kasih dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) karena Pemprov Banten mampu menekan jatuhnya korban dari paramedis yang meninggal dalam melakukan penanganan Covid-19.

"Karena di antara ratusan paramedis yang meninggal se-Indonesia, satu orang dokter dari Banten. Semoga tidak terjadi lagi di Banten," harapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyampaikan, perlunya pelaksaan Operasi Yustisi untuk pendisiplinan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan. Sehingga, pelaksanaan protokol kesehatan dapat diterapkan secara konsisten oleh masyarakat.

"Perlu sinkronisasi waktu dan koordinasi pelaksaaan antara Provinsi dengan kabupaten/kota agar linear khususnya di wilayah zona merah. Sehingga pelaksanaannya masif," ungkapnya

Andika mengatakan Keputusan Gubernur Nomor 443 Tahun 2020 tentang Penetapan PSBB di Provinsi Banten agar dilaksanakan juga di kabupaten/kota. Hal itu seiring dengan dibukanya akses-akses publik.

"Sehingga perlu kontroling dan konsistiensi kedisiplinan protokol kesehatan. Kondisi mobilitas masyarakat sudah tidak terkendali. Karena masyarakat sudah merasa normal kembali," ujar Andika.

Rapid Test dan Swab Test

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti melaporkan, hingga saat ini telah dilaksanakan rapid test sebanyak 188.520 dan kegiatan swab sebanyak 87.069 orang.

Untuk laboritorium kesehatan saat ini ada 19 laboratorium dan akan dilakukakan penambahan sebanyak 4 laboratorium. Saat ini Labaratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Pemprov Banten dalam sehari mampu tangani 650 spesimen.

Untuk layanan perawatan, lanjut ati, ada 164 tempat tidur ICU, 1.368 tempat tidur ruang isolasi, dan 1.508 tempat tidur rumah singgah untuk karantina. Keberadaan rumah singgah untuk menggantikan karantina mandiri di rumah sekaligus yang berfungsi untuk menekan munculnya klaster keluarga.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Pemprov Banten Batal Salurkan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa SMA/SMK

Pemprov Banten urung mewujudkan janji mengalokasikan anggaran bantuan kuota internet bagi para siswa SMA/SMK se-Banten.

NASIONAL | 16 September 2020

Penusuk Syehk Ali Jaber Diancam Hukuman Mati

Tersangka AA dikenakan pasal percobaan pembunuhan, dan pasal penganiayaan yang menyebabkan luka-luka.

NASIONAL | 16 September 2020

KPK Diminta Dalami King Maker di Skandal Djoko Tjandra

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyerahkan bukti baru terkait skandal Djoko Tjandra ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (16/9/2020).

NASIONAL | 16 September 2020

Polisi Periksa Empat Penggunting Bendera Merah Putih

Empat orang melakukan pengguntingan bendera Merah Putih dan mengunggahnya di aplikasi media sosial TikTok.

NASIONAL | 16 September 2020

GMNI Pilih Jalan Intellectual Movement

Ketua Umum GMNI Arjuna Putra Aldino menegaskan, GMNI memilih jalan intellectual movement.

NASIONAL | 16 September 2020

Rp 282,05 Triliun Anggaran PEN Belum Tersalurkan

Menurut Satgas PEN, masih ada anggaran Rp 282,05 triliun yang belum terserap. Ditargetkan seluruh anggaran ini bisa diserap hingga akhir tahun 2020.

NASIONAL | 16 September 2020

4 Anggota DPRD DIY Positif Covid-19, Gedung Disterilisasi

Selama tiga hari ke depan terhitung Kamis (17/9/2020) gedung DPRD DIY disterilisasi.

NASIONAL | 16 September 2020

Densus Turun Tangan, Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber Direkonstruksi

Densus 88/Antiteror mendampingi Polresta Bandar Lampung mendalami AA (24) yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penusukan Syekh Ali Jaber di Lampung.

NASIONAL | 16 September 2020

Tertibkan GBK, Kemayoran dan Taman Mini, KPK Koordinasi dengan Setneg

Pemanfaatan aset-aset GBK, Kemayoran, dan TMII, belum secara optimal menyumbang pemasukan keuangan negara.

NASIONAL | 16 September 2020

Deltomed Sumbang 300.000 Kaplet Imugard kepada Satgas Covid-19

Deltomed Laboratories menyerahkan donasi berupa 300.000 kaplet obat Herbal Imugard senilai Rp 1.050.000.000 kepada Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

NASIONAL | 16 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS