Belum Satu Tahun Menjabat, Jaksa Agung Berhasil Tangkap Seratus Lebih Buronan

Belum Satu Tahun Menjabat, Jaksa Agung Berhasil Tangkap Seratus Lebih Buronan

Senin, 5 Oktober 2020 | 14:47 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Agung ST. Burhanuddin kembali menunjukkan aksinya dalam upaya pemberantasan korupsi. Salah satunya ditunjukkan dengan terus gencar menangkap buronan. Hingga September 2020, tercatat sebanyak 101 buronan ditangkap oleh Tim Tangkap Buronan (Tim Tabur) Kejaksaan Agung.

Guru besar hukum dari Universitas Parahyangan (Unpar) Asep Warlan Yusuf menilai Jaksa Agung ST. Burhanuddin telah menunjukan kinerjanya yang baik dan berkomitmen atas kewajiban dan tugasnya sebagai penegak hukum. Sebab, banyak kasus besar yang berhasil diungkap, bahkan belum satu tahun sejak dilantik menjadi Jaksa Agung, ST. Burhanuddin sudah berhasil menangkap lebih dari seratus buronan.

“Kalau saya melihat dari bukti-bukti yang ada kelihatanya beliau memiliki berkinerja baik, punya komitmen untuk bisa memenuhi semua kewajiban dan tugasnya,” ujar Asep, Senin (5/10/2020).

Diketahui, penangkapan sejumlah buronan oleh tim Kejagung merupakan bagian dari program Tangkap Buronan (Tabur) 32.1 yang dicetuskan Bidang Intelijen Kejagung untuk masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan, maupun instansi penegak hukum lainnya.

Jika dibandingkan dengan penangkapan buronan pada periode sebelumnya, pada satu tahun masa jabatannya, Jaksa Agung ST Burhanuddin lebih banyak menangkap buronan.

“Karena ini adalah kewajiban, kinerja bagus, itu yang dapat disampaikan kepada publik bahwa dia berkinerja bagus, berkinerja sesuai dengan apa yang diharapkan publik begitu,” imbuhnya.

Selain banyak menangkap banyak buronan, menurut Asep, Jaksa Agung sudah menunjukan prestasinya dalam pengungkapan sejumlah kasus besar seperti skandal kasus Jiwasraya, perkara yang melibatkan Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki serta dorongan untuk mengusut kebakaran gedung Kejagung secara terbuka dan profesional.

“Ketika kebakaranya gedung Kejaksaan, dia (ST Burhanuddin) juga memerintahkan untuk mengusut secara terbuka, secara profesional begitu, tidak ada hal-hal yang meragukan adanya penyembunyian dari kasus kebakaran di Kajagung,” ungkapnya.

Lanjut Asep, dukungan penuh Jaksa Agung untuk mendorong proses penyidikan terhadap peristiwa terbakarnya gedung Kejaksaan Agung RI oleh Kabareskrim Polri secara transparan dan mengungkap siapapun yang terjerat untuk ditindak secara hukum menunjukan komitmennya.

“Hemat saya sudah menunjukan prestasi atau menunjukan komitmenya itu, ini diluaran artinya dibaca dimedia-media begitu, saya tidak tahu dalemanya, tapi kinerja Jaksa Agung mengenai kebakaran untuk diungkap siapapun yang terlibat atau siapapun yang lalai terhadap ini harus ditindak begitu. Hemat saya bagian dari komitmennya beliau,” tambahnya.

Terkait beredarnya rumor pergantian Jaksa Agung ST Burhanuddin yang dilontarkan oleh anggota DPR RI Fraksi PDIP, Arteria Dahlan yang menyebut berbagai curriculum vitae (CV) calon pengganti Jaksa Agung tengah beredar di Sekretariat Negara (Setneg).

Asep menilai, melihat dari kinerjanya selama ini, ST Burhanuddin masih layak untuk dipertahankan memimpin Korps Adhyaksa tersebut.

“Ringkasnya saya masih apresiasi untuk mempertahankan beliau (ST Burhanuddin) sebagai Jaksa Agung, Pak Burhanudidin ini kalau saya pribadi begitu ya, terlepas dari kontroversialnya hal-hal yang lain, saya melihat masih bisa dipertahankan sebagai Jaksa Agung begitu,” tuntasnya.

Sebagaimana diketahui, terbaru tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejagung berhasil menangkap buronan kasus tindak pidana korupsi program keaksaraan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat Tahun Anggaran 2012 yakni Ruspahri.

"Ruspahri merupakan DPO ke-101 yang ditangkap dalam program tangkap buronan (tabur). Penangkapan dilakukan Selasa 29 September 2020," kata Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kamis (1/10/2020).

Berdasarkan informasi, Ruspahri terbukti menyelewengkan dana sebesar Rp 270 juta. Dana tersebut sedianya digunakan untuk masyarakat penyandang buta aksara agar memiliki kemampuan menulis, membaca dan berhitung, mengamati, dan menganalisis di Sulawesi Barat.

Akibat perbuatannya, Ruspahri dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 50 juta, serta harus membayar uang pengganti sebesar Rp 270 juta.

Selain itu, Kejagung juga sudah meringkus sejumlah buronan. Antara lain buronan Arman Laode Hadan dan tiga terpidana lain yang bersalah dalam kasus kredit fiktif Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang merugikan negara senilai Rp 41 miliar.

Kemudian terpidana Parlaungan Hutagalung dalam kasus korupsi (Tipikor) Pengadaan Alat Kesehatan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe yang merugikan negara sebesar Rp 550 juta.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Anies: TNI Terdepan Jaga Keutuhan NKRI

Apalagi saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Kapolri Keluarkan Telegram, Buruh: Kami Disekat

Rencana aksi besar-besaran kaum buruh untuk melakukan mogok nasional bersama sebagai bentuk penolakan terhadap omnibus law RUU Cipta Kerja tak berjalan mulus.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

KPU: Sudah Tiga Calon Meninggal Akibat Covid-19

Komisioner KPU Evi Novida Ginting mengemukakan hingga Minggu (4/10/2020), sudah tiga calon yang maju dalam Pilkada Serentak 2020 meninggal akibat Covid-19.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Dugaan "Mengcovidkan" Pasien, IPW Apresiasi Polri yang Telah Bentuk Tim Khusus

IPW berharap Bareskrim bisa bekerja cepat untuk menangkap para mafia kesehatan yang sudah merampok uang negara dalam mengcovidkan pasien.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Peringatan HUT Ke-75 TNI, Sinergi Jadi Kunci Bangun Kekuatan Pertahanan

Jokowi mengatakan, sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan berbagai elemen bangsa menjadi kunci untuk membangun pertahanan yang kokoh dan efektif.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

124 Warga Binaan Lapas dan Rutan Positif Covid-19

Para napi yang terkonfirmasi positif Covid-19 langsung ditangani sesuai protokol kesehatan.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Jokowi Minta Tingkatkan Kualitas Garam Rakyat dengan Inovasi

Presiden Jokowi mengatakan Indonesia membutuhkan inovasi untuk memproduksi garam sesuai kebutuhan.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Anggota Komisi IX Puji Penetapan Harga Tertinggi Swab Test

Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan menilai penetapan harga tertinggi swab test PCR memudahkan masyarakat.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Jokowi Ungkap Alasan Indonesia Masih Impor Garam

Presiden Jokowi mengungkapkan alasan Indonesia masih mengimpor garam.

NASIONAL | 5 Oktober 2020

Danjen Kopassus Ingatkan Pentingnya Sinergitas Seluruh Komponen Bangsa

Semuanya harus bersinergi bagaimana Indonesia keluar dari pandemi dan membangun bangsa.

NASIONAL | 5 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS