Skandal Djoko Tjandra, KPK Gandeng MAKI Bongkar Sosok King Maker
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Skandal Djoko Tjandra, KPK Gandeng MAKI Bongkar Sosok King Maker

Jumat, 18 September 2020 | 16:57 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman kembali mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (18/9/2020). Boyamin mengaku kedatangannya atas undangan dari KPK untuk menjelaskan secara detail berkas-berkas dokumen yang telah diserahkannya kepada KPK sebagai data tambahan terkait skandal Djoko Tjandra.

"Saya tadi diskusi, saya diundang lewat email oleh KPK. Jadi saya menjelaskan berkas yang saya bawa kemarin, antara lain ada 10 halaman penting dari total 200 halaman. Kalau dokumen saya sampah, saya rasa tidak mungkin KPK undang," kata Boyamin di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Dalam kesempatan ini, Boyamin mempertanyakan langkah Kejaksaan yang terkesan terburu-buru melimpahkan berkas perkara dugaan suap, pencucian uang dan pemufakatan jahat yang menjerat Jaksa Pinangki Sirna Malasari ke Pengadilan Tipikor Jakarta. Boyamin menduga langkah terburu-buru itu dilakukan untuk menutupi pihak lain yang terlibat dalam skandal Djoko Tjandra. Pihak tersebut nampaknya lebih lebih besar, dan lebih tinggi jabatannya dibanding Pinangki.

"Pelimpahan ini semata mata melokalisir kasus berakhir hanya di Pinangki saja. Harapan saya KPK minggu depan akan supervisi lagi bersama Bareskrim dan Kejagung, kalau tidak salah hari Senin, jadi komplit lebih lengkap," tuturnya.

Bahkan, Boyamin menyebut terdapat sosok 'King Maker' yang belum 'disentuh' Kejaksaan. Dikatakan, King Maker merupakan pihak yang menggerakkan Pinangki dan teman dekatnya bernama Rahmat untuk menemui Djoko Tjandra di Malaysia. Tak hanya itu, Boyamin menyebut 'King Maker' merupakan pihak yang mengetahui proses pengurusan permintaan fatwa ke MA agar Djoko Tjandra terbebas dari eksekusi.

“Kemudian King maker ini mengetahui proses-proses itu. Tapi ketika Pinangki pecah kongsi dengan Anita (Anita Kolopaking, pengacara Djoko Tjandra), seolah-olah yang mendapat rezeki hanya Anita, lalu King maker ini membatalkan dan membuyarkan semuanya, istilahnya 'kalau gue nggak makan, ya lu nggak Makan'. Ini tugas KPK membongkar semua,” tegasnya.

Namun Boyamin tidak menyebut secara gamblang sosok yang disebutnya 'King Maker'. Menurutnya hal tersebut merupakan tugas KPK dan aparat penegak hukum. Boyamin hanya menyebut 'King Maker' bisa seorang penegak hukum aktif atau yang telah pensiun atau bisa juga pihak lain. Yang pasti, katanya, 'King Maker' merupakan pihak yang mengetahui, menggerakkan proses permintaan fatwa ke MA agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi dan bahkan pihak yang menggagalkan langkah Anita Kolopaking mengajukan PK atas nama Djoko Tjandra.

"Setidaknya King Maker ini bisa membuat pergerakan awal, sampai membuyarkan di berikutnya. Ternyata Boyamin juga dimanfaatkan oleh king maker ini. Dia senang dan ketawa, ketika PK Anita bubar dan akhirnya ditolak karena Djoko Tjandra tidak berani masuk," katanya.

Boyamin menuturkan, inisial-inisial yang telah diungkapkannya bisa siapa saja. Boyamin mengaku tak ingin terlalu jauh menuduh orang. Menurutnya, bukan kapasitas dirinya untuk mengungkap hal tersebut. Boyamin menyebut dirinya hanya detektif swasta yang memberi informasi ke penegak hukum untuk ditindaklanjuti. Untuk itu, Boyamin meminta KPK mengambil alih skandal Djoko Tjandra untuk membongkar pihak lain yang terlibat. Setidaknya, kata Boyamin, KPK dapat membuka penyelidikan baru untuk mengusut "King Maker".

"Permintaan saya jelas. Ini harus diambil alih. Kalau tidak diambil alih, lakukan penyelidikan baru terhadap pihak lain, karena KPK bisa mengambil alih dari penegak hukum lain,” tegasnya.

Secara terpisah, Anggota Komisi III DPR, Andi Rio Idris mengatakan, pihaknya sudah berkomitmen meminta penegak hukum untuk mengusut skandal Djoko Tjandra secara tuntas dan transparan. Menurutnya, pengusutan secara tuntas dan transparan diperlukan agar tidak menimbulkan kecurigaan.

"Jadi jangan ditutup-tutupi, buka saja semuanya agar menjadi terang benderang. Jangan ada kecurigaan. Pokoknya semuanya dibongkar. Kan komitmen Kejaksaan Agung dengan Komisi III waktu rapat mengenai kasus Djoko Tjandra, komitmennya untuk membuka seluas-luasnya. Jadi, transparan saja kalau memang ada dugaan keterlibatan," ujarnya.

Andi Rio Idris mengaku prihatin jika ada Anggota DPR Komisi III yang dicurigai terseret dalam skandal ini. Terlebih jika memang tidak ada kaitan, namun dijadikan sasaran. Untuk itu, Rio memastikan Komisi III akan terus mengawasi proses penegakan hukum skandal Djoko Tjandra.

Diketahui, Kejaksaan telah melimpahkan berkas perkara dugaan suap, pencucian uang dan pemufakatan jahat yang menjerat Jaksa Pinangki ke Pengadilan Tipikor Jakarta. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pun telah menetapkan jadwal sidang perdana Pinangki pada Rabu (23/9/2020) mendatang.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sempat Hilang, Tim Gabungan Temukan Helikopter PK USS di Hutan Papua

Tim gabungan TNI/Polri serta Basarnas berhasil menemukan helikopter PK USS milik PT NUH yang dilaporkan hilang di hutan Papua sejak Kamis (17/9/2020).

NASIONAL | 18 September 2020

Jokowi Sebut Normal Baru Tak Kurangi Semangat Bicarakan Umat dan Bangsa

Jokowi menegaskan dalam kondisi normal baru di tengah pandemi Covid-19, tidak mengurangi semangat untuk membicarakan masalah keumatan dan kebangsaan.

NASIONAL | 18 September 2020

Presiden Jokowi Resmi Buka Konbes XXIII GP Ansor

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan secara daring Pembukaan Konferensi Besar XXIII Gerakan Pemuda Ansor Tahun 2020.

NASIONAL | 18 September 2020

Pemprov Sumut Kirim 1.875 Alat Rapid Test dan Swab Test ke Nias

Petugas langsung memeriksa sampel spesimen masyarakat.

NASIONAL | 18 September 2020

Civitas Akademika UI Minta Klarifikasi Politikus PKS soal Dugaan Fitnah

Civitas Akademika Universitas Indonesia (UI) meminta klarifikasi dan permintaan maaf secara resmi dari Anggota DPR dari Fraksi PKS, Al Muzzammil Yusuf.

NASIONAL | 18 September 2020

Buat Lubang Tembus ke Gorong-gorong, Narapidana Narkoba Diduga Kabur

Narapidana yang divonis hukuman mati itu diduga kabur setelah membuat lubang dari kamarnya dan tembus ke gorong-gorong saluran air.

NASIONAL | 18 September 2020

Wagub Banten Usulkan Pembangunan Flyover di Kota Serang

Pembangunan jalan layang dinilai sangat penting untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di ibu kota Provinsi Banten.

NASIONAL | 18 September 2020

Kejagung Periksa Eks Politikus Nasdem Tersangka Skandal Djoko di KPK

Materi pemeriksaan terhadap Andi Irfan lantaran hal tersebut merupakan kewenangan penyidik Kejagung.

NASIONAL | 18 September 2020

Puluhan Pemuda Papua Mendapatkan Pelatihan Kewirausahaan

Gaung suara para pemuda di Manokwari memberikan harapan baru tentang prospek Papua ke depan yang bersatu, bersinergi, dan mandiri.

NASIONAL | 18 September 2020

Bersama RMIT, BPK Bahas Penggunaan Big Data dalam Audit Kinerja

Seminar daring yang digelar BPK dan RMIT University Australia mengangkat tema "Integrated Audit and the Role of Big Data in Performance Audit".

NASIONAL | 18 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS