Berani Bongkar Kasus Besar, Warisan Jaksa Agung ST Burhanuddin
INDEX

BISNIS-27 510.733 (-0.96)   |   COMPOSITE 5813.99 (8.35)   |   DBX 1076.27 (7.25)   |   I-GRADE 169.305 (0.42)   |   IDX30 499.8 (-0.42)   |   IDX80 132.38 (-0.05)   |   IDXBUMN20 374.254 (3.4)   |   IDXG30 135.455 (0)   |   IDXHIDIV20 450.5 (-0.05)   |   IDXQ30 146.053 (-0.32)   |   IDXSMC-COM 250.881 (1.27)   |   IDXSMC-LIQ 309.077 (1.57)   |   IDXV30 131.098 (0.77)   |   INFOBANK15 988.482 (3.85)   |   Investor33 429.242 (-0.22)   |   ISSI 170.543 (-0.31)   |   JII 620.021 (-2.8)   |   JII70 214.017 (-0.68)   |   KOMPAS100 1185.8 (0.59)   |   LQ45 922.358 (-0.15)   |   MBX 1613.53 (1.07)   |   MNC36 321.576 (-0.47)   |   PEFINDO25 321.335 (-3.22)   |   SMInfra18 295.407 (2.01)   |   SRI-KEHATI 367.139 (0.09)   |  

Berani Bongkar Kasus Besar, Warisan Jaksa Agung ST Burhanuddin

Rabu, 14 Oktober 2020 | 15:26 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Institusi penegak hukum seperti Kejaksaan Agung memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya penegakan hukum di Indonesia. Sebab itu, aparat penegak hukum dari Korps Adhyaksa ini memang harus diisi sosok yang benar-benar memiliki integritas dan dapat diandalkan dalam penegakan hukum dan keadilan.

Pakar Hukum Pidana Universitas Al-Azhar Indonesia, Suparji Ahmad mengatakan, Jaksa Agung ST. Burhanuddin sejak dilantik sebagai nahkoda dari institusi Kejaksaan Agung langsung bergerak cepat melakukan tindakan-tindakan penting.

Menurut Suparji, dalam waktu yang relatif singkat ini ST Burhanuddin sudah menunjukan komitmen penegakan hukum dengan berani melakukan upaya hukum menangani kasus-kasus besar.

“Sebetulnya dalam waktu yang relatif tidak lama, dia sudah cukup produktif, ada keberanian-keberanian untuk melakukan sebuah upaya hukum, mungkin bisa jadi membuat tidak nyaman orang lain, terakhir kan bagaimana dia berani menetapkan mantan Dirut BTN sebagai tersangka, Maryono kan,” kata Suparji, Rabu (14/10/2020).

Apa yang telah dilakukan ST Burhanuddin sebagai Jaksa Agung, lanjut Suparji, bisa dijadikan catatan prestasi yang baik bahwa ia telah bekerja keras untuk menangani kasus-kasus yang besar.

“Tapi kalau saya ditanya tentang apa yang dilakukan Jaksa Agung yang sekarang, relatif ada hal-hal yang bisa dicatat sebagai legacy bahwa dia telah bekerja menangani kasus-kasus besar.” Ungkapnya.

Di tengah gencarnya Kejaksaan Agung menyelesaikan kasus-kasus besar yang saat ini sedang ditangani oleh Korps Adhyaksa, muncul isu pergantian Jaksa Agung ST Burhanuddin, hal itu disampaikan pertama kali oleh anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan yang menyebut curriculum vitae (CV) pengganti Jaksa Agung sudah beredar di Sekretariat Negara.

Lanjut Suparji, isu adanya pergantian Jaksa Agung merupakan hak prerogatif dari seorang Presiden, persoalan pergantian tersebut selama ini tidak ada ukuran yang jelas, suatu pejabat itu pertahankan atau kemudian diganti ditengah jalan itu, tidak ada indikator yang bisa mengukur tentang hal itu. Jadi hal tersebut relatif subjektif.

“Tapi kalau saya ditanya, sebetulnya Jaksa Agung ST. Burhanuddin layak untuk dipertahankan, karena memang tidak ada kesalahan-kesalahan fatal yang menyebabkan dia harus diganti, dan tidak ada alasan-alasan yang menyebabkan dia misalnya berhalangan tetap atau berhalangan sementara. Sehingga layak untuk di teruskan.” Ujar Suparji

Lebih lanjut Suparji menyarankan dengan adanya isu pergantian itu, ST Burhanuddin tidak perlu risau, sebab pergantian adalah hal biasa, ia menyarakankan mantan Kepala Kejati Sulawesi Selatan dan Barat itu harus tetap bekerja secara profesional.

“Menurut saya, itu tidak perlu dirisaukan di internal Kejaksaan Agung maupun itu Jaksa Agung itu sendiri, tapi justru mestinya dijadikan motivasi yang lebih kuat, sebagai sebuah tantangan untuk bekerja lebih produktif, lebih profesional, lebih sesuai dengan tupoksi yang dimiliki,” tuntasnya.

Sebelumnya, Isu pergantian Jaksa Agung ST Burhanuddin juga ditanggapi oleh anggota Komisi III DPR M Nasir Djamil yang menyatakan ucapan yang dilontarkan Arteria Dahlan kontraproduktif dengan keinginan korps Adhiyaksa itu menyelesaikan kasus-kasus besar.

"Pergantian Jaksa Agung itu hak prerogratif Presiden Jokowi. Begitupun menyampaikan info ke publik bahwa beredar curiculum vitae (CV) seseorang yang akan mengganti Burhanuddin tentu dinilai melangkahi wewenang Presiden," kata Nasir Djamil kepada wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Nasir menilai, mengenai kebakaran gedung Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu tentu bukanlah keinginan dan kelalaian Jaksa Agung.

Secara umum hampir semua gedung tempat penyelenggara negara bekerja punya masalah dengan sistem keamanan.

“Sangat naif jika mengaitkan kebakaran gedung Kejaksaan Agung dengan pergantian Burhanuddin,” tuturnya.
Karenanya, Nasir mengharapkan Sekretaris Negara Praktikno agar melakukan upaya dan terobosan guna mencegah kejadian yang sama menimpa gedung pemerintah lainnya.

“Saya sarankan agar wacana soal pergantiannya biar Presiden yang menjalankannya. Tugas DPR mengawasi dan memberikan solusi kepada mitra kerja. Bukan mengembangkan isu yang tidak jelas juntrungannya," tandasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Luhut: Indonesia Miliki Potensi Karbon yang Luar Biasa

Potensi karbon yang dimiliki Indonesia berasal dari hutan hujan yang terdapat di seantero Tanah Air.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Terima Aspirasi di Rumahnya, Olly: Ada Banyak Harapan

Calon gubernur petahana Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menerima aspirasi masyarakat di rumahnya, belum lama ini.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Komplotan Begal Menyaru Satgas Covid-19 Berhasil Diamankan

Komplotan begal tersebut telah melancarkan aksinya di 15 TKP berbeda dengan berpura-pura sebagai anggota Satgas Covid-19 di Bengkulu.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Gugatan Perdata terhadap Gubernur dan Manajemen Bank Banten Dicabut

Penggugat Moch Ojat Sudrajat mengatakan bahwa pencabutan gugatan perdata terhadap Bank Banten dan para tergugat bersifat sementara.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Kementerian BUMN: Vonis Kasus Jiwasraya Peringatan bagi Semua Pihak

Vonis pidana penjara seumur hidup kepada empat terdakwa kasus korupsi di Asuransi Jiwasraya harus menjadi peringatan bagi semua pihak.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

FPI Ungkap Rizieq Syihab Akan Pulang untuk Pimpin Revolusi Selamatkan NKRI

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) akan pulang ke Tanah Air untuk memimpin revolusi.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

BKPM kepada Apkasi: UU Ciptaker Tidak Kurangi Kewenangan Daerah

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) tidak mengurangi kewenangan daerah.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

Kasus Streaming Ilegal Tayangan Sepakbola Diproses Kejaksaan

Perbuatan pidana dilakukan melalui laman bolasiar.live, bolasiar.net, bolasiar.xyz, dan 62.210.88.55.

NASIONAL | 14 Oktober 2020

BPN Bandung Tegaskan Pemkot Bandung Pemilik Sah Lahan di Kiara Condong

Pemkot Bandung, sangat mendukung upaya penegakan hukum dalam kasus dugaan pemalsuan verponding atas lahan di Kiara Condong, Kota Bandung.

NASIONAL | 13 Oktober 2020

Satgas: Persentase Kasus Aktif Covid-19 Nasional Terus Alami Penurunan

Persentase kasus aktif Covid-19 di tingkat nasional terus mengalami penurunan hingga mencapai 19,17 persen per 14 Oktober 2020.

NASIONAL | 14 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS