Bupati Intan Jaya Bantah Kendalikan Wilayah dari Luar Daerah
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Bupati Intan Jaya Bantah Kendalikan Wilayah dari Luar Daerah

Kamis, 1 Oktober 2020 | 22:19 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni menyayangkan beredarnya berita bahwa dia mengendalikan pemerintahan dari luar daerah, terutama pada saat terjadi konflik berdarah di Kabupaten Intan Jaya.

"Saya mau memberikan klarifikasi karena beredar beredar berita miring bahwa saya mengendalikan pemerintahan dari luar daerah. Ini sama sekali tidak benar. Terus terang saya sesalkan sekali, karena saat kami sedang berupaya jatuh bangun berupaya mengendalikan situasi keamanan di Intan Jaya, malah dapat berita seperti ini,” kata Natalis, Kamis (1/10/2020), melalui rekaman yang diterima wartawan, di Jakarta.

Ditegaskan Natalis, bahwa dirinya sempat meninggalkan daerah beberapa waktu lalu karena harus memenuhi undangan dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara. "Itu karena ada undangan dari Pak Menteri PAN-RB, lalu karena situasi Covid juga terpaksa harus tertahan. Kejadian penembakan Pendeta Yeremias di Hitadipa tanggal 19 September, tanggal 20 saya sudah langsung berada di Intan Jaya,” tegasnya.

Natalis menyayangkan pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyampaikan bahwa dia tidak berada di Sugapa, Intan Jaya dan mengendalikan pemerintahan dari luar daerah. "Terus terang saya kecewa juga karena Pak Menko Polhukam harusnya bertanya kepada kami terlebih dahulu, sebelum membuat pernyataan yang tentu saja tidak benar," ungkap Natalis.

Terkait langkah-langkah pemulihan keamanan di Intan Jaya pasca kejadian kata dia, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan semua pihak baik dari kepolisian, TNI, Tokoh Adat dan Gereja termasuk juga saksi-saksi yang mengetahui langsung kejadian penembakan tersebut. Bahkan sejak kejadian penembakan terhadap Pendeta Yeremias di Hitadipa, pihaknya sudah melakukan dua pertemuan besar di Kantor Bupati Intan Jaya di Sugapa.

“Yang intinya sama agar kita memastikan betul siapa pelaku penembakan dan apa motifnya. Kami saat ini juga sedang berusaha memastikan keamanan jadi kami berharap agar tidak lagi membuat kegaduhan dengan menyebarkan berita-berita yang tidak benar,” pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menyebut situasi di Intan Jaya, Papua, saat ini aman terkendali. Namun Mahfud meminta Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni mengawasi secara langsung situasi keamanan di daerahnya.

"Di Intan Jaya, situasi aman-terkendali seperti biasa. Aparat keamanan sudah berjalan seperti biasa, cuma kita mengimbau pemerintah, dalam hal ini Bupati, supaya mengendalikan Intan Jaya itu secara langsung. Jangan dikendalikan dari luar," kata Mahfud kepada wartawan melalui konferensi secara virtual, Kamis (1/10/2020).

Mahfud mengaku mendapat laporan bahwa Natalis tidak berada di Kabupaten Intan Jaya untuk melakukan tugasnya. Dia akan mengecek kebenaran kabar itu.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pancasila Jadi Modal Kuat Menjaga Keutuhan Negara

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila adalah momen untuk kembali memaknai Pancasila dan menerapkannya pada setiap sendi-sendi kehidupan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Rusdy Mastura-Ma’mun Amir Janji Sejahterakan Masyarakat Sulteng

Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdy Mastura-Ma’mun Amir berjanji memajukan dan menyejahterakan masyarakat Sulteng.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Terdakwa Perkara Investasi MeMiles Diputus Bebas

Para terdakwa perkara investasi MeMiles senilai Rp 761 miliar diputus bebas setelah dinyatakan tidak bersalah dalam persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Wamenag: Santri Harus Sehat dan Kuat Selama Pandemi

Para santri memiliki jasa besar dalam merebut dan mengisi kemerdekaan, termasuk pada masa pandemi ini.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Ponpes di Sleman Jadi Klaster Covid-19

Tiga Ponpes di Sleman jadi klaster Covid-19.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Kasus Penembakan Pendeta Zanambani, PSI Papua: Bentuk Tim Independen

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PSI Papua (DPW PSI Papua) Karmin Lasuliha menyampaikan rasa belasungkawa dan mengutuk keras atas penembakan terhadap Pdt Yeremia

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Bobby Nasution Bangun Strategi Bangkitkan UMKM di Medan

Bobby Nasution - Aulia Rahman, membuat aplikasi kolabin.id untuk membantu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Tracing Kontak Covid-19 di Indonesia Masih Lemah

Pelacakan akan efektif kalau dilakukan 24 jam sejak orang yang terpapar bergejala.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Mahfud MD: Tidak Ada Rencana Akhiri Otsus Papua

Menko Polhukam mengemukakan bahwa tidak ada niat atau rencana pemerintah untuk mengakhiri status Otonomi Khusus (Otsus) di Papua.

NASIONAL | 1 Oktober 2020

Rempah dan Ikan Nila Sulut Tembus Pasar Jepang, Olly: Kita Tidak Menyerah Saat Pandemi

Dampak pandemi Covid-19 yang ikut menyasar sektor ekonomi, disiasati dengan berbagai terobosan.

NASIONAL | 1 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS