TNI: KKSB Terapkan Taktik Licik dan Korbankan Masyarakat Sipil
INDEX

BISNIS-27 503.107 (8.47)   |   COMPOSITE 5679.25 (80.67)   |   DBX 1039.52 (14.71)   |   I-GRADE 166.189 (3.47)   |   IDX30 492.322 (9.09)   |   IDX80 129.082 (2.66)   |   IDXBUMN20 363.759 (7.86)   |   IDXG30 133.243 (2.59)   |   IDXHIDIV20 440.08 (10.13)   |   IDXQ30 143.762 (2.86)   |   IDXSMC-COM 242.127 (2.51)   |   IDXSMC-LIQ 293.644 (5.57)   |   IDXV30 123.61 (3.35)   |   INFOBANK15 979.67 (10.23)   |   Investor33 423.592 (6.88)   |   ISSI 165.745 (2.98)   |   JII 604.859 (14.26)   |   JII70 207.745 (4.44)   |   KOMPAS100 1155.02 (20.8)   |   LQ45 903.46 (17.32)   |   MBX 1578.72 (22.44)   |   MNC36 316.411 (5.51)   |   PEFINDO25 310.113 (3.58)   |   SMInfra18 286.549 (5.46)   |   SRI-KEHATI 362.507 (5.51)   |  

TNI: KKSB Terapkan Taktik Licik dan Korbankan Masyarakat Sipil

Sabtu, 10 Oktober 2020 | 21:18 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua semakin beringas dan membabi buta menyerang aparat negara dan masyarakat. Hal itu dilakukan KKSB setelah gagal mendapatkan perhatian dari Sidang Umum PBB pada tanggal 22-29 September 2020 lalu.

Cara yang digunakan antara lain memprovokasi, meneror, mengorbankan masyarakat sipil kemudian memfitnah aparat TNI-Polri yang bertugas menjaga keamanan dan kedamaian di Papua. Salah satu tujuannya agar masyarakat lokal tertekan dan terpaksa mendukung mereka serta mendapatkan perhatian dunia.

Seperti diketahui, serangan KKSB Papua terhadap aparat negara dan masyarakat sipil beberapa bulan terakhir semakin mengganas. Dimulai dari penembakan terhadap dua tenaga kesehatan penanganan Covid-19 yakni Almanek Bagau (luka tembak) dan Heniko Somau (tewas di tempat) pada Jumat (22/5/2020) di Distrik Wandai, Kab. Intan Jaya, penembakan petani bernama Yunus Sani (tewas) pada Jumat (29/5/2020) di Kampung Magataga, Distrik Wandai, Kab. Intan Jaya, penembakan warga bernama Laode Zainudin (luka tembak) pada Sabtu (15/8/2020) di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya, penembakan 2 warga sipil berprofesi tukang ojek bernama Laode Anas (kemudian meninggal dunia) dan Fatur Rahman (luka tembak) pada Senin (14/9/2020) di Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya.

Kemudian ada pembunuhan warga sipil berprofesi tukang ojek bernama Badawi (tewas di tempat) dan penembakan anggota TNI bernama Serka Sahlan (tewas di tempat) pada Kamis (17/9/2020) di Kampung Hitadipa, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya.

Penyerangan Koramil Persiapan Hitadipa, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya pada Sabtu (19/9/2020) yang menewaskan anggota TNI bernama Pratu Dwi Akbar Utomo, penembakan Pendeta Yeremia Zanambani (kemudian meninggal dunia) pada Sabtu sore (19/9/2020) Kampung Hitadipa, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya dan penembakan Polisi dan transportasi di sekitar Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya pada Jumat (18/9/2020) dan Jumat (25/9/2020).

Tidak hanya itu, penembakan juga dilakukan ke arah Kodim Persiapan Kab. Intan Jaya pada Senin (5/10/2020), penembakan pos TNI di Pasar Baru Kenyam Kab. Nduga pada Selasa (6/10/2020) yang menewaskan warga sipil bernama Yulius Wetipo. Kemudian penyerangan terhadap rombongan TGPF di tanjakan Wabogopone, Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya pada Jumat (9/10/2020) yang mengakibatkan anggota Tim bernama Bambang Purwoko (Dosen UGM) dan tim pengamanan bernama Sertu Faisal Akbar menderita luka tembak, hingga pagi ini Sabtu (10/10/2020), KKSB melakukan serangan ke Pos TNI di Kampung Koteka, Distrik Kenyam, Kab. Nduga.

Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa menjelaskan, rangkaian kekerasan yang dilakukan KKSB terlihat semakin brutal dan gelap mata serta tidak lagi memperhatikan siapa yang menjadi korban. Hal ini sangat disesalkan karena ini berarti pelanggaran terhadap HAM dan nilai-nilai kemanusiaan. Masyarakat sipil adalah pihak yang perlu dilindungi oleh semua pihak.

Sama seperti serangan-serangan sebelumnya, serangan KKSB terhadap Pos TNI pagi ini Sabtu (10/10/2020) di Kampung Koteka, Distrik Kenyam, Kab Nduga diduga untuk memprovokasi TNI agar membalas tembakan. Namun ternyata TNI bertindak profesional dengan tetap siaga dalam kedudukan pertahanannya dan terus mengintai arah datangnya tembakan.

Menurut Suriastawa, TNI akan membalas tembakan dengan terbidik bila anggota KKSB yang melakukan tembakan telah teridentifikasi dengan pasti untuk menghindari jatuhnya korban sipil di sekitar tempat kejadian. Hal ini juga dilakukan personel TNI lainnya yang bertugas di setiap tempat di Papua.

Kapen Kogabwilhan III menyampaikan, ada fenomena menarik dari taktik yang dimainkan KKSB akhir-akhir ini dengan berusaha memprovokasi TNI-Polri di setiap tempat, waktu dan kesempatan serta menyerang di tengah-tengah keramaian masyarakat sipil. KKSB berharap agar TNI-Polri membalas tembakan sehingga bila jatuh korban masyarakat sipil akan menjadi bahan fitnah dan berita bohong KKSB bahwa para korban dibunuh oleh TNI.

"Sepertinya cara ini merupakan pesanan dari pendukung mereka di luar negeri yang selalu berbicara tentang pelanggaran HAM. Mereka butuh bahan untuk memojokkan Pemerintah Indonesia di forum internasional, namun ternyata merekalah pelakunya," ucapnya.

Sudah beberapa kali kesempatan terbukti bahwa KKSB dan pendukungnya selalu memutarbalikkan fakta kejadian. Mereka tidak berkomentar bila korban yang terbukti mereka bunuh adalah warga sipil baik orang asli Papua maupun pendatang.

Dikatakan Suriastawa, selama ini TNI bersikap profesional, tetap tenang, tidak membalas tembakan dari serangan-serangan yang dilakukan. Justru KKB sendirilah yang akan menembakan dan berusaha membunuh warga sipil sebagai bahan fitnah kepada TNI-Polri.

"Semoga warga masyarakat dan dunia internasional bisa paham akan situasi ini dan tidak mudah percaya dengan fitnah dan berita bohong yang selalu dimainkan KKSB beserta kelompok pendukungnya di luar negeri," tutupnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bengkulu Diguncang Gempa 4,9 M, Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG mencatat gempa dengan magnitudo 4,9 yang mengguncang Pantai Barat Bengkulu pada pukul 17.43 WIB dan tidak berpotensi tsunami.

NASIONAL | 10 Oktober 2020

Selama 2020, KKB Lakukan 23 Kali Teror Penembakan di Intan Jaya

KKB telah melakukan sedikitnya 23 kali teror penembakan dan kasus-kasus kekerasan lainnya sepanjang 2020 di Kabupaten Intan Jaya.

NASIONAL | 10 Oktober 2020

UBL Siap Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa dalam Bahasa Inggris

LLDIKTI Wilayah III dan Briton English Education sebagai perwakilan dari Cambridge University mengunjungi UBL dalam rangka peningkatan kompetensi Bahasa Inggris

NASIONAL | 10 Oktober 2020

5.918 Demonstran UU Cipta Kerja Ditangkap, Hanya 240 Dipidana

Dari 5.918 orang yang ditangkap, 240 orang diantaranya dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan.

NASIONAL | 10 Oktober 2020

Kapolda Papua: KKB di Intan Jaya Lakukan Kekerasan Secara Masif

Kapolda Papua menegaskan bahwa kelompok bersenjata memang betul ada dan mereka juga yang melancarkan serangkaian aksi kekerasan di wilayah Intan Jaya.

NASIONAL | 10 Oktober 2020

Survei PBB, Peringkat E-Government Indonesia Naik Pesat

Berdasarkan survei PBB, peringkat e-government Indonesia menunjukkan kenaikan 19 peringkat dibandingkan 2018 yang berada di urutan 107 dan urutan 116 di 2019.

NASIONAL | 10 Oktober 2020

Bobby Nasution Janji Pasang 20.000 CCTV di Medan

Pasangan kontestan Pilwalkot Medan Bobby Nasution-Aulia Rachman berjanji akan memasang 20.000 kamera pengawas atau CCTV.

NASIONAL | 10 Oktober 2020

Vetiver dan Palaka di Tengah Pandemi

Salah satu cara untuk menyosialisasikan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan adalah melalui peran media.

NASIONAL | 10 Oktober 2020

PJI Dorong Tumbuhnya UMKM Muda Berkonsep Perusahaan Siswa

Saat ini, Indonesia dianggap memiliki iklim kewirausahaan yang semakin positif.

NASIONAL | 10 Oktober 2020

Minta TPN-OPM Hentikan Kekerasan di Intan Jaya, Legislator Papua: Gunakan Ruang Dialog

Ada ruang dialog yang bisa digunakan, ketimbang aksi tembak menembak antara kelompok masyarakat bersenjata dengan aparat TNI dan Polri.

NASIONAL | 10 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS