Gembong Narkoba Kabur, Polisi Dalami Keterlibatan Petugas Lapas
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

Gembong Narkoba Kabur, Polisi Dalami Keterlibatan Petugas Lapas

Rabu, 30 September 2020 | 22:53 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya, Polres Kota Tangerang dan Lembaga Pemasyarakatan Klas I Tangerang, masih terus memburu gembong narkoba Cai Chang Pan yang melarikan diri dengan cara menggali lubang hingga tembus melewati tembok penjara dan keluar melalui gorong-gorong. Tim gabungan juga sedang menyelidiki mengapa tersangka bisa kabur dan mendalami kemungkinan keterlibatan petugas lapas.

"Kami berserta tim lapas juga masih menyelidiki kemungkinan ada keterkaitan daripada petugas lapas atau kemungkinan ada keterkaitan yang lain, ini masih kita dalami semuanya. Mudah-mudahan secepatnya kita bisa mengungkap juga para petugas-petugas yang memang apakah kemungkinan ada membantu melakukan," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Rabu (30/9/2020).

Dikatakan Yusri, penyidik menemukan beberapa kejanggalan di balik aksi kaburnya napi asal Tiongkok yang telah divonis hukuman mati terkait kasus penyelundupan 135 kilogram sabu-sabu itu.

"Karena beberapa kejanggalan-kejanggalan kita temukan seperti, sebelas jam melarikan diri, tersangka CP ini baru diketahui petugas jaga lapas. Kalau kita hitung ada tiga shift yang ada di situ. Yang pertama itu seharusnya mereka mengecek langsung, kemudian yang shift kedua sama, kemudian yang ketiga baru ketahuan tersangka melarikan diri," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, penyidik juga mendalami terkait petugas jaga menara yang ketiduran pada saat itu. Termasuk, petugas document center yang mengawasi kamera pengawas alias CCTV.

"Yang menjaga CCTV juga pada saat dilakukan pemeriksaan mereka juga ketiduran dan tidak melihat. Ini masih kita dalami semua apakah ada yang mencoba membantu dari yang bersangkutan," katanya.

Menyoal bagaimana Cai Chang Pan mendapatkan sekop, besi hingga obeng yang digunakan untuk menggali lubang, Yusri menuturkan, alat-alat itu didapat dari pembangunan dapur di dalam lapas.

"Memang alat-alat itu didapat dari satu pembangunan dapur yang ada di dekat situ, baik itu sekop kecil, ini masih kita dalami terus karena dalam jangka waktu delapan bulan dia melakukan penggalian tersebut. Yang menjadi pertanyaan, tidak ada sama sekali yang tahu. Makanya ini masih terus melakukan pemeriksaan, pendalaman bersama tim lapas sendiri," jelasnya.

Yusri menegaskan, ada enam tim gabungan yang dibentuk Polda Metro Jaya yang dipimpin langsung Direktur Reserse Kriminal Umum dan Direktur Reserse Narkoba, kemudian Polres Kota Tangerang, serta tim lapas.

"Sampai dengan saat ini tim masih bergerak di lapangan melakukan pengejaran kepada yang bersangkutan, setiap hari, sore, kita melakukan anev (analisa dan evaluasi) perkembangan situasi," katanya.

Yusri menambahkan, sudah ada 14 saksi yang dimintai keterangan diantaranya teman satu sel, istri yang bersangkutan, tetangganya, petugas lapas, dan warga sekitar lapas.

"Setelah kita ambil keterangan teman satu sel bersama yang bersangkutan, merupakan napi juga asal Singapura menyampaikan bahwa memang yang bersangkutan sudah melarikan diri, bahkan sempat membawa HP dari pada si teman satu kamar tersebut," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ganjar: Ponpes Butuh Protokol Khusus Cegah Penularan Covid-19

Menurut Ganjar dibutuhkan kerja sama antara ulama, pengelola Ponpes dengan pemerintah dalam menangani penularan Covid-19 di Pesantren.

NASIONAL | 30 September 2020

Polisi Dalami Laporan Sipir Tertidur Saat Napi Kabur

Kepolisian mendalami laporan mengenai sipir Lapas Klas I Tangerang yang tertidur saat napi Cai Changpan melarikan diri.

NASIONAL | 30 September 2020

Sinovac-Bio Farma Mulai Lakukan Transfer Teknologi Vaksin Covid-19

Sinovac bersama Bio Farma telah mulai menjalankan transfer teknologi pembuatan vaksin Covid-19.

NASIONAL | 30 September 2020

2021, Tol Gilimanuk-Mengwi Mulai Konstruksi

Tol Gilimanuk-Mengwi diharapkan dapat mulai beroperasi pada akhir tahun 2022.

NASIONAL | 30 September 2020

Dirjen Protokol dan Konsuler Kemlu Bersama Dirjen Imigrasi Jalin Kerja Sama Penanganan WNA

Dengan adanya perjanjian kerja sama ini akan memudahkan Kemlu untuk memantau pergerakan warga negara asing di Indonesia.

NASIONAL | 30 September 2020

Jaksa Agung Terima Kunjungan Mensos

Jaksa Agung ST Burhanuddin menerima kunjungan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara beserta rombongan dari Kementerian Sosial (Kemsos).

NASIONAL | 30 September 2020

Bobby Nasution Mulai Terusik

Calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution yang selama ini berusaha tenang, mulai menyerang balik rivalnya Akhyar Nasution.

NASIONAL | 30 September 2020

Lawan Radikalisme, Pemuka Agama Diminta Bina Terpidana Terorisme

Romli mengatakan, pembinaan menjadi penting sebagai upaya melawan dan mencegah penyebaran paham radikalisme yang berujung pada aksi terorisme.

NASIONAL | 30 September 2020

Aktivis Perempuan Harap 14 Persen Masyarakat yang Percaya Kebangkitan PKI Tidak Bertambah

Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perempuan periode 2010-2014 Yuniyanti Chuzaifah merasa senang dengan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

NASIONAL | 30 September 2020

Kapolri Tidak Ingin Direktur Narkoba Kayak Ayam Sayur

Kapolri Jenderal Idham Azis menegaskan tetap berkomitmen dan tak pernah mencabut perintah untuk menindak tegas para bandar narkoba.

NASIONAL | 30 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS